Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Profil Luke Vickery, Pemain Sepak Bola Australia Berdarah Medan yang Dikabarkan Dinaturalisasi
  • Hanya Polisi Bersertifikat di Satlantas Polresta Gorontalo yang Bisa Tilang Pengendara
  • Mantan Pelatih Timnas Spanyol Robert Moreno Diduga Gunakan ChatGPT, Ini Penjelasannya!
  • Kronologi Mbak Rara Dikeluarkan Saat Ritual Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo, Pawang Hujan Langgar Aturan?
  • Viral, Warga Bekasi Temukan Celengan Unik Nenek di Dalam Pintu, Netizen: Pintu Rezeki yang Nyata
  • Persidangan kasus dana hibah Sleman berlangsung, saksi jabarkan aturan dan wewenang bupati
  • Persib Lepas Tiga Pemain Persija, Datangkan Dua Bek Eropa Top
  • Kubu Jokowi Akui Dapat Keuntungan dari Saksi Penggugat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Saham TSPC Diperkirakan Naik di 2026, Ini Rekomendasi Analis
Ekonomi

Saham TSPC Diperkirakan Naik di 2026, Ini Rekomendasi Analis

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) masih memiliki prospek yang kuat pada 2026, meskipun perseroan menghadapi tekanan penjualan sepanjang 2025. Emiten consumer health ini mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,13 triliun per September 2025, menunjukkan ketahanan kinerja di tengah pelemahan daya beli dan volatilitas ekonomi.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyatakan bahwa kekuatan utama TSPC berasal dari dominasi merek-merek kesehatan konsumen yang telah mengakar kuat di pasar domestik. Produk seperti Bodrex dan Hemaviton tetap menjadi pemimpin pasar di kategorinya dengan proposisi nilai yang kompetitif.

“Ketahanan fundamental TSPC didukung oleh brand equity yang sangat kuat dan cenderung inelastis terhadap kondisi ekonomi. Ditambah struktur keuangan yang konservatif dengan debt to equity ratio (DER) hanya sekitar 0,16 serta posisi kas per saham di atas Rp1.000, perseroan memiliki fleksibilitas tinggi menghadapi volatilitas makro,” ujar Abida.

Di tengah tekanan pendapatan, strategi efisiensi dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan laba. Perseroan melakukan optimalisasi bauran produk dengan fokus pada segmen bermargin tinggi, serta pengendalian beban operasional secara ketat.

TSPC Chart

by TradingView

“Pertumbuhan laba masih bisa melampaui pertumbuhan pendapatan. Efisiensi biaya, termasuk normalisasi beban gaji dan pengendalian promosi, membuat margin laba tetap solid. Kami perkirakan laba inti masih berpotensi tumbuh sekitar 14% hingga 15%,” jelasnya.

Dari sisi valuasi, Abida menilai saham TSPC masih diperdagangkan jauh di bawah nilai wajarnya. Saat ini TSPC berada di kisaran rasio price to earnings ratio (P/E) 8,4x–8,6x, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis yang berada di kisaran 13x.

“Valuasi TSPC masih terdiskon cukup dalam, bahkan sekitar 57% dari estimasi nilai wajarnya. Ditambah dividend yield yang tinggi di kisaran 7% hingga 8%, saham ini cukup menarik untuk investor jangka menengah hingga panjang,” katanya.

Sejumlah katalis juga dinilai dapat mendorong kinerja ke depan, mulai dari diversifikasi ke agribisnis dan nutrisi melalui pembentukan PT Tempo Agri Nusantara, peningkatan anggaran kesehatan nasional 2026, hingga akumulasi saham oleh pemegang saham pengendali.

Atas dasar tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk saham TSPC dengan target harga jangka menengah di rentang Rp 3.000 hingga Rp 3.100 per saham.

Di sisi lain, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai kinerja TSPC juga berpotensi terdorong oleh faktor musiman. Curah hujan yang tinggi biasanya meningkatkan konsumsi produk kesehatan masyarakat.

“Cuaca ekstrem cenderung berdampak positif terhadap penjualan produk consumer healthcare karena masyarakat lebih menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya risiko dari fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya bahan baku impor. “Tekanan cost masih menjadi perhatian utama, terutama jika volatilitas kurs berlanjut,” tambahnya.

Dari sisi pergerakan saham, Abdul Azis menilai ruang penguatan masih ada, namun cenderung moderat dalam jangka pendek jika tekanan margin belum sepenuhnya mereda.

“Kami masih merekomendasikan wait and see. Secara teknikal ada potensi pembentukan double top. Namun jika saham terkoreksi ke area Rp2.720–Rp2.670, itu bisa menjadi peluang trading buy dengan target Rp2.850–Rp2.900,” jelasnya.

Dengan kombinasi fundamental yang kuat, efisiensi yang terjaga, serta potensi katalis jangka menengah, saham TSPC tetap dinilai menarik bagi investor, meski volatilitas jangka pendek masih perlu diantisipasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Profil Luke Vickery, Pemain Sepak Bola Australia Berdarah Medan yang Dikabarkan Dinaturalisasi

28 Januari 2026

Hanya Polisi Bersertifikat di Satlantas Polresta Gorontalo yang Bisa Tilang Pengendara

28 Januari 2026

Mantan Pelatih Timnas Spanyol Robert Moreno Diduga Gunakan ChatGPT, Ini Penjelasannya!

28 Januari 2026

Kronologi Mbak Rara Dikeluarkan Saat Ritual Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo, Pawang Hujan Langgar Aturan?

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?