Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026
  • Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026: Fabio Di Giannantonio Pole Position
  • Promo dan Diskon Menjelang Lebaran, Pusat Belanja Penuh Pengunjung
  • Film “Broken Strings” Diangkat dari Kisah Nyata, Aurelie Moeremans Bocorkan Momen Penting
  • Sumitronomics & MBG: Mesin Ekonomi Rakyat atau Bom Waktu Fiskal?
  • Minta Maaf, Rismon Sianipar Dikatakan Kehilangan Martabat: Robot Diremote dari Solo
  • Melawan Formalisme Digital: Meritokrasi vs. Arisan Jabatan
  • Bisakah Minum Obat Maag saat Perut Kosong? Ini Fakta Medisnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pameran “Republik Sebelah Mata” Tampilkan Karya Lokal di Jogja
Nasional

Pameran “Republik Sebelah Mata” Tampilkan Karya Lokal di Jogja

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Yogyakarta sebagai Ruang Kreativitas yang Hangat

Yogyakarta kembali menjadi ruang bertemunya seni dan kreativitas lokal melalui pameran dan toko pop-up “Republik Sebelah Mata” yang menghadirkan kolaborasi antara jenama tekstil sirkular Sejauh Mata Memandang bersama seniman Eko Nugroho. Acara ini menampilkan beragam karya yang merefleksikan sudut pandang kritis namun dekat dengan keseharian, dikemas dalam konsep pameran yang hangat dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara brand lokal dan desainer dapat menghadirkan narasi yang kuat dalam setiap karya. Melalui visual, instalasi, hingga produk pilihan, “Republik Sebelah Mata” mengajak pengunjung melihat kreativitas lokal dari perspektif yang lebih personal dan bermakna.

Berikut adalah rangkuman mengenai pameran dan pop-up “Republik Sebelah Mata” yang hadirkan karya lokal di Jogja:

Ketika Mode Menjadi Medium Cerita



Yogyakarta kembali menjadi ruang yang hangat bagi pertemuan seni dan fesyen melalui pameran dan toko pop-up “Republik Sebelah Mata” Edisi Jogja. Kolaborasi antara jenama tekstil sirkular Sejauh Mata Memandang dan seniman rupa kontemporer Eko Nugroho ini menghadirkan fesyen sebagai medium bercerita, bukan sekadar soal tren atau tampilan visual. Setelah sebelumnya diperkenalkan melalui peragaan busana di Jakarta Fashion Week 2025 dan pameran mode di Jakarta, kolaborasi ini kini dibawa lebih dekat ke publik Jogja.

Pameran ini menjadi ruang untuk melihat bagaimana tekstil, ilustrasi, dan pesan sosial saling berkaitan. Alih-alih menonjolkan tren semata, pengunjung diajak memahami proses kreatif di balik busana dan bagaimana mode dapat menjadi refleksi dari sudut pandang personal.

Ruang yang Membuat Fesyen Lebih Dekat dengan Publik



Berlangsung di DGTMB Shop, Sleman, pameran ini dirancang dengan suasana yang intim dan mudah dinikmati. Di lantai pertama, koleksi kolaborasi Sejauh Mata Memandang × Eko Nugroho ditata berdampingan dengan koleksi reguler dan merchandise seni, menciptakan dialog visual yang terasa cair. Penataan ini memberi gambaran bagaimana karya seni dapat diterjemahkan ke dalam busana yang tetap fungsional untuk dikenakan sehari-hari.

Tanpa kesan berjarak, pengunjung bisa melihat detail motif, tekstur kain, hingga karakter visual khas Eko Nugroho yang diaplikasikan ke dalam berbagai item fesyen. Pendekatan ini membuat koleksi terasa lebih personal dan relevan dengan gaya hidup urban.

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, menekankan pentingnya menghadirkan edisi Jogja sebagai kelanjutan perjalanan kolaborasi ini. “Melalui edisi ini, kami ingin menghadirkan ruang yang lebih dekat bagi masyarakat, pecinta seni, dan Sahabat Sejauh di Yogyakarta dan sekitarnya untuk melihat, merasakan, dan memahami karya kolaborasi ini,” ujar Chitra.

Pengalaman Visual yang Lebih Imersif



Beranjak ke lantai dua, pengalaman fesyen dikemas lebih imersif melalui instalasi dan proyeksi visual. Karpet bermotif ikonik hasil kolaborasi yang dibuat khusus oleh Fio Carpet menjadi elemen pembuka, sekaligus penegas identitas visual koleksi. Tayangan dokumentasi perjalanan kolaborasi juga memperlihatkan bagaimana busana nggak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh eksplorasi.

Enam tampilan busana ikonik dipresentasikan dalam ruang dengan permainan cahaya dan bayangan yang dinamis. Elemen ini menghadirkan ritme visual yang membuat koleksi terlihat hidup, sekaligus mempertegas karakter mode sebagai bentuk ekspresi, bukan sekadar gaya.

Jogja Jadi Makna Personal Sebuah Karya



Yogyakarta dikenal sebagai kota yang memberi ruang luas bagi seni dan gagasan untuk bertemu. Dalam konteks inilah “Republik Sebelah Mata” Edisi Jogja hadir, memosisikan fesyen bukan sekadar sebagai tampilan visual, tetapi sebagai bagian dari percakapan yang lebih luas antara seniman, perancang, dan publik. Bagi Eko Nugroho, membawa “Republik Sebelah Mata” ke Yogyakarta memiliki makna tersendiri.

“Membawa pameran ini ke Yogyakarta terasa seperti membawa pulang energi koleksi ini ke tempat di mana karya-karya saya lahir,” kata Eko. Ia juga berharap karya-karya ini dapat memantik percakapan baru dengan publik.

Melalui pendekatan yang santai namun reflektif, pameran ini memperlihatkan bagaimana fesyen dapat menjadi ruang dialog antara karya, ruang, dan pengalaman personal setiap pengunjung. Pameran ini mengajak kita menikmati karya lokal dengan cara yang lebih santai, personal, dan penuh makna.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sumitronomics & MBG: Mesin Ekonomi Rakyat atau Bom Waktu Fiskal?

23 Maret 2026

Minta Maaf, Rismon Sianipar Dikatakan Kehilangan Martabat: Robot Diremote dari Solo

23 Maret 2026

Melawan Formalisme Digital: Meritokrasi vs. Arisan Jabatan

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026

23 Maret 2026

Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026: Fabio Di Giannantonio Pole Position

23 Maret 2026

Promo dan Diskon Menjelang Lebaran, Pusat Belanja Penuh Pengunjung

23 Maret 2026

Film “Broken Strings” Diangkat dari Kisah Nyata, Aurelie Moeremans Bocorkan Momen Penting

23 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?