Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan
  • Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun
  • Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan
  • Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland
  • Prediksi Skor Chile vs Cape Verde: Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, Scorpio, 29 Maret 2026 – Kenaikan Saldo & Hadapi Konflik
  • Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
  • ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
Nasional

Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tema Renungan Katolik Hari Ini: “Bapa Ada Dalam Aku”

Renungan Katolik hari ini memiliki tema utama “Bapa Ada Dalam Aku”, yang menjadi fokus dari refleksi spiritual bagi umat Katolik. Tema ini relevan dengan perayaan hari Jumat pekan V Prapaskah, yang juga merayakan Santo Rupertus, Uskup dan Pengaku Iman, Nikodemus, Pengajar Israel, serta Santa Lucy Filipini, Pengaku Iman. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah ungu, yang menggambarkan kesedihan dan harapan.

Berikut bacaan liturgi yang dibacakan dalam misa hari ini:

Bacaan Pertama: Yeremia 20:10-13

“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”

Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh.

Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan!

Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm. 18:2-3a.3b-4.5-6.7

Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.

Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.

Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.

Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Bait Pengantar Injil: Yohanes 6:64b,69b

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil: Yohanes 10:31-42

“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”

Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?”

Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?’ Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!’ karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: “Bapa Ada Dalam Aku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam bacaan hari ini, kita diajak melihat kedalaman hubungan Yesus dengan Bapa. Di satu pihak, Nabi Yeremia mengalami penganiayaan dan dibawa pada situasi sulit, namun ia tetap berpaut pada Tuhan. Di pihak lain, Injil Yohanes menampilkan Yesus yang dituduh, tetapi karya-Nya justru memancarkan bahwa Bapa hadir dalam diri-Nya. Tema “Bapa ada dalam Aku” mengajak kita beralih dari sekadar mendengar tentang Allah, menuju percaya bahwa Allah bekerja nyata melalui Yesus.

Saudara-saudari terkasih.

Dalam bacaan ini (Yer. 20:10-13), Nabi Yeremia menghadapi lawan-lawan yang mengejek dan menutup jalan. Namun ia tidak tenggelam dalam takut. Ia mengandalkan Tuhan: Tuhan tahu, Tuhan adil, dan Tuhan menjadi keselamatan. Ayat-ayat ini mengajar kita untuk tetap berseru kepada Allah ketika diserang, sambil menaruh harapan pada-Nya. Dan dalam Injil (Yoh. 10:31-42), para pendengar mencoba menangkap Yesus karena Dia mengklaim hal-hal ilahi. Yesus menjawab dengan membawa dasar yang paling kuat: pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya. Jika karya-Nya berasal dari Allah, maka kesimpulannya: Bapa ada dalam Dia. Jadi, iman tidak hanya lahir dari kata-kata, tetapi juga dari pengenalan akan karya Allah yang tampak dalam diri Yesus. Maka poin refleksi kita adalah:

  • Saat ditekan, tetap sandar pada Tuhan: Bagian hidup mana yang sedang membuat Anda merasa terpojok atau diserang—kata-kata, sikap, atau ketidakadilan? Renungkan: apakah Anda masih menyerahkan ketakutan itu kepada Tuhan, atau justru membiarkannya menguasai hati?

  • Kenali Yesus lewat “karya Allah” di sekitar Anda: Dalam Injil, orang-orang diajak melihat karya Yesus. Renungkan: bentuk-bentuk kasih, pertolongan, penghiburan, dan perubahan apa yang pernah Anda alami melalui Yesus? Bagaimana pengalaman itu dapat menguatkan iman Anda saat keraguan muncul?

  • Bapa ada dalam Aku: Kepercayaan kepada Yesus bukan seperti teori, melainkan relasi: Allah yang berkuasa dan mengasihi nyata dalam diri Kristus. Renungkan: sejauh mana Anda mengizinkan Tuhan bekerja dalam keputusan dan cara hidup Anda bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam sikap harian?

Saudara-saudari terkasih

Pesan untuk kita, pertama, marilah kita percaya bahwa Yesus bukan hanya utusan, tetapi tanda kehadiran Allah yang nyata: “Bapa ada dalam Aku.” Kedua, karena itu, ketika kita diserang seperti Yeremia, kita tidak sendirian. Dan ketika kita ragu, kita dapat kembali memandang karya Kristus. Ketiga, semoga Tuhan meneguhkan iman kita agar hidup kita makin selaras dengan kehendak Bapa. Tuhan memberkati kita semua.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026

ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan

30 Maret 2026

Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun

30 Maret 2026

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?