Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Keberuntungan menghampiri! 6 shio ini bersinar di tahun 2026
  • Owen Rahadian Terkesan dengan Semangat Suporter Papua di Stadion Lukas Enembe
  • Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?
  • Reaksi Media Prancis Usai Kurzawa Bergabung dengan Persib
  • Endrick Bercahaya di Lyon, Real Madrid Menyesal?
  • Masa sulit mulai berlalu! 3 zodiak ini alami perubahan baik sejak 26 Januari 2026
  • 915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat
  • WNI Tertipu Scam di Kamboja
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?
Olahraga

Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Olahraga dan Aktivitas Fisik dalam Mencegah Obesitas pada Anak

Olahraga dan aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah obesitas pada anak. Meskipun terdengar sederhana, penerapan pola hidup aktif pada usia dini bisa menjadi fondasi kuat untuk kesehatan jangka panjang.

Mengapa Olahraga Penting?

Menurut dr. Aisya Fikritama, Sp.A, seorang dokter spesialis anak di RS UNS Sukoharjo, olahraga bukan hanya sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari strategi pencegahan obesitas. “Tentu penting banget ya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa anak-anak tidak boleh langsung melakukan diet seperti orang dewasa karena tubuh mereka masih berkembang dan membutuhkan nutrisi yang cukup.

Dalam konteks ini, pengaturan pola makan dan aktivitas fisik harus seimbang. “Kalau mau lagi diet ya defisit kalori,” jelasnya. Artinya, jumlah energi yang dikonsumsi harus lebih sedikit dibandingkan yang dibakar melalui aktivitas fisik. Namun, hal ini tidak berarti mengurangi porsi makan secara drastis. “Jadi enggak, enggak ngurangin gitu ya. Tetap misalnya sehari biasanya makan lima kali. Nah, kita atur tiga kali terus menunya harus lebih sehat gitu ya.”

Jenis Aktivitas Fisik yang Disarankan

Untuk anak-anak, aktivitas fisik yang disarankan adalah yang tidak terlalu intens. “Kalau pada anak remaja disarankan tuh lebih dari 60 menit dalam sehari, boleh. Nah, kalau obesitas enggak disarankan untuk lari nih yang berat-berat gitu, belum kuat, dia sakit nanti lututnya.”

dr. Aisya menyarankan aktivitas seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang. “Jadi cukup yang kayak jalan gitu, atau mungkin boleh bersepeda, terus berenang gitu. Jadi kalau yang terlalu lari yang terlalu cepat gitu enggak disarankan, kecuali dia gizi baik, itu enggak apa-apa lari.”

Keseimbangan antara Pola Makan dan Aktivitas Fisik

Pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin merupakan dua aspek utama dalam mencegah obesitas. “Kita anjurkan untuk menjaga pola makan sehat. Jadi, terutama menunya harus lebih sehat gitu ya. Lebih milih misalnya enggak ada gorengannya atau lemaknya ya yang healthy, healthy food gitu.” Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan nutrisi yang cukup, tetapi juga mencegah penumpukan lemak berlebih.

Peran Dokter dalam Pendidikan Kesehatan

dr. Aisya Fikritama, Sp.A, telah berkontribusi besar dalam edukasi kesehatan anak. Selain praktik medis di beberapa rumah sakit, ia juga aktif sebagai dosen dan staf pengajar. Pengalaman kerjanya mencakup berbagai institusi seperti RSUD Pandanarang Boyolali, Puskesmas Boyolali II, serta Klinik Kimia Farma Adi Sucipto.

Ia juga memiliki pengalaman dalam pelatihan dan penelitian, termasuk pelatihan Pediatric Fundamental Critical Care Support (PFCCS) dan Resusitasi Neonatus. Dedikasinya dalam bidang pediatri telah diakui melalui berbagai penghargaan, seperti Juara Favorit I Duta Bahasa Jawa Tengah dan Juara I Lomba Debat Inggris antar Fakultas Kedokteran Se-Jawa Bali.

Kesimpulan

Dengan kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia, anak-anak dapat menjaga berat badan ideal dan mencegah risiko obesitas di masa depan. Olahraga tidak hanya membantu membakar kalori, tetapi juga meningkatkan kebugaran dan kesehatan mental. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan contoh yang baik dan mendorong anak-anak untuk aktif bergerak setiap hari.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Owen Rahadian Terkesan dengan Semangat Suporter Papua di Stadion Lukas Enembe

29 Januari 2026

Reaksi Media Prancis Usai Kurzawa Bergabung dengan Persib

29 Januari 2026

Endrick Bercahaya di Lyon, Real Madrid Menyesal?

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Keberuntungan menghampiri! 6 shio ini bersinar di tahun 2026

29 Januari 2026

Owen Rahadian Terkesan dengan Semangat Suporter Papua di Stadion Lukas Enembe

29 Januari 2026

Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?

29 Januari 2026

Reaksi Media Prancis Usai Kurzawa Bergabung dengan Persib

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?