Mimo Meluncurkan Buku AI for Hiring di Yogyakarta
Platform asisten rekrutmen berbasis kecerdasan buatan (AI), Mimo, baru saja meluncurkan buku AI for Hiring di Yogyakarta. Peluncuran buku ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong transformasi digital dalam proses rekrutmen yang dinilai masih tidak efisien.
Mimo menilai bahwa dunia rekrutmen menghadapi tantangan serius di tengah kemudahan teknologi digital. Untuk satu posisi kerja, perusahaan rata-rata menerima sekitar 250 lamaran, dengan 75 hingga 88 persen di antaranya tidak memenuhi kualifikasi. Kondisi ini membuat tim sumber daya manusia (HR) harus menghabiskan waktu hingga 23 jam hanya untuk menyortir resume dalam satu proses perekrutan.
Buku AI for Hiring: Solving the Inefficiency in Finding Human Potential in Modern Recruitment mengulas peran teknologi AI dalam menjawab persoalan tersebut. Pembahasan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni AI Resume Screening, AI Interview, dan AI Assessment, yang dirancang untuk mengubah proses manual menjadi pengambilan keputusan strategis yang lebih cepat dan akurat.
Penulis buku sekaligus peneliti di Mimo, Rafli Sodiq Bagaskara, menegaskan bahwa pemanfaatan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dalam proses rekrutmen. “Kami percaya bahwa teknologi seharusnya tidak menggantikan peran manusia, melainkan memampukan mereka. Filosofi utama yang kami angkat dalam buku ini adalah ‘Let Humans be Humans, Let AI be the Robot’. Dengan menyerahkan tugas administratif dan repetitif kepada AI, praktisi HR dapat kembali fokus pada hal yang paling esensial: membangun hubungan antarmanusia dan menilai potensi kandidat secara objektif,” ujarnya.
Sodiq menambahkan, keputusan akhir perekrutan tetap harus berada di tangan manusia. “AI bukan pengganti manusia dalam hiring, melainkan alat bantu. Rekomendasi boleh datang dari sistem, tetapi keputusan menerima atau tidak tetap harus diambil oleh manusia. Inilah esensi dari pendekatan human-centered AI yang dikembangkan dalam buku AI for Hiring, di mana teknologi dan intuisi manusia saling melengkapi untuk menghasilkan keputusan rekrutmen yang lebih adil dan berkualitas,” kata dia.
Penulis lainnya, Murtiono Widi, menyebut pemanfaatan AI dalam rekrutmen kerap dipersepsikan bertentangan dengan pendekatan humanis. Padahal, riset menunjukkan recruiter dapat membaca 300 hingga 500 CV per hari sehingga berisiko mengalami kelelahan dan melewatkan kandidat potensial. “AI justru harus mengembalikan HR ke peran sejatinya, dengan mengambil alih screening CV agar recruiter bisa fokus membangun relasi dan wawancara yang lebih manusiawi,” ujar Murtiono yang akrab disapa Imung.
Salah satu sorotan dalam buku ini adalah pergeseran metode seleksi dari pencocokan kata kunci menuju pemahaman konteks melalui teknologi Natural Language Processing (NLP). Pendekatan ini dinilai mampu memastikan kandidat berpotensi tidak terlewat hanya karena perbedaan format penulisan CV.
Buku yang ditulis oleh Rafli Sodiq Bagaskara, Murtiono Widi, dan Andy Hidayat ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, serta keadilan proses rekrutmen berbasis data.
Manfaat AI dalam Proses Rekrutmen
AI memiliki peran penting dalam mempercepat dan meningkatkan akurasi proses rekrutmen. Berikut beberapa manfaat utamanya:
- Pengurangan Waktu dan Biaya: AI dapat memproses ribuan lamaran dalam waktu singkat, mengurangi beban kerja HR dan menghemat waktu.
- Peningkatan Akurasi: Teknologi seperti NLP memungkinkan analisis konteks CV, sehingga kandidat yang layak tidak terlewat hanya karena perbedaan format penulisan.
- Fokus pada Hubungan Manusia: Dengan mengambil alih tugas administratif, HR dapat lebih fokus pada interaksi langsung dengan kandidat dan membangun hubungan yang lebih baik.
- Keputusan yang Lebih Adil: AI membantu mengurangi bias dalam proses rekrutmen, sehingga keputusan lebih objektif dan adil.
Peran AI dalam Pemrosesan CV
AI Resume Screening adalah salah satu komponen utama dalam buku AI for Hiring. Teknologi ini digunakan untuk:
- Memfilter lamaran yang tidak memenuhi kualifikasi.
- Mengidentifikasi kandidat yang memiliki potensi berdasarkan konteks dan keterampilan.
- Mengurangi beban kerja HR dengan otomatisasi proses penyortiran.
Dengan menggunakan AI, perusahaan dapat mempercepat proses rekrutmen tanpa mengorbankan kualitas.
Kesimpulan
Buku AI for Hiring memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam proses rekrutmen. Dengan pendekatan human-centered AI, Mimo menekankan bahwa teknologi harus memperkuat peran manusia, bukan menggantikannya. Dengan demikian, proses rekrutmen menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.



