Desain dan Layar
Galaxy A57 5G menawarkan desain yang memadukan kesan premium dengan kekuatan. Panel belakang kaca dipadukan dengan bingkai logam, memberikan kesan elegan sekaligus kokoh. Bobotnya sekitar 198 gram dengan ketebalan hanya 7,4 milimeter, menjadikannya cukup ramping untuk ukuran ponsel saat ini.
Layar AMOLED berukuran 6,6 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz menjadi daya tarik utama Galaxy A57. Pengguna akan merasakan pengalaman visual yang mulus, baik saat bermain gim maupun menjelajah media sosial. Teknologi pemindai sidik jari di dalam layar juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Performa dan Dapur Pacu
Di balik penampilannya yang menawan, Galaxy A57 diperkirakan menggunakan chipset Snapdragon 7 Gen 3. Chipset ini dikenal efisien dalam penggunaan daya dan mampu memberikan performa tinggi untuk multitasking maupun gaming.
Samsung menyediakan dua opsi RAM, yaitu 8GB dan 12GB, serta penyimpanan internal 128GB atau 256GB. Untuk pengguna yang membutuhkan ruang tambahan, tersedia slot microSD hingga 1TB.
Baterai berkapasitas 5.000 mAh menjadi standar baru di kelas menengah. Meski dukungan pengisian cepat 45W tidak secepat beberapa pesaing yang menawarkan teknologi lebih cepat, tetap memungkinkan perangkat terisi penuh dalam waktu relatif singkat.
Kamera: Andalan di Kelas Menengah
Samsung menempatkan kamera sebagai salah satu kekuatan utama Galaxy A57. Tiga kamera belakang terdiri dari kamera utama 64MP dengan Optical Image Stabilization (OIS), kamera ultra-wide 12MP, dan kamera makro 5MP. Kehadiran OIS membuat hasil foto lebih stabil, terutama dalam kondisi minim cahaya.
Untuk perekaman video, Galaxy A57 mendukung resolusi hingga 4K, cukup mumpuni bagi konten kreator pemula. Di bagian depan, kamera 32MP siap memenuhi kebutuhan selfie maupun video call. Hasilnya jernih dan tajam, mendukung tren komunikasi visual yang semakin dominan.
Harga Terbaru Januari 2026
Harga global Galaxy A57 dimulai dari $499 untuk varian 8GB/128GB. Di Indonesia, harga diperkirakan berada di kisaran Rp6,2 juta hingga Rp8 juta. Rentang harga ini menempatkan Galaxy A57 bersaing langsung dengan Oppo Reno series, Vivo V series, dan Xiaomi Redmi Note Pro.
Posisi di Pasar Indonesia
Samsung memanfaatkan reputasi seri A sebagai pilihan “aman” bagi konsumen yang menginginkan kualitas premium tanpa harus membeli flagship. Target pasar utamanya adalah anak muda, pekerja profesional, hingga keluarga yang membutuhkan perangkat serba bisa.
Kekuatan utama Galaxy A57 terletak pada desain premium, kamera dengan OIS, serta layar AMOLED 120Hz. Namun, tantangan datang dari merek Tiongkok yang menawarkan spesifikasi serupa dengan harga lebih rendah.
Analisis: Apakah Galaxy A57 Layak Dibeli?
Galaxy A57 memiliki sejumlah kelebihan yang patut diperhitungkan. Desain premium dengan material kaca dan logam memberi kesan mewah. Kamera utama 64MP dengan OIS menjadi nilai tambah signifikan, jarang ditemukan di kelas menengah. Layar AMOLED 120Hz juga memberikan pengalaman visual yang lebih halus.
Namun, ada beberapa kekurangan. Harga relatif lebih tinggi dibanding kompetitor dengan spesifikasi serupa. Selain itu, pengisian cepat 45W masih tertinggal dari pesaing yang sudah menawarkan teknologi lebih cepat.
Perbandingan dengan Kompetitor
Jika dibandingkan dengan Oppo Reno 11, Galaxy A57 unggul dalam kapasitas baterai dan kamera depan. Sementara Xiaomi Redmi Note 13 Pro menawarkan kamera utama 200MP dengan harga sedikit lebih rendah. Vivo V series juga menjadi pesaing kuat dengan desain tipis dan pengisian daya lebih cepat.
Meski demikian, Samsung tetap memiliki nilai tambah berupa ekosistem yang luas. Integrasi dengan perangkat lain seperti Galaxy Buds, Galaxy Watch, dan layanan Samsung Knox menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A57 hadir sebagai jawaban bagi konsumen yang menginginkan ponsel kelas menengah dengan rasa premium. Dengan harga Rp6,2–8 juta per Januari 2026, perangkat ini menawarkan kombinasi desain elegan, kamera mumpuni, dan layar berkualitas tinggi.
Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pribadi. Apakah kamera OIS dan ekosistem Samsung lebih bernilai dibanding spesifikasi “bombastis” dari kompetitor? Pada akhirnya, Galaxy A57 menegaskan posisi Samsung sebagai pemain utama di pasar smartphone Indonesia, menjaga reputasi seri A sebagai pilihan aman dan berkelas.



