Tips Olahraga Sederhana Saat Puasa dari Pelatih Fisik Persebaya
Pelatih fisik Persebaya Surabaya, Shin Sang-gyu, kembali memberikan tips olahraga sederhana yang cocok dilakukan selama bulan Ramadhan. Dalam video yang diunggahnya, ia memperagakan gerakan plank sebagai latihan yang mudah dilakukan dan efektif untuk menjaga kebugaran tubuh saat berpuasa.
Shin mengawali dengan sapaan hangat yang langsung menarik perhatian para penggemar Persebaya. Ia menyampaikan pesannya dalam bahasa Korea dan berharap dapat terjalin hubungan dekat dengan suporter. “Halo semuanya. Aku akan menyapa dalam bahasa Korea. Senang bertemu denganmu. Saya Shin Sang-gyu, pelatih fisik,” ujarnya.
Menurut Shin, puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. Ia mengingatkan bahwa penurunan aktivitas fisik sering membuat tubuh terasa lemas. Namun, dengan latihan sederhana dan tepat waktu, kebugaran tetap bisa dipertahankan tanpa mengganggu ibadah.
“Jadi hari ini untuk kalian, tepat sebelum buka puasa atau setelah buka puasa, saya akan memperkenalkan beberapa latihan sederhana yang dapat anda lakukan di rumah,” jelasnya.
Gerakan Plank: Latihan Efektif untuk Otot Inti
Gerakan pertama yang diperagakan adalah plank. Shin menjelaskan bahwa gerakan ini sudah cukup familiar bagi banyak orang dan efektif untuk menjaga kekuatan otot inti selama puasa.
“Mari kita mulai dengan gerakan pertama: Plank. Gerakan pertama adalah plank yang sebagian besar dari kalian sudah tahu,” ujarnya. Dia kemudian menjelaskan teknik dasar agar gerakan dilakukan dengan benar dan aman.
Pada dasarnya, siku menempel ke lantai dan garis tulang belakang harus lurus dalam satu garis. Posisi tubuh tidak boleh melengkung atau turun karena bisa mengurangi efektivitas latihan. Shin juga memahami bahwa tidak semua orang mampu melakukan plank dengan posisi siku bertumpu di lantai. Karena itu, dia memberi alternatif gerakan yang lebih mudah.
“Tapi sekarang, bagi mereka yang merasa posisi ini sulit, jadi anda dapat memulai dengan posisi push-up sebagai gantinya dengan lengan lurus. Kamu bisa melakukannya. Oh ini juga dianggap gerakan plank,” jelasnya.
Teknik dan Postur yang Benar
Shin menekankan pentingnya postur tubuh yang tepat. Ia mengingatkan bahwa posisi tulang belakang harus tetap lurus dari leher hingga punggung bawah. Detail kecil seperti ini sering diabaikan, padahal justru menentukan hasil latihan.
“Yang terpenting adalah kalian, dari tulang belakang leher, sepanjang garis tulang belakang ini, garis ini lurus. Menjaganya tetap lurus cukup penting,” tegasnya.
Postur yang tepat membantu menghindari cedera sekaligus memaksimalkan manfaat latihan. Shin juga memperagakan posisi kepala agar tidak terlalu mendongak atau menunduk. Kontrol arah pandangan menjadi bagian penting menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan plank.
“Jadi izinkan saya menunjukkannya dalam posisi lain. Dalam posisi ini, tidak perlu terlalu banyak mengangkat kepala, tidak perlu juga menurunkannya terlalu rendah. Dalam gerakan ini, jaga agar tatapan mata 15 derajat di depan kalian. Ya, anda bisa melakukannya seperti ini,” paparnya.
Kesimpulan dan Pesan Akhir
Gerakan plank memang terlihat sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi dan teknik yang benar. Shin optimistis mayoritas Bonek dan Bonita sudah tidak asing dengan latihan ini. Dengan durasi yang bisa disesuaikan kemampuan, latihan ini bisa menjadi rutinitas ringan selama Ramadhan.
Pesan penutupnya terasa hangat dan penuh semangat kebersamaan. “Thank you very much. Terima kasih Bonek dan Bonita. Tetap sehat dalam bulan Ramadhan. Saya memberikan gerakan ini agar kita tetap bugar dalam bulan Ramadhan ini.”
“Dan sampai bertemu di episode berikutnya. Stay professional, stay healthy. Salam satu nyali, Wani!”
Tips olahraga dari Shin Sang-gyu menjadi pengingat bahwa kebugaran tetap prioritas meski aktivitas berubah selama Ramadhan. Dengan gerakan plank yang simpel dan bisa dilakukan di rumah, puasa tetap lancar, tubuh tetap kuat, dan semangat mendukung Persebaya Surabaya tidak pernah surut.



