Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.
Digitalisasi transaksi halal mulai menunjukkan dampak yang signifikan terhadap ekosistem industri halal nasional. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat peningkatan yang luar biasa dalam pembayaran sertifikasi halal secara daring sepanjang tahun 2025. Hal ini terjadi karena meningkatnya kebutuhan pelaku usaha untuk mematuhi proses sertifikasi sesuai prinsip syariah.
Hingga November 2025, jumlah transaksi pembayaran sertifikasi halal ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui Bank Muamalat tumbuh lebih dari 50% secara tahunan atau year on year (yoy). Dari segi volume transaksi, kenaikannya bahkan melebihi 100% yoy. Angka ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam cara pelaku usaha mengakses layanan sertifikasi halal.
Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi menjelaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha bahwa jaminan halal tidak hanya berada pada bahan baku dan proses produksi, tetapi juga mencakup aspek transaksi keuangan yang digunakan. “Transaksi keuangan adalah bagian dari rantai halal,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/12). Menurutnya, integrasi sistem perbankan syariah dengan ekosistem halal, termasuk sertifikasi, menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri halal nasional. Terlebih, pelaku usaha, khususnya UMKM, membutuhkan proses pembayaran yang cepat, tercatat, dan sesuai regulasi.
Bank Muamalat terus memperkuat infrastruktur digital agar dapat terhubung langsung dengan ekosistem halal berbasis daring. Melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN, pelaku usaha dapat melakukan pembayaran sertifikasi halal ke BPJPH menggunakan virtual account, tanpa harus datang ke kantor layanan. Hal ini memudahkan akses bagi pelaku usaha, terutama di daerah yang sulit dijangkau.
Ricky menilai bahwa potensi ekonomi halal Indonesia masih sangat besar dari hulu ke hilir. Namun, potensi tersebut hanya bisa dimaksimalkan jika sektor keuangan syariah dan industri halal saling mendukung satu sama lain. Ia menyatakan bahwa pengembangan ekosistem halal tidak hanya berdampak pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga pada sektor jasa, teknologi, dan keuangan.
Ke depan, Bank Muamalat melihat peningkatan transaksi halal digital akan terus berlanjut, seiring dorongan pemerintah terhadap kewajiban sertifikasi halal dan meningkatnya partisipasi UMKM dalam industri halal nasional. Peningkatan ini juga didorong oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal dan kepercayaan terhadap sistem sertifikasi yang transparan dan efisien.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan Bank Muamalat antara lain:
- Memperluas jaringan layanan digital untuk memudahkan akses pelaku usaha.
- Mengembangkan sistem virtual account sebagai metode pembayaran yang aman dan efisien.
- Berkolaborasi dengan instansi terkait seperti BPJPH untuk memastikan konsistensi dan akurasi data sertifikasi.
- Memberikan edukasi kepada pelaku usaha tentang manfaat sertifikasi halal dan prosedur pembayarannya.
Dengan inovasi dan kolaborasi yang kuat, Bank Muamalat berkomitmen untuk menjadi salah satu mitra utama dalam membangun ekosistem industri halal yang lebih baik dan berkelanjutan.



