Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan telak dalam laga melawan PSIM Jogjakarta. Kemenangan ini tidak hanya membawa tiga poin penting, tetapi juga menjadi momen yang menonjolkan peran Risto Mitrevski sebagai pemain utama di lini belakang.
Performa Mengesankan Risto Mitrevski
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul, Persebaya Surabaya mengalahkan PSIM Jogjakarta dengan skor 3-0. Tiga gol dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Hasil ini memperkuat posisi Persebaya Surabaya di klasemen sementara BRI Super League dengan 31 poin.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah kekuatan lini belakang Persebaya Surabaya. Di tengah-tengah pertahanan, Risto Mitrevski tampil luar biasa. Dia dianugerahi penghargaan Player of The Match karena perannya yang konsisten dan disiplin sepanjang pertandingan.
Keberhasilan Berkat Kerja Sama Tim
Risto Mitrevski mengakui bahwa kemenangan ini bukanlah hal mudah. “Yang paling penting adalah kita menang,” ujarnya. Menurutnya, kunci keberhasilan Persebaya Surabaya adalah kerja sama tim yang solid. Sejak awal pertandingan, dia memprediksi tekanan dari PSIM akan terasa.
“Kami disiplin di lini belakang dan mereka akan menekan kami dari awal pertandingan,” kata Risto. Meskipun tekanan tersebut sempat membuat Persebaya Surabaya kesulitan di menit awal, tim mampu bertahan berkat mental yang kuat.
Statistik yang Membuktikan Kontribusi
Secara statistik, kontribusi Risto Mitrevski sangat terasa. Dia mencatat tujuh sapuan krusial, dua blok tembakan, satu intersep penting, serta satu tekel. Dalam distribusi bola, Risto mencatatkan 11 umpan dengan lima di antaranya sukses. Akurasinya mencapai 46 persen, cukup untuk menjaga tempo permainan dari belakang.
Dia juga memenangi satu duel udara melalui umpan kepala. Statistik ini mencerminkan peran Risto sebagai bek yang fokus pada keamanan area pertahanan.
Peran Lini Belakang dalam Identitas Persebaya Surabaya
Konsistensi lini belakang Persebaya Surabaya semakin terlihat di era kepelatihan Bernardo Tavares. Tim tampil disiplin di belakang sekaligus efektif di lini depan. Keseimbangan ini membuat Persebaya Surabaya menjadi tim yang sulit dikalahkan.
Kemenangan atas PSIM menjadi bukti konkret identitas permainan Persebaya Surabaya musim ini. Tim tampil pragmatis, efisien, dan tahu kapan harus menekan serta bertahan.
Risto Mitrevski sebagai Simbol Transformasi
Risto Mitrevski menjadi simbol dari transformasi tersebut. Dia bukan hanya bek tangguh, tetapi juga pemimpin yang memberi rasa aman bagi seluruh tim. Dengan performa seperti ini, Persebaya Surabaya memiliki modal kuat untuk bersaing di papan atas.
Pertahanan rapat Persebaya Surabaya menjadi fondasi utama kemenangan di Bantul. Risto menyebut clean sheet sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemain. “Kami menahan tanpa kebobolan di belakang, dan setelah itu kami memiliki pemain kualitas di depan. Untuk menghukum lawan,” tutur bek bernomor punggung tersebut.
Komunikasi antarpemain belakang juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pertahanan. Risto merasa koordinasi di lini belakang berjalan sangat natural. “Komunikasi mudah, kami mengerti. Semuanya antara diri kami, jadi semuanya baik-baik saja,” kata Risto Mitrevski dengan nada tenang.
Meski mendapat penghargaan individu, Risto menolak disebut sebagai pahlawan tunggal. Dia menekankan kemenangan ini lahir dari semangat kolektif seluruh skuad. “Ini adalah kemenangan dari tim, bukan dari individu. Kami berjuang sebagai tim, berjuang sebagai tim, dan akhirnya menang sebagai tim,” papar Risto Mitrevski.
Dengan performa seperti ini, Persebaya Surabaya memiliki peluang besar untuk merangsek ke posisi lebih tinggi. Selama tembok pertahanan tetap kokoh, peluang meraih hasil positif akan terbuka lebar. Player of The Match ini menegaskan satu hal penting: Persebaya Surabaya punya palang pintu yang tak mudah digeser, dan Risto Mitrevski berdiri di garis terdepan.



