Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Persidangan kasus dana hibah Sleman berlangsung, saksi jabarkan aturan dan wewenang bupati
  • Persib Lepas Tiga Pemain Persija, Datangkan Dua Bek Eropa Top
  • Kubu Jokowi Akui Dapat Keuntungan dari Saksi Penggugat
  • Ammar Zoni Masih dalam Tahanan Berisiko Tinggi, Tak Dapat Perlakuan Khusus
  • Victoria Boxing gelar kejuaraan AMPRO 2026: dorong petinju muda ke level internasional
  • Senin Berkah: 4 Zodiak Ini Dijanjikan Keberuntungan Mulai 26 Januari 2026
  • Guru Tri Jadi Tersangka Usai Cukur Rambut Siswa, DPR Janji Hentikan
  • Gol Cunha Bawa MU Kalahkan Arsenal 3-2
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป NasDem Timpali Abidin: Kini Saatnya Kuningan Bersatu, Bukan Saling Melemahkan
Nasional

NasDem Timpali Abidin: Kini Saatnya Kuningan Bersatu, Bukan Saling Melemahkan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Juli 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link


Indonesia Discover

– Pernyataan H, Abidin Pengamat Kebijakan Publik, baru-baru ini menuai tanggapan tegas dari Sekretaris DPD NasDem Kuningan, Rudi Oang Ramdani. Hal itu dikarenakan pandangan mantan anggota dewan tersebut dinilai terlalu absolut. Terutama di tengah kondisi Kuningan yang membutuhkan persatuan dan solusi konkret.

NasDem Kuningan menyerukan agar semua pihak bergandengan tangan, menerima hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuningan. Sekaligus mendukung pemerintahan terpilih atas nama Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani (Dirahmati) untuk membawa Kuningan keluar dari berbagai problematika.

Mereduksi Norma Pemerintahan: Sebuah Kekeliruan Perspektif

Rudi Oang Ramdani dengan lugas menyatakan bahwa dalam kondisi Kuningan yang “tidak baik-baik saja”, sudah saatnya semua pihak fokus mencari solusi terbaik. Apalagi, Pilkada Kuningan sudah usai, dan pasangan “Dirahmati” telah unggul serta meyakinkan rakyat Kuningan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Ini adalah fakta demokrasi yang harus diterima dan dihormati. “Jangan sampai kita semua gagal paham, kemudian mereduksi norma dan kewenangan pemerintahan,” katanya.

Ia mengatakan, alam demokrasi memang memberikan ruang yang luas untuk berpendapat, namun pendapat tersebut hendaknya selalu berkaca pada keluhuran budi Pangeran Arya Kamuning, leluhur yang dikenal bijaksana dan memegang teguh nilai-nilai persatuan. Berpendapat itu penting, tapi melampaui batas dengan mereduksi norma dan kewenangan yang sah justru bisa menghambat kemajuan.

DPRD Kuningan: Harapan dari Para Negarawan Arif dan Bijak

Menurutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan berisi 50 manusia pilihan dan terpilih dengan berbagai latar belakang disiplin keilmuan. Mereka bukan hanya politikus sejati, melainkan juga negarawan yang arif dan bijak dalam menghadapi kondisi Kuningan saat ini. Yakinlah, mereka masih punya hati nurani yang bersih dan pemikiran jernih untuk sama-sama dengan pemerintah daerah mewujudkan Kuningan melesat, lepas landas dari problematika saat ini.

“Kami percaya terhadap kapasitas dan integritas anggota dewan. Diharapkan, legislatif eksekutif bersinergi secara optimal demi kemajuan Kuningan, meninggalkan kepentingan individu atau golongan demi kepentingan kolektif,” tuturnya.

Sinergi untuk Kuningan yang Tangguh

Ia menegaskan, inti dari tanggapannya adalah seruan untuk bersatu. Kuningan akan menjadi kabupaten yang Tangguh sebagaimana yang diharapkan bersama. Namun kuncinya adalah kolaborasi antara semua elemen masyarakat. Termasuk para pengamat dan seluruh warga Kuningan untuk bersama-sama mendukung roda pemerintahan yang baru berjalan.

Kritik yang membangun tentu penting dan diperlukan untuk jalannya demokrasi yang sehat. Namun, mereduksi legitimasi atau kewenangan hasil demokrasi yang sudah berjalan adalah hal yang kontraproduktif dan hanya akan memperlambat proses pembangunan. Maka, ia mengingatkan, saat ini bukan lagi waktu untuk berpolemik atau mempertanyakan dasar-dasar kenegaraan yang sudah mapan. Justru, energi harus dialihkan untuk mencari solusi, berinovasi dan bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat Kuningan.

Pesan “Sekapur sirih dari warung kopi aliran hitam” yang dilontarkan ini merupakan pandangan yang datang dari diskusi mendalam dan reflektif, bukan sekadar respons reaktif. Ini adalah ajakan yang tulus untuk meninggalkan polarisasi paska Pilkada dan bersama-sama menatap masa depan Kuningan dengan optimisme dan kerja keras.

Dengan demikian, ia menegaskan posisinya mendukung stabilitas pemerintahan, menghormati proses demokrasi dan mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Bukan saatnya lagi berdebat tentang hasil yang sudah ada, melainkan momentum untuk bekerja bersama demi Kuningan yang lebih baik dan tangguh. “Semoga Kuningan benar-benar bisa melesat lepas landas dari berbagai persoalan yang ada dan mencapai kemajuan yang kita harapkan bersama,” ucapnya.***

Berita Kebijakan Publik Pemerintah Politik politik dan pemerintahan
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Persidangan kasus dana hibah Sleman berlangsung, saksi jabarkan aturan dan wewenang bupati

28 Januari 2026

Kubu Jokowi Akui Dapat Keuntungan dari Saksi Penggugat

28 Januari 2026

Ammar Zoni Masih dalam Tahanan Berisiko Tinggi, Tak Dapat Perlakuan Khusus

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Persidangan kasus dana hibah Sleman berlangsung, saksi jabarkan aturan dan wewenang bupati

28 Januari 2026

Persib Lepas Tiga Pemain Persija, Datangkan Dua Bek Eropa Top

28 Januari 2026

Kubu Jokowi Akui Dapat Keuntungan dari Saksi Penggugat

28 Januari 2026

Ammar Zoni Masih dalam Tahanan Berisiko Tinggi, Tak Dapat Perlakuan Khusus

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?