Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
  • Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026
  • Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak
  • 5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
  • Kejutan Transfer: Dion Marx Resmi Bergabung dengan Persib Bandung
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Pengamat Intimidasi terhadap Band Sukatani Rugikan Citra Polri
Nasional

Pengamat Intimidasi terhadap Band Sukatani Rugikan Citra Polri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Februari 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Pengamat: Intimidasi terhadap Band Sukatani Rugikan Citra Polri
Band Sukatani(Dok. Band Sukatani)

 

PENGAMAT kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai dugaan intimidasi yang dilakukan kepolisian terhadap Band Sukatani atas penarikan lagu mereka, yakni Bayar Bayar Bayar, merupakan langkah keliru dan merugikan citra Polri.

 

Baca juga : Kompolnas Apresiasi Polri Periksa Oknum yang Intimidasi Band Sukatani

“Makanya upaya intimidasi tersebut justru blunder bagi kepolisian,” kata Bambang saat dihubungi, Minggu (23/2).

 

Menurut Bambang, sulit menerima bahwa permintaan maaf dari Band Punk asal Purbalingga itu muncul tanpa adanya intervensi. Terlebih, Polda Jawa Tengah juga sudah mengakui bahwa personel Direktorat Siber Polda Jateng menemui Sukatani.

Baca juga : Amnesty Desak Kapolri Koreksi Diri Buntut Penarikan Lagu Band Sukatani

 

Ia mengatakan, bentuk intimidasi bisa berbagai macam, mulai dari pemanggilan dengan dalih klarifikasi hingga menekan melalui pihak-pihak lain.

 

Baca juga : Respons Polri soal Permintaan Maaf Band Sukatani dan Lagu Bayar Bayar Bayar

“Terkait lagu tersebut kabarnya salah satu personel Sukatani diberhentikan dari pekerjaannya sebagai guru,” ujarnya.

 

Bambang menilai, pola pembatasan kebebasan berekspresi dan berpendapat beberapa waktu ini sering terjadi. Hal itu dimulai dari pameran lukisan Yos Suprapto, pembatalan pentas teater Payung Hitam di Bandung, dan kini kasus Band Sukatani.

Baca juga : Kapolri Ajak Band Sukatani Jadi Duta Polri, Sebut Tidak Antikritik

 

Ia mengatakan, hal ini tentunya menunjukkan meningkatnya tindaakan represifitas yang dilakukan aparat pada kebebasan berekspresi dan berpendapat.

 

“Aparat kepolisian menjauh dari tupoksinya, yakni melindungi dan mengayomi masyarakat karena melihat masyarakat hanya sebagai obyek dari kewenangannya,” tuturnya.

 

Bambang juga menilai, ketersinggungan aparat kepolisian terhadap lirik lagu Bayar Bayar Bayar Band Sukatani justru menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap kebebasan berekspresi. Padahal, lirik lagu tersebut tidak menyebut Polri sebagai institusi, tetapi polisi sebagai profesi yang tentu bisa salah dan tidak lepas dari kritik. 

 

“Kasus pemerasan di konser DWP, pemerasan pelaku kejahatan, pungutan liat di pembuatan SIM, adalah fakta-fakta yang dilihat masyarakat,” ucapnya.

 

Bambang mengapresiasi langkah Polda Jateng yang menyatakan akan menyelidiki siapa personel yang melakukan intimidasi serta meminta maaf. Namun, menurutnya, langkah itu tidak cukup jika Polri ingin membangun kembali citranya sebagai institusi yang tidak antikritik.

 

“Kalau ingin mengembalikan citra Polri, harus ada terobosan, misalnya mengundang Sukatani dan menobatkannya sebagai Duta AntiPungli atau AntiSuap Polri,” usul Bambang.

 

Ia juga menegaskan upaya perbaikan citra harus disertai dengan tindakan nyata, seperti penegakan aturan internal secara konsisten serta proses hukum bagi anggota yang terbukti melakukan pemerasan atau pungli. (H-4)

Band Citra Intimidasi Pengamat Polri Rugikan Sukatani terhadap
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi

29 Januari 2026

Tindakan Richard Lee Pasca-Jadi Tersangka, Gugat Polda Metro Jaya via Praperadilan, Doktif: Tekanan

29 Januari 2026

Pemkab Basel Pastikan Pasokan Gas Melon Lancar, Ribuan Tabung Didistribusikan Harian

29 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan

29 Januari 2026

Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026

29 Januari 2026

Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak

29 Januari 2026

5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?