Tantangan Wakil Gubernur Kalbar terhadap Gubernur Jawa Barat
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan, memberikan tantangan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menantang Dedi Mulyadi untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur di Kalbar dengan anggaran APBD sebesar Rp6 triliun. Tantangan ini disampaikan dalam sebuah pidato yang viral di media sosial.
Krisantus mengatakan bahwa jika Dedi Mulyadi berhasil melakukan pembangunan tersebut, ia akan mencium lutut gubernur Jawa Barat tersebut sebagai tanda apresiasi. Ia juga menyampaikan bahwa ada pihak yang ingin meminjam Dedi Mulyadi selama 3 bulan agar ia menjadi Gubernur Kalbar sementara waktu. “Ayo tukar kita!” ujarnya.
Perbedaan Fiskal antara Kalbar dan Jabar
Krisantus menegaskan bahwa Provinsi Kalbar tidak bisa dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa luas wilayah Kalbar adalah 11 kali lebih besar dari Jawa Barat, namun hanya mendapat jatah APBD sebesar Rp6 triliun. Sementara itu, Jawa Barat memiliki APBD yang jauh lebih besar, yaitu Rp31 triliun, meskipun luas wilayahnya lebih kecil.
Ia menekankan bahwa perbedaan fiskal, luas wilayah, dan APBD sangat signifikan antara dua provinsi tersebut. Hal ini menjadi dasar dari tantangan yang diberikan oleh Wakil Gubernur Kalbar.
Respons Bijak Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi merespons tantangan tersebut secara bijak. Ia mengunggah pernyataannya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam responsnya, Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf jika pembangunan di Jawa Barat dinilai menyinggung daerah lain.
Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, termasuk masalah kekuatan fiskal dan anggaran. Dedi Mulyadi juga menyampaikan rasa hormat terhadap kondisi Kalbar yang memiliki luas wilayah yang besar tetapi keterbatasan anggaran.
Ia meminta maaf jika apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung masyarakat atau pemerintah daerah lain. Dedi Mulyadi mengajak pemerintah daerah lain untuk bersama-sama melayani masyarakat dengan baik. Ia juga berdoa agar daerah-daerah lain dapat meningkatkan kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasil dapat mengalir ke daerah penghasil.
Latar Belakang Konflik
Latar belakang konflik ini berawal dari video viral yang menampilkan warga dan anak-anak di Kalbar memprotes jalan rusak yang penuh lumpur. Dalam video tersebut, anak-anak meminta agar Gubernur Kalbar diganti dengan Dedi Mulyadi.
Mereka menyebut Gubernur Kalbar, Ria Norsan, sebagai orang yang molor dan abai terhadap kerusakan infrastruktur masyarakat. Anak-anak tersebut bahkan menyebut bahwa Gubernur mereka hanya mementingkan diri sendiri daripada masyarakat.
Permintaan anak-anak ini menjadi sorotan dari warganet. Dalam video tersebut, sekelompok anak-anak mengungkapkan bahwa jalan di desa mereka rusak dan tidak pernah diperbaiki. Mereka menyampaikan keluhan dengan bahasa Sunda, menyebut bahwa Gubernur mereka tidak bekerja dengan baik.
Selain video anak-anak, ada juga video yang diunggah oleh akun Instagram Elisabet Murni. Video tersebut menunjukkan jalan poros SP-3 Bedayan di Kabupaten Sintang, Kalbar, yang penuh lumpur dan sulit dilalui. Perekam video menyampaikan harapan agar Dedi Mulyadi bisa menjadi Gubernur Kalbar sementara waktu untuk memperbaiki jalan tersebut.
Perekam video juga menyebut bahwa selama kepemimpinan saat ini, jalan-jalan di wilayahnya nyaris tidak tersentuh perbaikan. Ia berharap Dedi Mulyadi bisa datang dan membantu masyarakat dengan memperbaiki infrastruktur yang rusak.



