Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Februari 2026
Trending
  • Investasi pada pemuda, kunci penguatan industri kreatif
  • Keuntungan dan kerugian pemerintah memperbanyak surat utang jangka pendek
  • Strategi Investasi Milenial 2026: 5 Aset Aman untuk Modal Kecil
  • Gibran Pantau Lokasi Longsor Bandung Barat, 11 Orang Tewas
  • Noken Pelangi Bawa Harapan Peningkatan Ekonomi Warga Walak Jayawijaya
  • Profil Reza Arap, Anggota Weird Genius yang Berduka Usai Kekasihnya Ditemukan Meninggal
  • BEI Umumkan Pjs Direktur Utama Senin (2/2) Jelang Pembicaraan dengan MSCI
  • Badai Salju Hebat Hancurkan 13 Ribu Penerbangan di AS
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Penguasaan Bola 26 Persen, Persebaya Kalahkan PSIM dengan Mudah!
Olahraga

Penguasaan Bola 26 Persen, Persebaya Kalahkan PSIM dengan Mudah!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Apa Itu Ball Possession?

Pertanyaan “Apa itu ball possession?” menjadi menarik setelah Persebaya Surabaya berhasil mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0 meski hanya mencatatkan 26 persen penguasaan bola. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026) sore ini, memberi bukti bahwa dominasi bola bukan satu-satunya kunci kemenangan.

Ball possession atau penguasaan bola merujuk pada persentase waktu sebuah tim mengendalikan bola selama pertandingan. Statistik ini sering dianggap mencerminkan dominasi permainan, meski tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.

Dalam pertandingan ini, PSIM Yogyakarta tampil dominan dengan 74 persen ball possession dan 532 umpan sukses dari 608 percobaan. Sementara itu, Persebaya Surabaya justru bermain lebih efektif dengan hanya 196 umpan sukses dari 260 percobaan dan akurasi 76 persen.

Pendekatan Permainan Pragmatis

Persebaya Surabaya menunjukkan pendekatan permainan yang pragmatis di bawah arahan Bernardo Tavares. Green Force memilih menunggu, bertahan disiplin, lalu menyerang cepat ketika peluang terbuka.

Babak pertama berlangsung relatif seimbang meski PSIM lebih sering menguasai bola. Persebaya Surabaya tetap sabar menjaga bentuk pertahanan sambil mencari celah melalui serangan balik.

Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya langsung tampil agresif dan meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-52, peluang emas tercipta melalui kerja sama Bruno Moreira dan Francisco Rivera di depan gawang. Sontekan Rivera masih terlalu lemah sehingga bisa diamankan kiper PSIM, Cahya Supriadi. Momen tersebut menjadi sinyal awal perubahan tempo permainan Green Force.

Sembilan menit berselang, Malik Risaldi mencoba peruntungan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Cahya Supriadi kembali menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola yang mengarah ke gawang.

Melihat momentum timnya meningkat, Bernardo Tavares melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Pedro Matos, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto masuk menggantikan Toni Firmansyah, Milos Raickovic, dan Gali Freitas. Keputusan tersebut terbukti jitu dan langsung mengubah wajah pertandingan. Persebaya Surabaya menjadi lebih berani menyerang dengan tempo cepat dan pergerakan tanpa bola yang intens.

Gol dan Perubahan Tempo

Pada menit ke-73, Bruno Paraiba mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mengecoh satu pemain sebelum melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang PSIM. Gol tersebut membuat Persebaya Surabaya unggul 0-2 dan semakin percaya diri. PSIM tetap menguasai bola, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Green Force.

Sepuluh menit kemudian, Persebaya Surabaya kembali menambah keunggulan lewat aksi individu Rachmat Irianto. Ia melakukan solo run dari tengah lapangan hingga masuk ke kotak penalti dan menempatkan bola ke tiang dekat. Skor berubah menjadi 0-3 dan praktis mengunci kemenangan Persebaya Surabaya. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta dari kedua tim.

Statistik yang Menggambarkan Kontras Permainan

Hasil ini mengantar Persebaya Surabaya membawa pulang tiga poin penting dari Bantul. Green Force tetap bertahan di posisi keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 31 poin.

Statistik pertandingan semakin menegaskan kontras gaya bermain kedua tim. PSIM unggul dalam shots dengan 15 percobaan, namun hanya lima yang tepat sasaran. Persebaya Surabaya mencatatkan 12 tembakan dengan enam mengarah ke gawang, menunjukkan efektivitas serangan yang lebih tinggi.

Dalam urusan bertahan, Persebaya Surabaya juga unggul dengan 24 clearance dibanding 12 milik PSIM. Jumlah sentuhan di kotak penalti lawan relatif seimbang dengan PSIM mencatatkan 40 dan Persebaya Surabaya 36. Angka tersebut menandakan Persebaya Surabaya mampu masuk ke area berbahaya meski jarang menguasai bola.

Makna Ball Possession dalam Sepak Bola Modern

Dalam aspek bertahan, Persebaya Surabaya mencatatkan 12 tekel dan 20 intersep. PSIM unggul tipis dalam intersep dengan 22, namun gagal mengonversi dominasi menjadi gol. Data ini mempertegas makna ball possession dalam konteks modern sepak bola. Penguasaan bola tinggi tanpa efektivitas hanya akan menjadi angka statistik semata.

Persebaya Surabaya memberikan contoh bagaimana tim bisa menang lewat organisasi, disiplin, dan efisiensi. Strategi ini selaras dengan karakter Bernardo Tavares yang mengedepankan keseimbangan dan transisi cepat.

Kemenangan dengan 26 persen ball possession menjadi narasi kuat dalam laga ini. Persebaya Surabaya menunjukkan kualitas pengambilan keputusan jauh lebih penting dibanding sekadar menguasai bola.

Bagi PSIM, hasil ini menjadi evaluasi penting meski tampil dominan sepanjang laga. Tanpa ketajaman di sepertiga akhir, dominasi sulit berbuah hasil maksimal.

Pertandingan ini sekaligus menjawab pertanyaan apa itu ball possession dalam makna sesungguhnya. Statistik penting, namun kemenangan tetap ditentukan oleh efektivitas dan mentalitas di lapangan. Persebaya Surabaya pulang dengan senyum lebar dan pelajaran berharga bagi banyak tim. Sepak bola bukan soal siapa paling lama memegang bola, melainkan siapa paling cerdas memanfaatkannya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sinyal Mengejutkan Persija di Paruh Musim, Bintang Timnas Indonesia Siap Bergabung, 2 Nama Terlibat

1 Februari 2026

Peraih Medali Emas SEA Games Ciptakan Sejarah di Istora, Keluh Kesah Alwi Farhan Soal Ekspektasi Tunggal Putra No 1 Indonesia

1 Februari 2026

Malaysia Juara Umum, Alwi Farhan Selamatkan Wajah Indonesia

1 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Investasi pada pemuda, kunci penguatan industri kreatif

1 Februari 2026

Keuntungan dan kerugian pemerintah memperbanyak surat utang jangka pendek

1 Februari 2026

Strategi Investasi Milenial 2026: 5 Aset Aman untuk Modal Kecil

1 Februari 2026

Gibran Pantau Lokasi Longsor Bandung Barat, 11 Orang Tewas

1 Februari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?