PT Leyand International Tbk. (LAPD) akan melakukan perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2026. Dalam rencana tersebut, perseroan telah menunjuk sejumlah nama untuk mengisi posisi direktur dan komisaris.
Melalui pengumuman resmi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), susunan direksi dan komisaris baru yang akan dibahas dalam RUPSLB adalah sebagai berikut:
Susunan Direksi
- Direktur Utama: Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
- Direktur: Kiran Raj
- Direktur: Hong Shieh Yung, Travis
- Direktur: Achmad Rifky
Susunan Komisaris
- Komisaris Utama: Sayid Muhammad Riyadh
- Komisaris: Tan Siok Sing
- Komisaris Independen: Thauriq Anwar
Sebelumnya, susunan direksi dan komisaris Leyand International terdiri dari:
Susunan Direksi Sebelumnya
- Direktur Utama: Bambang Rahardja Burhan
- Direktur: Yehezkiel Fulia
Susunan Komisaris Sebelumnya
- Komisaris Utama: Rustono Fulia
- Komisaris: Bobby Alianto
- Komisaris Independen: Frans Saul Noija
Perubahan ini terjadi setelah masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru. Hingga November 2025, JSI memiliki kepemilikan saham sebesar 2,02 miliar atau 51% di LAPD.
Strategi Pengembangan Bisnis
JSI Sinergi Mas berencana menjadikan Leyand International sebagai wahana investasi strategis yang berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah memperbaiki kinerja keuangan dan operasional perusahaan melalui beberapa langkah, antara lain:
- Konsolidasi manajemen
- Perbaikan struktur permodalan
- Pengembangan bisnis baru di sektor energi dan pertambangan
Direktur Utama LAPD, Bambang Rahardja Burhan, menyatakan bahwa JSI sedang mengembangkan bisnis di sektor energi dan pertambangan, termasuk silika. Hal ini membuat LAPD merancang strategi sinergi bisnis dengan pihak tersebut.
Aksi Korporasi untuk Memperkuat Struktur Permodalan
Bambang menjelaskan bahwa rencana aksi korporasi saat ini masih dalam tahap penjajakan dan kajian internal oleh manajemen. Selain itu, perseroan juga perlu mendapatkan persetujuan para pemegang saham, khususnya dari JSI sebagai pemegang saham pengendali (PSP) baru LAPD.
Aksi korporasi ini diperlukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan, sehingga dapat mendukung rencana pengembangan bisnis yang lebih luas.
Tantangan dan Peluang
Dengan perubahan struktur kepemimpinan dan masuknya investor baru, Leyand International dihadapkan pada tantangan dan peluang besar. Di satu sisi, perusahaan harus menyesuaikan diri dengan arah strategi baru yang ditetapkan oleh JSI. Di sisi lain, adanya investasi dan pengembangan bisnis di sektor energi dan pertambangan memberikan potensi pertumbuhan yang signifikan.
Namun, proses transformasi ini tidak akan berjalan mulus tanpa tantangan. Perseroan perlu memastikan bahwa semua pihak terlibat, baik manajemen maupun pemegang saham, sepakat dengan rencana yang diajukan.
Masa Depan Leyand International
Dengan perubahan kepemimpinan dan strategi bisnis yang lebih fokus pada sektor energi dan pertambangan, Leyand International diharapkan dapat menjadi perusahaan yang lebih stabil dan berkembang pesat. Jika semua rencana dapat dilaksanakan secara efektif, masa depan perusahaan tampak cerah.



