Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Mampukah Jadi Foldable Multi-Day? Samsung Galaxy Z Fold 8 Siap Lompat ke 5.000mAh
  • Tersangka Pembunuhan Dokter di Gayo Luas Ternyata Tetangga Korban yang Sudah Menikah dan Memiliki Anak
  • Rudy Mas’ud: 30 Persen Warga Kaltim Turunan Sulsel, Ajak Pengusaha Berperan di IKN
  • 3 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis di Tasikmalaya, Sambil Ngopi
  • 10 destinasi wisata Bogor hemat, indah, tiket di bawah Rp50 ribu
  • 5 Wisata Gratis di Surabaya untuk Liburan Hemat dan Seru
  • 5 Zodiak Beruntung dengan Ramalan Bintang Terbaik Pekan Ini
  • Rakata NX8 2026: Harga, Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Rudy Mas’ud: 30 Persen Warga Kaltim Turunan Sulsel, Ajak Pengusaha Berperan di IKN
Politik

Rudy Mas’ud: 30 Persen Warga Kaltim Turunan Sulsel, Ajak Pengusaha Berperan di IKN

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran dan Kekuatan Warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) mencakup sekitar 30 persen populasi Kaltim. Hal ini menjadi dasar bagi peran besar yang dimainkan oleh komunitas ini dalam membangun ekonomi dan sosial daerah. Dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2026, ia mengajak para pengusaha diaspora untuk menangkap peluang besar di Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya di sektor konstruksi, perumahan, dan perhotelan.

Rudy menonjolkan karakter saudagar Bugis-Makassar yang berani dan adaptif sebagai modal utama dalam mengelola potensi sumber daya alam (SDA) Kaltim yang melimpah. Ia menyebut bahwa keberadaan warga KKSS di Kalimantan Timur menjadi kekuatan besar dalam membangun jejaring ekonomi dan sosial. Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah.

Keberadaan dan Pengaruh KKSS di Kaltim

Menurut Rudy, sekitar 30 persen penduduk Kalimantan Timur merupakan bagian dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Pernyataan itu disampaikan Rudy saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026). Ia menyampaikan bahwa keberadaan warga KKSS di Kaltim menjadi kekuatan besar dalam membangun jejaring ekonomi dan sosial. Rudy juga menyampaikan apresiasi terhadap Andi Amran Sulaiman selaku Ketua Umum KKSS. Ia menilai Amran berhasil menjadi motor penggerak yang mempertemukan saudagar Bugis-Makassar dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri.

Karakteristik Saudagar Bugis-Makassar

Rudy menilai karakter saudagar Bugis-Makassar yang tangguh, ulet, dan adaptif menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai peluang ekonomi, termasuk di Kalimantan Timur yang akan menjadi pusat pertumbuhan baru seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia menekankan bahwa saudagar Bugis-Makassar dikenal berani, ulet, dan adaptif. Tidak akan menjadi saudagar kalau tidak punya keberanian, dan itu yang menjadi kekuatan kita.

Perpindahan pusat pemerintahan ke Ibu Kota Nusantara membuka peluang besar bagi para pelaku usaha, termasuk diaspora Bugis-Makassar, untuk ambil bagian dalam pembangunan. Rudy menyatakan bahwa Kalimantan Timur adalah tanah harapan ke depan dan momentum besar yang harus dimanfaatkan oleh kita semua.

Potensi SDA dan Sektor Pertanian

Rudy memaparkan bahwa Kalimantan Timur memiliki luas wilayah sekitar 127.000 kilometer persegi dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Ia menyoroti tiga wilayah strategis, yakni Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu, yang dinilai memiliki prospek besar untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan. Wilayah seperti Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu sangat luas dan potensial untuk kita tanami serta kembangkan, termasuk untuk komoditas kakao.

Kutai Timur disebut memiliki luas wilayah mencapai sekitar 36.000 kilometer persegi dengan jumlah penduduk relatif kecil, namun kaya sumber daya, termasuk batu bara yang menyumbang sekitar 60 persen produksi nasional. Selain itu, Berau dan Mahakam Ulu juga dinilai memiliki potensi besar, baik dari sisi wilayah maupun posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Di sektor pertanian, Rudy mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti kakao di tiga wilayah tersebut. Ia juga mengusulkan pemanfaatan kelapa genjah sebagai alternatif, mengingat masa panennya lebih cepat dibanding kelapa dalam. Menurut Rudy, kelapa genjah bisa berproduksi dalam tiga sampai empat tahun, sehingga menjadi pilihan yang lebih cepat untuk pengembangan ke depan.

Tantangan dan Peluang di IKN

Meski demikian, Rudy mengakui tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan infrastruktur. Karena itu, ia mengajak saudagar Bugis-Makassar untuk berperan aktif, khususnya dalam sektor konstruksi, perumahan, dan perhotelan guna menyambut kebutuhan pembangunan IKN. Ia menambahkan tentang pentingnya menjaga persaudaraan di antara warga KKSS, meski tersebar di berbagai daerah.

Hadirin dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar

Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional hingga kepala daerah dari berbagai provinsi. Agenda digelar di Hotel Claro Makassar Jl Ap Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026). Kehadiran para tokoh ini menambah semarak forum yang selama ini dikenal sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi jejaring saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain Wakil Ketua DPD RI Tamsil Lindung, Menteri Pertanian sekaligus Ketua DPP KKSS Andi Amran Sulaiman, Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta inisiator PSBM Aksa Mahmud. Turut hadir pula sejumlah politisi senayan asal Sulawesi Selatan, seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, hingga Syamsu Rizal MI.

Forum PSBM XXVI ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan saudagar, tetapi juga ajang silaturahmi lintas sektor. Suasana kebersamaan terasa kuat ketika para tokoh dari berbagai latar belakang duduk bersama, berdiskusi, sekaligus mempererat hubungan dalam semangat persaudaraan Bugis-Makassar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

28 Perwira TNI Angkatan Darat Naik Pangkat Usai Mutasi, Ada Jenderal Dekat Prabowo

29 Maret 2026

Mahasiswa Aceh Diundang PBB Bicara Pengentasan Konflik

29 Maret 2026

Pengumuman Trump: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau AS Hancurkan Pembangkit Listrik

29 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mampukah Jadi Foldable Multi-Day? Samsung Galaxy Z Fold 8 Siap Lompat ke 5.000mAh

29 Maret 2026

Tersangka Pembunuhan Dokter di Gayo Luas Ternyata Tetangga Korban yang Sudah Menikah dan Memiliki Anak

29 Maret 2026

Rudy Mas’ud: 30 Persen Warga Kaltim Turunan Sulsel, Ajak Pengusaha Berperan di IKN

29 Maret 2026

3 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis di Tasikmalaya, Sambil Ngopi

29 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?