Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 15 April 2026
Trending
  • Adab Berpakaian Laki-Laki dan Perempuan dalam Alquran dan Hadits
  • Arema FC Kalahkan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Gustavo Franca Cetak Gol Tunggal
  • Respons beragam terhadap wacana ‘war tiket’ haji
  • Penetapan Tersangka Irawan Prakoso di Kasus Petral Disoroti, Kerugian Negara Jadi Pertanyaan
  • Langkah Diplomasi Pakistan untuk Perdamaian AS dan Iran
  • Spesifikasi Lengkap Redmi K90 Max dan Perkiraan Harganya
  • Mengapa Anak Cepat Tidur Saat Naik Kendaraan? Ini Jawabannya
  • 6 Bintang Indonesia yang Meninggal di Bawah Usia 30 Tahun
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Mengapa Januari Terasa Panjang? Ini Penjelasan Ilmiah
Ragam

Mengapa Januari Terasa Panjang? Ini Penjelasan Ilmiah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenapa Januari Terasa Begitu Lama?

Malam pergantian tahun baru sudah terlewat lama, tapi lihat kalender masih menunjukkan tanggal segini? Apakah ada tanggal yang ganda? Pertanyaan ini mungkin sering muncul ketika kita melihat bulan Januari yang terasa begitu panjang. Banyak orang merasa bahwa Januari terasa lebih lambat dibanding bulan-bulan lainnya, meskipun jumlah harinya sama dengan beberapa bulan lain seperti Maret, Mei, dan Juli.

Alasan Mengapa Januari Terasa Lama

1. Momen Setelah Liburan

Memasuki Januari berarti kamu harus kembali beraktivitas setelah liburan Natal dan tahun baru. Zhenguang Cai, seorang mahasiswa PhD di UCL yang mempelajari persepsi waktu dalam New Statement menjelaskan bahwa hal ini memengaruhi cara pandang seseorang. Kamu mungkin mengalami kebosanan dibanding kesenangan selama liburan hingga akhirnya membuatmu berpikiran Januari berjalan lebih lamban. Jika dibanding Desember yang penuh dengan senang-senang, Januari dan rutinitasnya yang sama seperti semula jelas sangat membuat jenuh. Waktu terasa berjalan cepat saat kita bersenang-senang, begitu juga sebaliknya.

Hal tersebut bekerja sebagaimana hipotesis jam dopamin. Ketika tingkat dopamin tinggi, neurotransmitter di otak dapat mempercepat jam internal sehingga membuat waktu terasa berjalan lebih cepat. Meski hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

2. Kurangnya Sinar Matahari

Poin alasan Januari terasa lama ini mungkin kurang relate buat kita yang tinggal di bawah garis khatulistiwa. Namun, di belahan Bumi lain yang mengalami puncak musim dingin pada bulan ini, sinar matahari sangat berpengaruh pada perasaan terhadap durasi waktu. Profesor David Whitmore dari UCL menjelaskan bahwa kurangnya sinar matahari menjadi penyebab Januari terasa lama. Hal ini dipengaruhi oleh siang hari yang lebih pendek dan malam hari yang lebih panjang saat musim dingin, melansir La Paloma Academy.

3. Menyadari Waktu

Nah, pada Januari ini, kita menyadari waktu. Pengakuan bersama bahwa Januari itu panjang bisa membuat bulan ini terasa lebih panjang. Cara kita memandang waktu mencerminkan perasaan kita. Kegiatan yang kita pilih berdasarkan pada pemahaman waktu pun membuat hari-hari terasa makin panjang. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, tidak banyak hari libur yang membuat kita excited sehingga membuat Januari waktu terasa makin lama. Tidak heran jika banyak orang yang mulai bosan.

FAQ Seputar Kenapa Januari Terasa Lama

Question: Kenapa Januari sering terasa lebih lama dibanding bulan lain?

Answer: Karena Januari adalah masa transisi setelah libur panjang sehingga otak butuh waktu beradaptasi kembali dengan rutinitas.

Question: Apakah jumlah hari Januari lebih banyak?

Answer: Ya, Januari memiliki 31 hari, sama seperti beberapa bulan lain, tetapi terasa lebih panjang karena ritme awal tahun masih pelan.

Question: Apakah faktor mental memengaruhi persepsi waktu di Januari?

Answer: Iya, stres awal tahun dan target baru bisa membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.

Kesimpulan

Alasan kenapa Januari terasa lama ternyata banyak dipengaruhi oleh pikiran kita sendiri. Dari momen setelah liburan hingga kurangnya sinar matahari dan kesadaran akan waktu, semua faktor tersebut berkontribusi pada persepsi bahwa Januari terasa begitu panjang. Jadi, bagaimana menurutmu cara efektif melewati Januari yang terasa lebih panjang ini?

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mengapa Anak Cepat Tidur Saat Naik Kendaraan? Ini Jawabannya

15 April 2026

Model kursi kayu terbaru: Bahan Ini Sering Digunakan!

15 April 2026

6 Bintang Indonesia yang Meninggal di Bawah Usia 30 Tahun

15 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Adab Berpakaian Laki-Laki dan Perempuan dalam Alquran dan Hadits

15 April 2026

Arema FC Kalahkan Persita Tangerang di Banten International Stadium, Gustavo Franca Cetak Gol Tunggal

15 April 2026

Respons beragam terhadap wacana ‘war tiket’ haji

15 April 2026

Penetapan Tersangka Irawan Prakoso di Kasus Petral Disoroti, Kerugian Negara Jadi Pertanyaan

15 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?