Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan
  • Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun
  • Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan
  • Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland
  • Prediksi Skor Chile vs Cape Verde: Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • Ramalan Zodiak Besok: Leo, Virgo, Libra, Scorpio, 29 Maret 2026 – Kenaikan Saldo & Hadapi Konflik
  • Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku
  • ENRG turun dari puncak, analis rekomendasikan beli, target tembus rekor baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pertemuan Rahasia Prabowo dengan 1.200 Rektor di Istana
Nasional

Pertemuan Rahasia Prabowo dengan 1.200 Rektor di Istana

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden RI Bertemu 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan sekitar 1.200 rektor hingga guru besar di Istana Kepresidenan Jakarta, pada hari Kamis (15/1/2026). Pertemuan ini berlangsung secara tertutup, yang menunjukkan bahwa fokusnya adalah pada isu-isu teknis dan strategis terkait pendidikan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden membahas beberapa isu penting, termasuk kondisi negara serta masalah biaya kuliah. Meskipun isi pembahasan tidak sepenuhnya diketahui, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan ini dilakukan untuk berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan sektor pendidikan.

Pertemuan ini juga dikenal sebagai “taklimat”, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai pertemuan atau rapat yang diadakan untuk menyampaikan informasi tentang isu atau situasi mutakhir. Dalam kesempatan ini, Presiden ingin bertukar pandangan mengenai kondisi terkini, termasuk kondisi geopolitik dan rencana-rencana besar yang harus dikerjakan ke depan.

Diskusi Mengenai Kondisi Negara dan Pendidikan

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden memprioritaskan diskusi mengenai kondisi negara dan isu-isu strategis pendidikan tinggi. Hal ini merupakan bagian dari agenda Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Dalam diskusi tersebut, Presiden juga menyampaikan pandangan-pandangan terkini mengenai situasi nasional dan global.

Selain itu, Presiden juga berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Pada pertemuan ini, Presiden berdiskusi dengan para rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Dalam beberapa minggu terakhir, fokus Presiden adalah pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi. Dalam diskusi tersebut, fokus utamanya adalah pada peningkatan kualitas perguruan tinggi, baik dari sisi sumber daya dosen, sarana dan prasarana, maupun keberlanjutan pembiayaan operasional.

Pemerintah juga berupaya agar perguruan tinggi di Indonesia terus berkembang dan berkualitas tanpa memberikan beban pembiayaan bagi mahasiswa. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi seluruh rakyat.

Perhatian Khusus pada Bidang Sosial Humaniora

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Stella Christie, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada pendidikan bidang sosial humaniora. Ia menegaskan bahwa dalam pertemuan kali ini, fokusnya adalah pada bidang sosial humaniora, bukan hanya pada STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) seperti biasanya.

Stella Christie menyatakan bahwa para akademisi yang merasa khawatir bahwa bidang sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru, Presiden khusus mengumpulkan para guru besar, rektor, dan dekan dari bidang sosial humaniora dalam pertemuan ini.

Menurut Stella Christie, Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran telah meningkatkan dana riset secara signifikan, yaitu sebesar 218 persen. Selain itu, pemerintah juga memperjuangkan agar dosen peneliti yang mendapatkan hibah riset mendapatkan insentif langsung.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026

Renungan Katolik Jumat 27 Maret 2026: Bapa Ada dalam Aku

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mitsubishi Xpander HEV Versi Terbaru, Harga Rp 480 Jutaan

30 Maret 2026

Kisah Yuma Soerianto, Anak Indonesia Jadi Pengembang Apple di Usia 10 Tahun

30 Maret 2026

Pemimpin intelijen Bali, ini jejak karier Kombes Pol Andy Ervyn yang mengesankan

30 Maret 2026

Dinamika Politik Denmark: Pemilu 2026 dan Isu Greenland

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?