Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Tiga Kolam Renang di Solo yang Cocok untuk Berenang Jelang Ramadhan, Termasuk Bengawan Sport Centre
  • 5 skutik besar nyaman untuk mudik, tidak lelah dan hemat bahan bakar!
  • Rem depan motor berdecit, jangan diabaikan, ini 7 penyebab umum
  • Manuver Transfer 3 Raksasa: Persebaya, Persib, dan Persija Incar Bintang Grade A 2026/2027
  • Pengemudi liar patok tarif Rp 100 ribu, warga kaget, wakil gubernur segera tindak lanjuti
  • Menerima Sekoper Narkoba dari AKBP Didik, Kehidupan Harian Aipda Dianita Pernah Minta Bantuan ke Sekuriti
  • Cara Mengelola Emosi Saat Berpuasa Agar Tidak Salah Putuskan
  • Wisatawan beralih ke perjalanan pelan dan pribadi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Orang yang Menyisakan Pakaian di Mesin Cuci Selama Berhari-hari Mereka Miliki 8 Sifat Ini, Kata Psikologi
Ragam

Orang yang Menyisakan Pakaian di Mesin Cuci Selama Berhari-hari Mereka Miliki 8 Sifat Ini, Kata Psikologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebiasaan Mencuci Pakaian yang Tertunda: Cerminan Perilaku Psikologis

Mungkin Anda atau orang di sekitar Anda pernah mengalami situasi di mana pakaian dimasukkan ke mesin cuci, pintu ditutup, dan kemudian dibiarkan begitu saja selama berhari-hari. Dalam hal ini, mesin cuci berubah fungsi menjadi “lemari sementara”, cucian lembap menunggu nasib, dan aktivitas sederhana pun tertunda tanpa alasan besar.

Secara sekilas, kebiasaan ini tampak sepele—sekadar soal malas atau lupa. Namun dalam sudut pandang psikologi, perilaku kecil yang berulang sering kali mencerminkan pola pikir, cara mengelola emosi, hingga sikap seseorang terhadap tanggung jawab dan tekanan hidup. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami.

Berikut beberapa ciri kepribadian yang sering muncul pada orang yang sering membiarkan cucian di mesin cuci selama berhari-hari:

  • Cenderung Menunda-nunda (Prokrastinasi Fungsional)

    Ciri paling jelas adalah kecenderungan menunda. Namun ini bukan selalu prokrastinasi ekstrem. Banyak orang dalam kategori ini tetap produktif, hanya saja mereka sering menunda tugas-tugas kecil yang dianggap “tidak mendesak”.

    Mencuci pakaian terasa tidak penting dibanding pekerjaan, urusan keluarga, atau hiburan. Akibatnya, tugas sederhana ini terus tertunda hingga menumpuk secara mental. Psikologi menyebutnya low-priority procrastination—menunda bukan karena tidak mampu, tetapi karena otak memberi peringkat rendah pada tugas tersebut.

  • Mudah Merasa Lelah Secara Mental (Mental Fatigue)

    Orang yang membiarkan cucian terlalu lama sering kali bukan malas secara fisik, melainkan lelah secara mental. Mereka mungkin sudah kehabisan energi untuk mengambil keputusan kecil.

    Dalam psikologi, ini dikenal sebagai decision fatigue. Setelah seharian membuat banyak keputusan—di tempat kerja, dalam keluarga, atau kehidupan sosial—otak memilih “menunda” urusan yang masih bisa ditunda, termasuk mencuci pakaian.

  • Memiliki Toleransi Tinggi terhadap Kekacauan Kecil

    Tidak semua orang terganggu oleh kekacauan dengan cara yang sama. Individu yang bisa membiarkan cucian lembap berhari-hari biasanya memiliki toleransi tinggi terhadap ketidakteraturan kecil.

    Mereka bisa tetap tenang meski ada pekerjaan rumah yang belum selesai. Ini bukan berarti mereka tidak peduli kebersihan, melainkan standar kenyamanan mereka berbeda. Psikologi kepribadian menyebutnya sebagai low sensitivity to environmental disorder.

