Jerome Kurnia, seorang aktor muda yang kini sedang menjalani berbagai proses kreatif dalam dunia seni peran, mengungkapkan keinginannya untuk kembali memperluas ruang ekspresinya. Dalam wawancara yang dilakukan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jerome membicarakan peluang-peluang karier yang masih terbuka baginya, baik di layar kaca maupun layar lebar. Namun yang menarik adalah, ia menyebut bahwa satu medium yang belum lama ia sentuh, yaitu teater, menjadi salah satu hal yang ingin ia coba kembali.
Keinginan untuk Kembali Bermain Teater
Menurut Jerome, teater bukan hanya sekadar media seni peran. Baginya, panggung teater adalah titik awal dari perjalanan kreatifnya sebagai seorang aktor. Dari sana, ia merasa mendapatkan dasar yang kuat dalam berakting, baik itu di film maupun serial televisi. Ia mengatakan bahwa teater adalah tempat di mana rasa cinta terhadap seni peran tumbuh dan berkembang.
“Karena gua mulainya dari situ (teater) dan itu yang gua suka. Yang awal membuat gua suka kepada seni peran. Dan mungkin belum ada yang pas waktunya,” ujarnya.
Meskipun begitu, Jerome sempat mendapat tawaran untuk bermain teater. Sayangnya, ia harus menolak karena jadwal yang bentrok. Meski begitu, ia tetap berharap bisa kembali mencoba teater di masa depan.
Perbedaan Medium dalam Seni Peran
Dalam perjalanan aktingnya, Jerome telah mencoba berbagai medium, termasuk panggung teater, film, dan televisi. Namun, ia menolak anggapan bahwa satu medium lebih sulit atau lebih mudah dibanding yang lain. Menurutnya, setiap medium memiliki tantangan dan keunikan sendiri yang tidak bisa dibandingkan secara hitam-putih.
“Ya beda-beda semua gitu. Beda-beda. Mau di panggung, mau di film, mau di TV itu semua berbeda. Nggak ada yang lebih susah, nggak ada yang lebih mudah. Nggak ada yang lebih bagus, nggak ada yang lebih jelek. Itu beda,” katanya.
Ia juga menyoroti kesalahan persepsi yang sering muncul, terutama bagi mereka yang belum mencoba langsung sebuah medium. Banyak orang, termasuk aktor, kerap beranggapan bahwa satu bentuk seni peran akan terasa lebih mudah dibanding yang lain. Namun menurut Jerome, anggapan itu kerap runtuh begitu seseorang benar-benar terjun dan merasakannya sendiri.
“Pertama mungkin kalau kita belum mencoba kita kira ‘Oh mungkin ini lebih kayak begini, oh mungkin ini lebih mudah’, tapi enggak,” ujarnya.
Analogi Seni Peran dalam Berbagai Medium
Untuk menjelaskan perbedaan tersebut, Jerome memberikan analogi yang sederhana namun kuat. Baginya, seni peran di berbagai medium ibarat melukis dengan alat yang berbeda. Tujuannya sama, yaitu menggambarkan sesuatu, namun teknik, pendekatan, dan tantangannya jelas tidak serupa.
“Ketika lu nyobain itu tuh sama-sama susah, sama-sama mudah. Contoh, kita itu sama-sama ngelukis. Tapi yang satu kita lukisnya pakai cat air, satu pakai cat minyak. Tekniknya berbeda tapi kan sama-sama menggambarkan sesuatu. Gitu mungkin ya,” ujarnya.
Rasa Nervous Saat Tampil di Panggung
Sudah lama tak berkecimpung di dunia teater, Jerome pun mengaku akan tetap nervous saat tampil. Namun, bagi dia, nervous bukanlah penghalang, melainkan pemantik adrenalin yang membuat sebuah pertunjukan terasa hidup dan menantang. Perasaan tersebut menjadi tanda bahwa apa yang akan ia lakukan adalah sesuatu yang berarti.
“Pasti dong, pasti. Pasti ada nervous. Gua justru suka nervous. Nervous itu menurut gua membuat sesuatu itu jadi asik. Sesuatu jadi seru,” katanya.



