Penerbangan ke Timur Tengah Dibatalkan, Penumpang Terdampak
Hingga hari ini, lima penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ke wilayah Timur Tengah seperti Dubai, Doha, dan Abu Dhabi masih dibatalkan. Pembatalan ini memengaruhi lebih dari seribu penumpang yang berencana melakukan perjalanan ke tujuan tersebut.
Salah satu calon penumpang Emirates bernama Jeremy, asal Brasil, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini. Ia mengatakan:
“Saya hanya ingin tahu seperti apa penerbangan saya dan beri tahu saya saja, karena saya tidak bisa tinggal di sini lagi (tinggal di Bali).”
Namun, ia merasa tidak diberi informasi yang jelas. Penerbangannya malam ini dari Bali ke Dubai menggunakan Emirates pun dibatalkan karena kondisi keamanan di sana tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
Jeremy sebelumnya telah menyusun rencana perjalanan dari Dubai ke Turki lalu pulang ke Brazil. Namun, semua rencana tersebut kini berantakan. Ia harus meninggalkan hotel di wilayah Badung dan menunggu di bandara tanpa ada yang bisa membantu.
Sebagai bentuk kompensasi, Emirates memberikan fasilitas menginap gratis satu malam di hotel kepada penumpang yang terdampak. Namun, Jeremy menolaknya karena ingin segera meninggalkan Bali dan tiba di Brazil.
“Aku akan menginap dua malam lagi (di Bali). Dan mencoba memesan penerbangan ke Brasil sekarang,” ujarnya.
Berbeda dengan Jovan, penumpang Emirates lainnya asal Serbia, yang tidak terlalu kebingungan mencari alternatif penerbangan. Ia mengatakan:
“Mereka menunda penerbangan dan menempatkan penumpang di hotel. Jadi mereka berharap kita bisa terbang besok, tapi saya rasa itu tidak mungkin. Jadi mereka mungkin akan memperpanjang situasi ini hari demi hari sampai kita bisa terbang lagi.”
Jovan bersyukur atas kompensasi yang diberikan oleh maskapai dan berencana memperpanjang masa liburannya di Bali jika perlu.
“Rencana aku tinggal di Bali (perpanjang liburan), jadi bagiku itu bukan masalah. Aku bisa tinggal di sini. Cukup cari penerbangan dan kemudian aku bisa pergi. Aku akan lihat apa yang akan kulakukan,” katanya.
Daftar Penerbangan yang Dibatalkan
Sejak Sabtu (28/2/2026) hingga Senin (2/3/2026) hari ini, belasan penerbangan dibatalkan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Sampai Senin 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, total 15 penerbangan rute internasional terdiri dari 8 keberangkatan dan 7 kedatangan yang mengalami pembatalan penerbangan.
Berikut adalah rincian jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian:
Keberangkatan:
1. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) canceled atau dibatalkan.
2. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan.
3. Qatar Airways QR963 STD 20.30 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan.
4. Qatar Airways QR961 STD 02.10 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan.
5. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
6. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
7. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan.
8. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (2 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
Kedatangan:
1. Etihad EY476 STA 11.35 WITA (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
2. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
3. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
4. Qatar Airways QR960 STA 22.50 WITA (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
5. Qatar Airways QR961 STA 05.10 WITA (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
6. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
7. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
Operasional Bandara Tetap Normal
Meskipun terdapat beberapa penerbangan yang dibatalkan, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola bandara terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah. Mereka juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk maskapai penerbangan, untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara.
Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan.
Penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terdampak.



