Profil Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar
Kombes Pol Arya Perdana kini menjabat sebagai Kapolrestabes Makassar. Ia sebelumnya pernah menjadi Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai perwira menengah Polri, Arya adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1998. Jabatan ini ia terima setelah menggantikan Brigjen Pol Mokhamad Ngajib.
Serah terima jabatan berlangsung di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Jumat (10/1/2025). Upacara tersebut dipimpin oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan. Seperti pendahulunya, Arya Perdana juga menjalin hubungan baik dengan masyarakat Kota Makassar. Salah satu langkahnya adalah rutin menggelar safari subuh di beberapa masjid.
Pada bulan keempat sejak menjabat, Selasa (8/4/2025), Arya berhasil mengungkap sejumlah kasus penting. Salah satunya adalah kasus teror busur yang marak selama Ramadan. Total ada 27 pelaku yang ditangkap, termasuk 14 orang dewasa dan 13 anak di bawah umur. Barang bukti seperti anak panah, pelontar, dan batu juga diamankan.
Arya menyebutkan bahwa kasus ini terjadi selama sepuluh hari Ramadan. Ada kejadian pembusuran, penganiayaan, dan bawa parang. Keonaran para pelaku menyebabkan delapan korban luka, salah satunya anggota Polri. Pelaku tersebar di beberapa lokasi, seperti Kecamatan Makassar, Mamajang, Bontoala, Manggala, Biringkanaya, dan Rappocini.
Motif pelaku kata Arya, hanya iseng. Mereka berkumpul dan saling tidak suka, lalu melakukan pembusuran. Aksi mereka terjadi mulai pukul 01.00 Wita hingga waktu sahur.
Sebelum menjabat Kapolrestabes Makassar, Arya pernah menjadi Kapolresta Depok. Karier beliau cukup mentereng, pernah menjabat Sespri SBY. Di Depok, ia menggantikan Kombes Ahmad Fuady. Acara pisah sambut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suyudi Ario Seto.
Keberadaan Arya di Polres Metro Depok sudah tak asing lagi. Ia pernah menjadi Wakapolrestro Depok tahun 2019. Awal karier beliau sebagai Pamapta B Polres Metro Jakarta Pusat. Kemudian menjadi Kanit Serse Polsek Metro Sawah Besar. Arya juga pernah terlibat dalam Satgas People Smuggling di Australia sebagai penyidik.
Setelah itu, ia menjabat Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sulut. Promosi sebagai Kapolres Minahasa Selatan (2016). Lalu Wakapolresta Manado (2018) dan Penyidik Tindak Pidana Madya Tk III Bareskrim Polri (2019). Pada 2020, ia menjadi Sespri SBY. Tahun 2021, menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri.
Meski memiliki rekam jejak mentereng, Arya juga tak lepas dari masalah. Anak buahnya, Iptu N, menembak pemuda bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) di Jl Toddopuli, Kecamatan Panakkukang.
Arya menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Saat itu, ada laporan dari Kapolsek Rappocini tentang anak-anak muda yang sedang bermain senapan omega. Iptu N mendatangi lokasi sendirian dan menemukan Betran sedang melakukan tindakan keras kepada pengendara motor. Iptu N langsung melakukan penangkapan dan melepaskan tembakan peringatan.
Setelah melepaskan tembakan, Iptu N mengamankan B, sementara pemuda lainnya kabur. Betran berusaha melarikan diri dan ketika meronta, pistol yang masih dipegang oleh Iptu N meletus secara tidak sengaja. Korban dibawa ke Rumah Sakit Grestelina, namun karena alat tidak memadai, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sayangnya, Betran dinyatakan meninggal dunia.
Jasad korban diotopsi malam itu dan Iptu N langsung diamankan beserta senjata yang digunakan. Arya menyatakan bahwa hasil autopsi belum keluar, tetapi kesimpulan sementara menyebut korban meninggal akibat tertembak senjata api. Ia juga berjanji tidak akan menutup-nutupi perkara tersebut dan mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ke polisi.



