Pelatih Persija Jakarta Menganggap Pemainnya Layak Dapat Kartu Merah
Pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Minggu (11/1/2026) berlangsung dengan dinamika yang menarik. Salah satu momen penting dalam pertandingan ini adalah pemberian kartu merah kepada pemain Persija, Bruno Tubarao, oleh wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin.
Tubarao mendapatkan kartu merah setelah terbukti menginjak kaki Beckham Putra dari Persib Bandung. Keputusan tersebut dianggap oleh pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, sebagai tindakan yang tepat. Namun, ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap tidak adanya sanksi untuk Beckham Putra yang sebelumnya melakukan pelanggaran keras.
“Terkait kartu merah Tubarao, keputusan tersebut sudah tepat. Reaksinya memang tidak dewasa dan dia pantas mendapatkan kartu merah,” ujar Mauricio seusai laga.
Namun, ia menilai bahwa Beckham Putra seharusnya juga menerima sanksi berupa kartu kuning karena telah melakukan pelanggaran keras dari belakang terhadap Tubarão. “Menurut saya, pemain Persib Bandung seharusnya juga mendapatkan kartu kuning karena melakukan pelanggaran keras dari belakang terhadap Tubarão,” tambahnya.
Mauricio menekankan bahwa pelanggaran awal tersebut semestinya menjadi perhatian wasit karena memicu reaksi lanjutan di lapangan. Ia menilai insiden tersebut menunjukkan kurangnya perlindungan terhadap pemain yang berupaya memainkan sepak bola secara aktif.
Lebih lanjut, pelatih asal Brasil tersebut turut menanggapi bahwa Persija sebagai tim yang banyak mendapatkan kartu merah di paruh musim ini karena kerap bermain kasar. Namun, Mauricio membantah anggapan tersebut.
“Jika kita melihat statistik, tim kami sama sekali bukan tim yang agresif. Silakan lihat data statistik liga untuk memahami apa itu agresivitas,” ucap Mauricio.
Ia menyebut Persija justru menjadi salah satu tim yang paling sering dilanggar sepanjang kompetisi. Bahkan, pada awal pertandingan melawan Persib Bandung, Persija sudah menerima delapan pelanggaran tanpa satu pun kartu kuning diberikan kepada lawan.
“Tim kami adalah salah satu tim yang paling sering dilanggar di kompetisi ini. Pada awal pertandingan saja, kami sudah mengalami delapan pelanggaran, tetapi tidak ada satupun kartu kuning yang diberikan kepada pemain Persib Bandung,” ungkapnya.
Mauricio kembali menegaskan bahwa kartu merah Tubarao memang tidak keliru. Namun, ia menilai wasit perlu lebih melindungi tim yang ingin menguasai bola dan membangun permainan.
“Tim yang ingin menguasai bola dan terus dihentikan dengan pelanggaran, pada suatu titik bisa kehilangan kendali emosi. Sikap Tubarao memang tidak dewasa dan dia pantas mendapatkan kartu merah. Tetapi pelanggaran awal dari pemain Persib Bandung juga seharusnya mendapat sanksi,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan menegaskan karakter Persija yang menurutnya jauh dari permainan kasar.
“Saya tidak menganggap tim saya sebagai tim yang bermain kasar. Justru, kami adalah salah satu tim yang paling sedikit melakukan pelanggaran dan salah satu tim yang paling sering dilanggar di kompetisi ini,” pungkasnya.
Dengan kemenangan 1-0 ini, Persib Bandung bercokol di puncak klasemen Super League 2025/2026 dengan mengemas 38 poin, diikuti Borneo FC di peringkat kedua dengan 37 poin dan Persija yang mengoleksi 35 poin berada di peringkat ketiga.



