Di tengah kekacauan di media sosial, sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi di Lapangan Voli Sport Center (SC), Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Seorang pria ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi tersebut. Diketahui bahwa korban sempat mengeluh tidak makan selama dua hari sebelum kejadian.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan pada hari Ahad (4/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB oleh saksi bernama Riski Wijaya. Saat itu, saksi sedang ingin buang air kecil di sekitar lapangan voli pantai SC. Ia melihat seorang pria berada di bangku dalam posisi seperti sedang tidur, tetapi tidak menunjukkan gerakan sama sekali. Segera setelah itu, saksi memberitahu warga lainnya tentang penemuan tersebut.
Setelah mendengar laporan tersebut, saksi bersama-sama melakukan pengecekan dan akhirnya mengetahui bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal. Korban diketahui bernama Taslim (51), warga Desa Dempet RT 002 RW 004 Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada Polsek Indramayu.
Petugas Polsek Indramayu segera menghubungi Piket Siaga Polres Indramayu. Tak lama kemudian, personel Polsek Indramayu bersama Unit Inafis Polres Indramayu tiba di lokasi kejadian. Mereka melakukan beberapa langkah penanganan, termasuk pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, pengamanan barang bukti, serta proses identifikasi terhadap korban.
Garis polisi dipasang untuk menjaga lokasi agar tetap steril selama proses olah TKP berlangsung. Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah korban dibawa ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Menurut Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, hasil pemeriksaan luar oleh dokter jaga RSUD Indramayu menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan baik akibat benda tajam maupun benda tumpul di tubuh korban,” kata Tarno, Senin (5/1/2026).
AKP Tarno menambahkan bahwa dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan medis yang menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan dari saksi lain, Nasarudin, diketahui bahwa korban pernah ditemui sekitar 15 hari sebelumnya di area pasar malam Sport Center. Pada saat itu, korban sedang berdagang gulali. Bahkan, tiga hari sebelum meninggal, korban sempat mengeluh kepada saksi bahwa dirinya sudah dua hari tidak makan.
Pihak keluarga korban yang telah dihubungi oleh polisi menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Keluarga korban menolak melakukan proses otopsi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.



