Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 30 Januari 2026
Trending
  • Manchester United Menang Dramatis, Amad Diallo Mengguncang Arsenal di Media Sosial
  • Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer
  • John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain
  • FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal
  • Rumah Kos Fasilitas Modern dengan Taman dan Lapangan Olahraga Kian Digemari
  • Tanda-tanda karir stagnan dan cara keluar dari situasi itu
  • Pengaruh Tavares: Tetap Rendah Hati Usai Kalahkan PSIM Yogyakarta
  • KIC Jadi Ikon Kuliner dan Olahraga Sehat, Destinasi Akhir Pekan Favorit Kuningan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Peneliti Muda Ungkap Celah Keamanan Chip NVIDIA, Jutaan Perangkat Terancam
Teknologi

Peneliti Muda Ungkap Celah Keamanan Chip NVIDIA, Jutaan Perangkat Terancam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penelitian Mengejutkan di Chaos Communications Conference ke-39

Pengungkapan yang mengejutkan terjadi dalam ajang Chaos Communications Conference ke-39 (39C3). Seorang peneliti keamanan muda berusia 22 tahun, Amber Katze, mengumumkan bahwa ia berhasil membobol sistem secure boot pada chip NVIDIA Tegra X2. Temuan ini memiliki dampak signifikan terhadap jutaan perangkat di seluruh dunia yang menggunakan chip tersebut, termasuk kacamata MR dan sistem kendaraan listrik Tesla.

Awal Penelitian yang Terinspirasi

Penelitian Katze berawal dari rasa frustrasi. Pada 2024, Magic Leap menutup server boot untuk perangkat Magic Leap One, sehingga banyak unit kacamata MR tersebut tidak dapat digunakan dan berubah menjadi “limbah elektronik”. Dari situ, ia memutuskan untuk mengembalikan fungsi perangkat tersebut. Magic Leap One sendiri menggunakan chip NVIDIA Tegra X2 yang menjalankan protokol Fastboot saat proses awal menyala.

Protokol ini berbasis kode sumber terbuka dari NVIDIA. Dengan melakukan analisis mendalam terhadap kode tersebut, Katze menemukan dua celah krusial yang ia sebut “sparsehax” dan “dtbhax”.

Celah Kritis yang Ditemukan

Celah sparsehax berasal dari kesalahan logika dalam proses dekompresi sistem file SparseFS, sedangkan dtbhax memungkinkan akses permanen melalui pemuatan blok device tree (DTB) tertentu. Dengan mengombinasikan keduanya, Katze berhasil menjalankan kode tanpa tanda tangan resmi, menembus pertahanan awal sistem.

Tidak hanya itu, ia kemudian memicu gangguan terkontrol saat proses boot untuk mengekstrak firmware BootROM melalui jalur samping. Dari sana, ditemukan kelemahan fatal pada mode pemulihan USB—masalah serius karena BootROM merupakan kode permanen di dalam silikon chip dan tidak bisa diperbaiki lewat pembaruan perangkat lunak.

Dampak pada Sistem Kendaraan Listrik

Menurut Katze, celah ini memungkinkan seluruh rantai keamanan boot dilewati, termasuk pada sistem Autopilot Tesla, selama perangkat masih memiliki port USB yang bisa diakses. Meski begitu, Tegra X2 merupakan chip lawas yang dirilis pada 2016 dan kini sudah dihentikan produksinya. NVIDIA juga telah menutup celah serupa pada generasi berikutnya, sehingga dampak nyata bagi pengguna umum saat ini tergolong terbatas.

Perkembangan Teknologi Keamanan

Meskipun Tegra X2 tidak lagi diproduksi, temuan ini memberikan wawasan penting tentang kerentanan pada sistem keamanan boot. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan perangkat yang dianggap aman dapat memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi jika akses fisik tersedia. Hal ini memperkuat pentingnya pengembangan teknologi keamanan yang lebih kuat dan pengawasan terhadap protokol boot yang digunakan.

Rekomendasi untuk Pengguna

Bagi pengguna perangkat yang masih menggunakan chip Tegra X2, disarankan untuk memastikan keamanan fisik perangkat mereka. Jika memungkinkan, hindari mengakses port USB secara sembarangan atau meninggalkan perangkat dalam keadaan yang rentan diretas.

Kesimpulan

Temuan Amber Katze menunjukkan betapa pentingnya keamanan sistem boot dalam perangkat elektronik modern. Meskipun chip Tegra X2 sudah tidak diproduksi, pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa keamanan harus terus diperhatikan, terlepas dari usia perangkat. Dengan penelitian seperti ini, para ahli keamanan dapat terus meningkatkan perlindungan terhadap perangkat pengguna.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Manchester United Menang Dramatis, Amad Diallo Mengguncang Arsenal di Media Sosial

30 Januari 2026

Stadion LE Penuh: 19.612 Suporter Hadir untuk Persipura, Ini Respons Manajer

30 Januari 2026

John Herdman Menikmati Atmosfer Super League, Hadir untuk Pemain

30 Januari 2026

FA Pantau Insiden Selebrasi Matheus Cunha Usai Kemenangan MU atas Arsenal

30 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?