  • Lebih Fokus pada Hal Besar daripada Detail Sehari-hari

    Ciri ini sering muncul pada orang yang berpikir makro. Mereka sibuk memikirkan tujuan besar, rencana jangka panjang, atau masalah kompleks, sehingga detail domestik terasa remeh.

    Bagi tipe kepribadian ini, cucian hanyalah urusan teknis yang bisa dibereskan nanti. Fokus utama mereka ada pada hal-hal yang dianggap lebih bermakna, meski konsekuensinya adalah pekerjaan kecil sering terbengkalai.

  • Memiliki Hubungan Unik dengan Waktu

    Orang yang membiarkan cucian terlalu lama sering kali memiliki persepsi waktu yang fleksibel. Mereka tidak selalu merasakan urgensi yang sama seperti orang lain.

    Dalam psikologi, ini berkaitan dengan time perception bias. Tugas yang tidak memiliki tenggat sosial (tidak ada yang menunggu cucian itu) cenderung dianggap “bisa kapan saja”, hingga akhirnya berhari-hari berlalu tanpa terasa.

  • Cenderung Menghindari Ketidaknyamanan Kecil

    Mencuci pakaian berarti berurusan dengan bau lembap, memindahkan cucian, menjemur, atau menyetrika. Bagi sebagian orang, ketidaknyamanan kecil ini cukup untuk dihindari sementara waktu.

    Psikologi menyebut ini sebagai avoidance behavior ringan. Bukan menghindari masalah besar, tetapi menghindari rasa tidak nyaman kecil yang dianggap mengganggu suasana hati saat itu.

  • Tidak Terlalu Keras pada Diri Sendiri

    Menariknya, ciri ini justru bisa positif. Orang yang membiarkan cucian menumpuk sering kali tidak memiliki suara batin yang terlalu menghakimi.

    Mereka tidak langsung menyalahkan diri sendiri hanya karena pekerjaan rumah tertunda. Dalam kadar sehat, ini menunjukkan self-compassion—kemampuan memberi toleransi pada diri sendiri ketika tidak sempurna.

  • Berpotensi Kreatif atau Berpola Pikir Fleksibel

    Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa individu dengan tingkat keteraturan rendah hingga sedang sering kali memiliki pemikiran yang lebih fleksibel dan kreatif.

    Mereka tidak terikat pada rutinitas kaku. Membiarkan cucian tertunda bukan karena tidak mampu mengatur hidup, tetapi karena otak mereka bekerja dengan cara yang lebih cair dan spontan.

Kesimpulan: Kebiasaan Kecil, Cermin Psikologis yang Lebih Besar

Membiarkan cucian di mesin cuci selama berhari-hari bukan sekadar soal malas atau tidak disiplin. Dalam kacamata psikologi, kebiasaan ini bisa menjadi cerminan kelelahan mental, cara memprioritaskan hidup, hingga hubungan seseorang dengan waktu dan tekanan.

Yang terpenting, kebiasaan ini tidak serta-merta menandakan kepribadian buruk. Ia hanya sinyal. Dengan menyadarinya, seseorang bisa mulai bertanya: apakah saya butuh istirahat? Perlu sistem yang lebih sederhana? Atau justru sudah terlalu keras pada diri sendiri?

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 skutik besar nyaman untuk mudik, tidak lelah dan hemat bahan bakar!

22 Februari 2026

Fabio Quartararo: YZR-M1 V4 Masih Jauh Tertinggal di MotoGP 2026

22 Februari 2026

Keeway XDV180 EVO: Lawan Tangguh Honda ADV di Segmen Skutik Futuristik

21 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tiga Kolam Renang di Solo yang Cocok untuk Berenang Jelang Ramadhan, Termasuk Bengawan Sport Centre

22 Februari 2026

5 skutik besar nyaman untuk mudik, tidak lelah dan hemat bahan bakar!

22 Februari 2026

Rem depan motor berdecit, jangan diabaikan, ini 7 penyebab umum

22 Februari 2026

Manuver Transfer 3 Raksasa: Persebaya, Persib, dan Persija Incar Bintang Grade A 2026/2027

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?