Timnas Uruguay Menatap Piala Dunia 2026 dengan Keyakinan
Negara kecil di Amerika Selatan, Uruguay, dikenal sebagai La Celeste. Negara ini akan tampil pada Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di tiga negara: Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Dengan populasi sekitar 3,4 juta jiwa, Uruguay berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Samudra Atlantik.
Turnamen ini menjadi edisi ke-15 bagi Timnas Uruguay sekaligus penampilan kelima mereka secara beruntun sejak kebangkitan besar di Afrika Selatan 2010. Dengan sejarah yang sangat kaya—termasuk dua gelar juara dunia—Uruguay datang membawa identitas kuat, namun juga tantangan besar.
Generasi emas yang pernah mengharumkan nama negara kini telah menutup karier internasionalnya. Sebagai gantinya, pelatih Marcelo Bielsa tengah membentuk wajah baru La Celeste yang mengandalkan energi muda, tekanan tinggi, dan disiplin taktis.
Era Baru di Bawah Marcelo Bielsa
Marcelo Bielsa, pelatih asal Argentina berusia 70 tahun, dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sepak bola modern. Filosofinya—yang dikenal luas sebagai “Bielsa-ball”—mengutamakan tekanan tinggi, permainan menyerang cepat, serta intensitas luar biasa. Gaya ini menuntut stamina dan kecerdasan taktis, namun sering menghasilkan permainan atraktif.
Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen ketiga Bielsa sebagai pelatih kepala di Piala Dunia, setelah pengalaman pahit bersama Argentina pada 2002 dan keberhasilannya membawa Cile ke fase gugur pada 2010. Bersama Uruguay, Bielsa memimpin transisi besar. Dengan mundurnya Edinson Cavani dan Luis Suarez, dua ikon yang mewakili generasi emas, tanggung jawab kini berada di tangan gelandang Real Madrid Federico Valverde, yang menjadi simbol kebangkitan generasi baru.
Jalan Uruguay Menuju Piala Dunia 2026
Uruguay lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi CONMEBOL—zona Amerika Selatan yang dikenal sebagai salah satu babak kualifikasi tersulit di dunia. Dari 18 pertandingan, Uruguay mengoleksi 28 poin, finis di posisi keempat, dan lolos langsung. Mereka hanya terpaut satu poin dari Ekuador di posisi kedua, dan tertinggal jauh dari Argentina yang memuncaki klasemen.
Pada akhir 2023, La Celeste mencuri perhatian dunia dengan mengalahkan Brasil di Montevideo dan menaklukkan Argentina di Buenos Aires. Meskipun sempat mengalami penurunan performa, mereka kembali stabil di fase akhir dan memastikan tiket ke Piala Dunia dengan kemenangan penting atas Peru di Estadio Centenario.
Jadwal dan Grup Uruguay di Piala Dunia 2026
Uruguay tergabung dalam grup berat dan akan menjalani tiga laga berikut:
- 15 Juni: Arab Saudi vs Uruguay – Miami Stadium
- 21 Juni: Uruguay vs Tanjung Verde – Miami Stadium
- 26 Juni: Uruguay vs Spanyol – Estadio Guadalajara
Pertemuan dengan Spanyol diprediksi menjadi laga penentuan, mengingat kedua tim memiliki sejarah dan gaya bermain yang kontras.
Sejarah Panjang di Piala Dunia
Uruguay adalah tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia pertama tahun 1930. Mereka kembali menorehkan sejarah 20 tahun kemudian dengan menjuarai edisi 1950 di Brasil melalui kemenangan legendaris atas tuan rumah dalam laga yang dikenal sebagai Maracanazo.
Istilah Maracanazo merujuk pada kejutan besar di Stadion Maracana, ketika Uruguay membalikkan prediksi dan mengalahkan Brasil 2-1 di hadapan lebih dari 170.000 penonton. Secara keseluruhan, Uruguay telah tampil di 15 Piala Dunia, dengan rekor 59 pertandingan, 25 kemenangan, 13 imbang, dan 21 kekalahan.
Kenangan Terakhir: Qatar 2022
Di Piala Dunia 2022, Uruguay gagal melaju ke fase gugur meski menang 2-0 atas Ghana di laga terakhir grup. Gol penentu dari Korea Selatan di pertandingan lain membuat La Celeste tersingkir secara dramatis. Momen itu menandai berakhirnya era lama dan membuka jalan bagi revolusi Bielsa.
Legenda dan Rekor
Oscar Miguez menjadi top skor Uruguay di Piala Dunia dengan delapan gol. Sementara itu, Edinson Cavani mencatatkan penampilan terbanyak, dengan 17 laga di empat edisi Piala Dunia.
Warisan dan Harapan Baru
Uruguay bukan sekadar tim dengan sejarah besar. Mereka adalah simbol bahwa semangat, disiplin, dan kebanggaan nasional mampu menandingi negara-negara besar. Kini, di bawah Bielsa dan generasi baru, La Celeste kembali menantang dunia.



