Musyawarah Kerja KONI Sultra Berlangsung di Kendari
Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung di Kota Kendari, Minggu (25/1/2026). Acara ini digelar di salah satu hotel yang terletak di Jalan DI Pandjaitan, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga. Lokasi tersebut berjarak sekitar 7,8 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar 13 menit dari Kawasan Eks MTQ di Jalan Tebaununggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
Dalam acara tahunan ini, KONI Sultra membahas beberapa agenda penting seperti penyusunan program kerja tahun 2026, evaluasi kegiatan sejak pelantikan hingga saat ini, serta penetapan tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Peserta dan Agenda Utama
Ketua Panitia Muskerprov KONI Sultra, Dr Sukriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengurus KONI dari 17 kabupaten/kota serta perwakilan 55 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Sultra.
“Tujuan utama dari acara ini adalah untuk menyusun program kerja selama satu tahun ke depan serta melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan KONI sejak dilantik hingga hari ini,” ujarnya.
Selain itu, agenda krusial lainnya dalam Muskerprov ini adalah penentuan tuan rumah Porprov 2026. Sukriyanto menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan 13 indikator yang telah dikaji oleh tim khusus. Sebelumnya, KONI Sultra sudah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan venue dan sarana pendukung di sejumlah daerah seperti Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), hingga Kabupaten Bombana.
Dari hasil penilaian sementara, Kota Kendari dinilai paling siap dari segi infrastruktur dan fasilitas pendukung. “Keputusan tuan rumah akan ditetapkan hari ini, setelah itu baru kita bahas anggaran bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,” tambahnya.
Penambahan Cabang Olahraga Baru
Selain Porprov, Muskerprov KONI Sultra juga membahas rencana penambahan dua cabang olahraga baru, yaitu Komite Sepak Bola Mini dan Federasi Gymnastic Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan olahraga di Sultra dan memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk berkembang.
Harapan Ketua KONI Sultra
Ketua KONI Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar dalam sambutannya berharap agar hasil Muskerprov yang digelar hari ini dapat membawa kemajuan bagi olahraga di Sultra. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dengan pemerintah dan instansi terkait dalam mendukung pembinaan atlet.
Hadirin dan Bonus Atlet
Berdasarkan pantauan di lokasi, Muskerprov KONI Sultra dimulai sekira pukul 10.00 WITA dan direncanakan selesai pada pukul 17.00 WITA. Acara tersebut turut dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR). Hadir juga sejumlah unsur Forkopimda dan pimpinan lembaga daerah, mulai dari Danrem, Danlanud HLO, Kabinda, perwakilan Kapolda, Danlanal, Kajati, hingga DPRD Sultra.
Dalam kesempatan itu, ASR bersama Andi Ady Aksar juga memberikan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2025 di Kudus. Ada sembilan atlet yang menerima bonus tersebut, antara lain Muliadi peraih medali perak Taekwondo, Jildan peraih medali perak Kempo, Aldi peraih medali perunggu Kempo, Niluh peraih medali perunggu Taekwondo, Mashuri peraih medali perunggu Taekwondo, Harya Alimin peraih medali perunggu Silat, Jodi peraih medali perunggu Sambo, Harun peraih medali perunggu Sambo, serta Nur Khafifah Rosaldin yang juga peraih medali perunggu Silat.
Atlet peraih medali perak memperoleh bonus sebesar Rp50 juta sedangkan peraih medali perunggu mendapat Rp30 juta. ASR dalam sambutannya menegaskan bahwa bonus atlet tidak boleh dipotong dan harus diterima secara utuh oleh atlet. Dia juga mengingatkan pentingnya pembinaan dan pemeliharaan atlet secara berkelanjutan oleh KONI Sultra.
Rencana Pembangunan Fasilitas Olahraga
Untuk itu, Mantan Pangdam ini menyatakan komitmennya mendukung seluruh program KONI Sultra yang berorientasi pada peningkatan prestasi dan kesejahteraan atlet. Ia juga menyampaikan rencana lanjutan pembangunan dan perbaikan fasilitas olahraga di Sulawesi Tenggara pada tahun 2026. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah perbaikan Stadion Lakidende di Kota Kendari.
“Tahun ini harus segera selesai,” ujar ASR.



