Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 9 Februari 2026
Trending
  • Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Dirjen Anggaran
  • Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Direktorat Anggaran
  • Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?
  • Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara
  • Purbaya: Pajak 2026 Melebihi Target?
  • Regulator Naikkan Target Penyaluran Kredit Tahun 2026, Sejumlah Bank Siapkan Strategi
  • Ramadan Dorong Kinerja Emiten Poultry di Kuartal I 2026
  • Tiga zodiak alami perubahan keuangan terbesar 9-15 Februari 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Ramadan Dorong Kinerja Emiten Poultry di Kuartal I 2026
Ekonomi

Ramadan Dorong Kinerja Emiten Poultry di Kuartal I 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Kinerja emiten sektor unggas (poultry) di Indonesia menunjukkan berbagai perubahan selama periode Januari hingga September 2025. Momen Ramadan diperkirakan menjadi faktor pendorong kinerja emiten poultry pada kuartal pertama tahun 2026.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh emiten poultry di kuartal I – 2026 adalah peningkatan harga soybean (bungkil kedelai) impor. Soybean berkontribusi sekitar 25% terhadap biaya bahan baku pakan. Hal ini bisa memengaruhi margin keuntungan perusahaan.

Selain itu, sentimen perdagangan antara China dan Amerika Serikat (AS) juga perlu diperhatikan. Penguatan harga soybean dunia terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Tiongkok berencana meningkatkan pembelian kedelai AS menjadi 20 juta ton pada musim ini dan 25 juta ton pada musim berikutnya. Hingga akhir Januari, China telah membeli sekitar 12 juta ton, memenuhi komitmen AS setelah gencatan senjata dagang pada akhir Oktober.

Harry Su mengungkapkan bahwa kinerja keuangan emiten poultry di kuartal I – 2026 diperkirakan kuat, terutama didorong oleh musim Ramadan dan Lebaran.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan juga melihat prospek kinerja emiten poultry sangat positif. Pendorong utamanya adalah implementasi penuh Makan Bergizi Gratis (MBG) dan lonjakan permintaan musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Secara historis, harga livebird (unggas hidup) dapat mencapai sekitar Rp 23.000 per kilogram (kg). David menilai harga ayam broiler pada tahun 2026 stabil cenderung naik karena adanya “Demand Floor” dari program MBG, sehingga risiko harga anjlok berkurang.

Dampaknya terhadap laba emiten poultry diperkirakan tumbuh 8% – 12% year on year karena kenaikan volume penjualan mampu menutupi kenaikan biaya kurs.

Victor Stefano, Analis BRI Danareksa menyampaikan bahwa pemerintah berencana untuk mengalihkan wewenang impor bungkil kedelai (SBM) dari perusahaan swasta ke BUMN (PT Berdikari) mulai tahun 2026. Tujuannya adalah untuk memastikan pasokan dan harga pakan yang terkontrol dan selaras secara nasional.

SBM tercatat berkontribusi sekitar 20% sampai 25% dari biaya pakan unggas pada umumnya dan merupakan bahan pakan impor tahunan terbesar. Untuk menghindari gangguan pasar selama masa transisi, perusahaan swasta masih diizinkan untuk mengimpor SBM secara langsung hingga 31 Maret 2026, dengan volume yang tunduk pada koordinasi dengan PT Berdikari.

Pemerintah juga mewajibkan para pedagang untuk tidak menimbun stok guna menjaga stabilitas harga. Meskipun Indonesia secara historis memperoleh SBM terutama dari Brasil dan Argentina, Victor menilai impor terpusat dapat mengurangi fleksibilitas dalam pemilihan negara asal.

Jika kesepakatan perdagangan antar negara menyebabkan lebih banyak impor dari AS, yang secara struktural diperdagangkan dengan harga premium, hal itu dapat meningkatkan biaya pakan dasar efektif, yang diperkirakan sekitar 2%. Selain harga dasar yang lebih tinggi, biaya SBM akan lebih tinggi karena margin pedagang yang BRI Danareksa perkirakan sekitar 5% berdasarkan margin kotor Berdikari tahun 2024 di segmen penugasan pemerintah.

“Terlepas dari potensi kenaikan harga SBM sebesar 7%, perlu dicatat bahwa hal ini akan memengaruhi semua pabrik pakan,” ujar Victor.

Berdasarkan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas, peningkatan biaya SBM sebesar 7% yang dimulai pada April 2026 akan berdampak negatif pada EBITDA tahun 2026 sebesar 1,1% – 3,8% dan laba bersih tahun 2026 sebesar 1,4% – 8,1%.

Meskipun tertunda, Victor melihat biasanya peningkatan biaya pakan di seluruh industri akan diteruskan ke harga pakan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam jangka panjang, margin pakan akan stabil, tetapi akan menyingkirkan peternakan unggas yang kurang efisien dan/atau menaikkan harga ayam.

“Meskipun peraturan baru akan berdampak negatif pada margin dan pendapatan integrator dalam jangka pendek, kami percaya integrator yang lebih besar akan berkembang dalam jangka panjang mengingat keunggulan skala ekonomi mereka yang lebih besar,” kata Victor.

MAIN Chart

by TradingView

Victor merekomendasikan:

Buy* saham CPIN, JPFA, dan Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dengan target harga masing-masing Rp 5.600 per saham, Rp 3.100 per saham, dan Rp 1.500 per saham.

Harry merekomendasikan:

Buy saham JPFA dengan target harga Rp 3.100 per saham,

Buy saham CPIN dengan target harga Rp 6.000 per saham, dan

Buy* saham MAIN dengan target harga Rp 1.500 per saham.

Sementara David merekomendasikan:

Buy* saham JPFA dengan target harga Rp 3.400 per saham.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Dirjen Anggaran

9 Februari 2026

Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Direktorat Anggaran

9 Februari 2026

Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?

9 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Dirjen Anggaran

9 Februari 2026

Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Direktorat Anggaran

9 Februari 2026

Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?

9 Februari 2026

Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara

9 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?