Kawasan Ekonomi Khusus Kendal: Transformasi Menuju Pusat Industri Nasional
Kawasan Industri Kendal (KIK) kini telah bertransformasi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang menjadikannya sebagai salah satu kawasan industri terkemuka di tingkat nasional. Berbagai keunggulan yang ditawarkan oleh KIK mampu menarik minat investor, termasuk kemudahan dalam pengurusan perijinan dan akses jalur bisnis yang mudah.
Saat ini, sekitar 135 perusahaan multinasional-internasional telah bergabung dengan KIK. Capaian ini juga turut berkontribusi pada penurunan angka pengangguran di Kabupaten Kendal. Untuk lebih memahami tentang KIK, berikut adalah wawancara eksklusif dengan Direktur Eksekutif KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum.
Apa Itu KIK?
Sebenarnya KIK merupakan kawasan industri yang dirancang untuk menarik investor di bidang manufaktur, logistik, dan turunannya. Di KIK, tersedia berbagai kemudahan seperti utilitas jalan yang dibangun dan selalu dipelihara, serta kemudahan dalam pengurusan perijinan bangun pabrik. Biasanya proses perijinan bisa rumit, tetapi di KIK, prosesnya dipercepat dan disederhanakan.
Selain itu, KIK juga menyediakan akses bangunan berupa kapling industri di mana setiap perusahaan dapat membangun sesuai keinginan, asalkan sesuai regulasi. Selain itu, ada juga opsi bangunan yang sudah jadi, yang dibangun dan disewakan sesuai kebutuhan perusahaan.
Perusahaan yang Terdaftar di KIK
Dari jumlah 135 perusahaan yang telah bergabung, rata-rata tiga sektor utama adalah fashion, otomotif, energi terbarukan, dan elektronik. Di sektor fashion, terdapat berbagai produsen tas merek internasional yang membuat produknya di Kendal. Ada juga perusahaan packaging sepatu, baju olahraga, dan lainnya. Sementara di sektor otomotif dan elektronik, banyak perusahaan ternama yang telah bergabung.
Keunggulan KIK yang Menarik Investor
Salah satu keunggulan KIK adalah lokasinya yang strategis, dekat dengan akses jalan tol, bandara, dan pelabuhan. Infrastruktur yang lengkap seperti listrik, air baku, internet, dan lainnya juga tersedia. Selain itu, biaya hidup di Jawa Tengah lebih kompetitif dibandingkan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain itu, 76 persen dari investor asing yang baru pertama kali berinvestasi di luar negara asalnya memilih Kendal sebagai tempat investasi pertama. Program link and match juga menjadi keunggulan tambahan, di mana KIK bekerja sama dengan SMK maupun kampus-kampus untuk melatih tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Kemudahan Perijinan di KIK
Proses perijinan di KIK tidak terlalu rumit. Investor harus memiliki PT terlebih dahulu, setelah itu KIK akan membantu proses pengajuan ijin, termasuk NIB, NPWP, dan lainnya. Meskipun proses izin lingkungan dan persetujuan bangunan bisa lebih panjang, KIK memiliki tim internal yang siap membantu.
Mengatasi Masalah Banjir di Wilayah Pantura
Wilayah KIK terletak di Jalur Pantura, yang identik dengan banjir. Namun, secara engineering, masalah ini telah diatasi. KIK memiliki perencanaan yang matang mengenai ketinggian lahan dan elevasi jalan, sehingga air dapat langsung dialirkan ke pembuangan. Normalisasi saluran juga menjadi fokus utama agar akses ke luar kawasan tetap aman dan tidak mengganggu produksi.
Kontribusi KIK terhadap Masyarakat
Sejak 2016, KIK memiliki target untuk menurunkan angka pengangguran. Sampai Desember 2025, KIK telah menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja secara langsung, sementara total penyerapan tenaga kerja mencapai 68 ribu. Dengan adanya program link and match, KIK juga membantu para lulusan SMK dan SMA yang membutuhkan pekerjaan.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan KIK
KIK berharap pemerintah terus mendukung pengembangan kawasan ini. Saat ini, pemerintah pusat dan Pemkab Kendal telah memberikan dukungan yang baik. KIK juga menawarkan insentif seperti tax holiday dan diskon PPn, serta proaktif dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul.
Di masa depan, KIK ingin terus mendorong penggunaan energi hijau dan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan di kawasan ini memiliki standar keberlanjutan yang tinggi.



