Peran Olahraga dan Aktivitas Fisik dalam Mencegah Obesitas pada Anak
Olahraga dan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah obesitas pada anak. Meskipun terdengar sederhana, penerapan pola hidup aktif pada usia dini bisa menjadi fondasi kuat untuk kesehatan jangka panjang.
Mengapa Olahraga Penting?
Menurut dr. Aisya Fikritama, Sp.A, seorang dokter spesialis anak di RS UNS Sukoharjo, olahraga bukan hanya sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan obesitas. “Tentu penting banget ya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak boleh langsung melakukan diet seperti orang dewasa karena tubuh mereka masih berkembang dan membutuhkan nutrisi yang cukup.
Dalam konteks ini, pengaturan pola makan dan aktivitas fisik harus seimbang. “Kalau mau lagi diet ya defisit kalori,” jelasnya. Artinya, jumlah energi yang dikonsumsi harus lebih sedikit dibandingkan yang dibakar melalui aktivitas fisik. Namun, hal ini tidak berarti mengurangi porsi makan secara drastis. “Jadi enggak, enggak ngurangin gitu ya. Tetap misalnya sehari biasanya makan lima kali. Nah, kita atur tiga kali terus menunya harus lebih sehat gitu ya.”
Jenis Aktivitas Fisik yang Disarankan
Untuk anak-anak, aktivitas fisik yang disarankan adalah yang tidak terlalu intens. “Kalau pada anak remaja disarankan tuh lebih dari 60 menit dalam sehari, boleh. Nah, kalau obesitas enggak disarankan untuk lari nih yang berat-berat gitu, belum kuat, dia sakit nanti lututnya.”
dr. Aisya menyarankan aktivitas seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang. “Jadi cukup yang kayak jalan gitu, atau mungkin boleh bersepeda, terus berenang gitu. Jadi kalau yang terlalu lari yang terlalu cepat gitu enggak disarankan, kecuali dia gizi baik, itu enggak apa-apa lari.”
Keseimbangan antara Pola Makan dan Aktivitas Fisik
Pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin merupakan dua aspek utama dalam mencegah obesitas. “Kita anjurkan untuk menjaga pola makan sehat. Jadi, terutama menunya harus lebih sehat gitu ya. Lebih milih misalnya enggak ada gorengannya atau lemaknya ya yang healthy, healthy food gitu.” Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan nutrisi yang cukup, tetapi juga mencegah penumpukan lemak berlebih.
Peran Dokter dalam Pendidikan Kesehatan
dr. Aisya Fikritama, Sp.A, telah berkontribusi besar dalam edukasi kesehatan anak. Selain praktik medis di beberapa rumah sakit, ia juga aktif sebagai dosen dan staf pengajar. Pengalaman kerjanya mencakup berbagai institusi seperti RSUD Pandanarang Boyolali, Puskesmas Boyolali II, serta Klinik Kimia Farma Adi Sucipto.
Ia juga memiliki pengalaman dalam pelatihan dan penelitian, termasuk pelatihan Pediatric Fundamental Critical Care Support (PFCCS) dan Resusitasi Neonatus. Dedikasinya dalam bidang pediatri telah diakui melalui berbagai penghargaan, seperti Juara Favorit I Duta Bahasa Jawa Tengah dan Juara I Lomba Debat Inggris antar Fakultas Kedokteran Se-Jawa Bali.
Kesimpulan
Dengan kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia, anak-anak dapat menjaga berat badan ideal dan mencegah risiko obesitas di masa depan. Olahraga tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga meningkatkan kebugaran dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan contoh yang baik dan mendorong anak-anak untuk aktif bergerak setiap hari.



