Napoli kembali menunjukkan semangat pantang menyerah dalam pertandingan domestik. Sebagai juara bertahan Serie A Liga Italia, tim asal Napoli berhasil bangkit dua kali dari ketertinggalan untuk mencuri hasil imbang 2-2 di kandang Inter Milan, yang merupakan pemimpin klasemen sementara. Pertandingan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB, dengan dua gol yang dicetak oleh Scott McTominay menjadi penentu hasil imbang tersebut.
Inter Milan sejatinya memiliki peluang besar untuk membalas kekalahan 1-3 dari Napoli pada pertemuan pertama musim ini. Selain itu, kemenangan juga akan membawa mereka menjauh di puncak klasemen. Namun, semangat dan daya juang Napoli membuat persaingan untuk gelar Scudetto tetap terbuka.
Hasil imbang ini membuat Inter Milan tetap berada di puncak klasemen dengan 43 poin, unggul tiga angka dari AC Milan di posisi kedua yang bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina. Sementara itu, Napoli menempel di peringkat ketiga dengan 39 poin.
“Kami menampilkan permainan yang solid dan tetap fokus,” ujar kapten Napoli, Giovanni Di Lorenzo. “Kami senang dengan hasil imbang ini karena didapatkan setelah tertinggal dua kali.”
Babak Pertama: Inter Cepat Unggul
Inter Milan langsung membuka keunggulan pada menit kesembilan. Kesalahan Napoli kehilangan bola di tengah lapangan dimanfaatkan Marcus Thuram yang menusuk ke depan sebelum mengirimkan umpan kepada Federico Dimarco. Dari sudut sempit di kotak penalti, Dimarco melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh gawang.
Setelah gol tersebut, Inter tampil menekan dengan intensitas tinggi. Napoli kesulitan keluar dari area pertahanannya sendiri. Namun, di luar dugaan, tim tamu justru menyamakan kedudukan pada menit ke-26. Umpan Leonardo Spinazzola mengirim Eljif Elmas masuk ke kotak penalti. Elmas lalu mengirimkan umpan silang rendah ke area kotak penalti yang disambut McTominay. Gelandang Skotlandia itu mendahului Manuel Akanji di tiang dekat dan menaklukkan kiper Yann Sommer.
Peluang masih tercipta pada sisa babak pertama. Sundulan Thuram sempat ditepis Vanja Milinkovic-Savic, dan kedua tim menutup paruh pertama dengan skor imbang.
Babak Kedua: Intensitas Tinggi dan Kartu Merah
“Kami memulai dengan baik, kemudian sedikit terlalu ragu-ragu setelah gol, tetapi kami kembali ke permainan dan babak kedua akan sangat intens,” kata Elmas kepada DAZN saat jeda.
Napoli tampil agresif selepas turun minum. Umpan panjang Milinkovic-Savic hampir berbuah gol saat Rasmus Hojlund lolos dari kawalan, tetapi tembakannya melenceng tipis. Di Lorenzo juga gagal memaksimalkan peluang lewat sundulan dari umpan silang Spinazzola.
Peluang-peluang terbuang itu berbuah penyesalan ketika Inter mendapat hadiah penalti setelah Amir Rrahmani melanggar Henrikh Mkhitaryan. Pelatih Napoli Antonio Conte bahkan diganjar kartu merah akibat protes keras terhadap keputusan wasit.
“Saya tidak berkomentar tentang kinerja wasit,” ujar Di Lorenzo. “Tim tetap bermain dan diberi hasil imbang.”
Hakan Calhanoglu gagal mengeksekusi penalti setelah tembakannya membentur tiang gawang. Namun, Inter tetap kembali unggul dengan 17 menit tersisa.
Babak Akhir: McTominay Kembali Bangkit
Napoli kembali menunjukkan karakter juara. Sembilan menit sebelum laga usai, McTominay muncul untuk kedua kalinya. Umpan silang Matteo Politano yang tampak akan keluar lapangan berhasil dijaga Noa Lang dari garis gawang. Bola jatuh ke arah McTominay yang langsung menyambarnya dengan tendangan voli dari tepi kotak penalti.
Pada masa tambahan waktu, Inter hampir memastikan kemenangan lewat tembakan Mkhitaryan yang terdefleksi, tetapi bola kembali membentur tiang gawang. Skor 2-2 bertahan hingga peluit akhir, sekaligus menghentikan enam kemenangan beruntun Inter di liga.



