Pembentukan Batalyon Olahraga TNI
Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membentuk Batalyon Olahraga setelah 39 prajurit, termasuk Rizki Juniansyah, berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam ajang SEA Games 2025 di Thailand. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah.
Batalyon Olahraga tersebut berada di bawah Pusat Jasa Perbekalan dan Material Dasar (Pusjaspermildas) TNI. “Untuk pembentukan Batalyon Olahraga berada di bawah Pusjaspermildas TNI, saat ini sedang dalam proses validasi organisasi dan tugas,” ujarnya.
Meskipun demikian, Aulia tidak menjelaskan secara rinci mengenai Batalyon Olahraga tersebut. Namun, para prajurit yang tergabung dalam Batalyon Olahraga akan dilatih oleh pelatih profesional. “Untuk pembinaan tetap akan berkolaborasi dengan pelatih profesional,” kata dia.
Kenaikan Pangkat Rizki Juniansyah
Diberitakan sebelumnya, atlet angkat besi (lifter) Rizki Juniansyah mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten. Kenaikan pangkat itu diterima Rizki karena kembali berhasil memecahkan rekor dunia di cabang olahraga (cabor) angkat besi.
Adapun kenaikan pangkat tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menyerahkan bonus kepada atlet berprestasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). “Jadi saya dapat laporan, Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Jadi dari Letnan Dua langsung Kapten,” kata Prabowo, Kamis.
Selain Rizki, Muhammad Alfi Kusuma dari cabor Taekwondo juga mendapatkan kenaikan pangkat dari Letnan Dua (Letda) menjadi Letnan Satu (Lettu). Adapun 39 prajurit TNI berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, termasuk Rizki dan Alfi.
Sementara itu, 37 prajurit TNI lainnya menerima penghargaan berupa kesempatan mengikuti pendidikan Sekolah Perwira dan Sekolah Bintara.
Rizki Juniansyah Banggakan TNI
Sosok Rizki Juniansyah menjadi kebanggaan Indonesia, karena baru saja memecahkan rekor dalam ajang SEA Games 2025. Karena prestasinya itu, Rizki Juniansyah yang resmi menjadi anggota TNI Angkatan Laut (AL) pada 27 November 2025 langsung naik pangkat menjadi Kapten.
Sebelumnya, Rizki Juniansyah menyandang pangkat Letnan Dua (Letda). Kenaikan pangkat dua tingkat itu diakui Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai penghargaan kepada anggota TNI yang berprestasi seperti Rizki Juniansyah. “Kebijakan dari saya, selaku Panglima TNI akan memberikan reward dan punishment kepada seluruh prajurit. Kemarin, tahun baru, saya memberikan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa) kepada prajurit berprestasi di daerah tugas di Papua,” tegas Agus.
Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto pun ikut bangga terhadap Rizki. Apalagi, ia sempat memperoleh medali emas pada Olimpiade 2024. Saat mengikuti SEA Games, Rizki Juniansyah memecahkan rekor dunia pada cabang angkat besi kelas 79 kilogram putra. Ia mencatatkan angkatan clean and jerk seberat 205 kilogram, melampaui rekor dunia sebelumnya atas namanya sendiri dengan 204 kilogram.
Selain itu, Rizki juga membukukan total angkatan 365 kilogram, memecahkan rekor dunia 362 kilogram yang sebelumnya dipegang lifter Mesir, Abdelrahman Younes.
Profil Rizki Juniansyah
Rizki Juniansyah adalah atlet angkat besi Indonesia yang lahir pada 17 Juni 2003 di Serang, Banten. Ia merupakan putra dari pasangan Yasin dan Yeni Rohaeni, yang keduanya mantan atlet angkat besi, sehingga ia dibesarkan dalam lingkungan olahraga sejak kecil.
Saat ini, usia Rizki 22 tahun. Pria yang karib disapa Kijun itu kini aktif sebagai prajurit TNI Angkatan Laut sekaligus atlet nasional. Saat resmi menjadi anggota TNI AL pada November 2025 lalu, Rizki Juniansyah menyandang pangkat Letnan Dua (Letda).
Letnan Dua (Letda) merupakan pangkat perwira pertama terendah dalam struktur Tentara Nasional Indonesia (TNI), termasuk TNI Angkatan Laut (AL). Pangkat ini setara dengan Second Lieutenant di militer negara lain, dan diberikan kepada lulusan Akademi Militer setelah pendidikan dasar.
Dalam TNI AL, Letda biasanya menjabat sebagai kepala divisi di kapal atau komandan peleton di Korps Marinir, bertanggung jawab atas operasional taktis kecil. Mereka memimpin unit dasar, merencanakan misi terbatas, dan melapor ke perwira senior seperti Letnan Satu atau Kapten.
Letda berada di bawah Letnan Satu (Lettu) dan di atas Bintara seperti Sersan Mayor, sebagai bagian dari golongan Perwira Pertama (Pama). Namun, pangkat Letda itu tak lama disandang Rizki Juniansyah.
Pada Januari 2026, ia naik pangkat dua tingkat menjadi Kapten. Kapten merupakan pangkat perwira pertama tertinggi dalam struktur Tentara Nasional Indonesia (TNI), tepat di atas Letnan Satu (Lettu) dan di bawah Mayor. Di TNI Angkatan Laut (AL), disebut Kapten Laut dan setara dengan Captain di militer internasional.
Kapten biasanya memimpin kompi atau divisi kapal, bertanggung jawab atas operasi taktis menengah seperti patroli laut atau komando unit Marinir. Mereka merencanakan strategi, mengawasi anak buah, dan melapor ke perwira menengah. Kapten berada di puncak Perwira Pertama (Pama), diikuti Perwira Menengah seperti Mayor Laut.



