Perbedaan Durasi Puasa Ramadhan 2026 di Berbagai Wilayah Dunia
Ramadhan 2026 menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia, dengan durasi puasa yang berbeda-beda tergantung posisi geografis dan perubahan musim. Fenomena ini menunjukkan bagaimana ibadah puasa tidak hanya memiliki makna spiritual tetapi juga berkaitan dengan dinamika alam dan astronomi.
Di Indonesia, durasi puasa pada hari pertama Ramadhan 2026 diperkirakan sekitar 13 jam 28 menit. Kestabilan ini disebabkan oleh letak Indonesia yang dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga durasi siang dan malam relatif seimbang. Namun, di wilayah lain, perbedaan bisa mencapai beberapa jam. Di Belahan Bumi Utara, misalnya, durasi puasa cenderung lebih panjang karena semakin bertambahnya waktu siang, sementara di Belahan Bumi Selatan, durasi puasa akan semakin pendek seiring dengan perubahan musim.
Secara global, variasi durasi puasa dalam Ramadhan menjadi fenomena tahunan yang terus bergeser mengikuti siklus kalender Islam. Dengan lebih dari dua miliar Muslim di dunia, setiap negara memiliki rentang waktu puasa yang berbeda, tergantung pada lintang geografis dan musim yang sedang berlangsung. Perbedaan ini tidak hanya mencerminkan aspek astronomi, tetapi juga dinamika pergeseran Ramadhan dalam siklus 33 tahunan kalender Hijriah.
Perhitungan Durasi Puasa Berdasarkan Lokasi
Laporan dari Liga Muslim Dunia (Muslim World League) yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, memberikan estimasi awal Ramadhan 2026. Menurut data tersebut, durasi puasa di berbagai negara bervariasi, seperti:
- Türkiye: 12 jam 23 menit
- Arab Saudi: 12 jam 42 menit
- Amerika Serikat: 12 jam 25 menit
- Inggris: 12 jam 8 menit
- Finlandia: 11 jam 53 menit
- Pakistan: 12 jam 30 menit
- Jepang: 12 jam 27 menit
- Spanyol: 12 jam 23 menit
- Indonesia: 13 jam 28 menit
- Brasil: 13 jam 47 menit
- Afrika Selatan: 14 jam 13 menit
Dari data ini, Indonesia berada di peringkat ke-11 dari kota-kota yang dibandingkan berdasarkan durasi puasa terlama pada awal Ramadhan 2026. Posisi ini menempatkan Indonesia di tengah spektrum global, tidak termasuk yang terlama maupun tercepat, tetapi tetap lebih panjang dibanding sejumlah negara Eropa Barat.
Negara dengan durasi puasa terlama pada awal Ramadhan 2026 antara lain:
- Selandia Baru: 15 jam 22 menit
- Chili: 15 jam 13 menit
- Australia: 14 jam 48 menit
- Uruguay: 14 jam 42 menit
Sementara itu, negara dengan durasi tercepat antara lain:
- Prancis: 11 jam 33 menit
- Greenland: 11 jam 42 menit
- Islandia: 11 jam 42 menit
- Finlandia: 11 jam 44 menit
- Rusia: 11 jam 44 menit
Perubahan Durasi Puasa di Akhir Ramadhan
Menjelang akhir Ramadhan, perhitungan menunjukkan perubahan signifikan. Misalnya, Reykjavik, Islandia, dan Nuuk, Greenland, diproyeksikan mencatat durasi terpanjang pada 19 Maret, yakni 15 jam 3 menit. Sebaliknya, Christchurch di Selandia Baru yang semula mencatat 15 jam 22 menit pada awal bulan akan turun hampir dua jam menjadi 13 jam 46 menit.
Fenomena ini menegaskan bahwa durasi puasa bukanlah angka statis, melainkan cerminan pergerakan astronomi dan rotasi bumi terhadap matahari. Setiap tahun, umat Muslim di berbagai lintang menghadapi tantangan fisik yang berbeda, namun tetap berada dalam kerangka waktu yang secara global berkisar 12 hingga 15 jam.
Keberagaman Global dalam Ibadah Ramadhan
Dengan demikian, Ramadhan 2026 kembali memperlihatkan wajah global Islam yang beragam namun terhubung oleh ibadah yang sama. Dari Jakarta hingga Reykjavik, dari Santiago hingga London, perbedaan durasi puasa menjadi bagian dari dinamika kosmologis yang terus bergerak mengikuti waktu—dan akan terus berubah hingga siklusnya kembali berulang dalam dekade-dekade mendatang.


