Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
  • Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026
  • Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak
  • 5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda ยป Mekanisme Karburator Ternyata Rumit, Ini Penjelasannya
Teknologi

Mekanisme Karburator Ternyata Rumit, Ini Penjelasannya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prinsip Dasar Kerja Karburator yang Jarang Dipahami

Secara prinsip, mekanisme kerja karburator sangat mirip dengan pompa obat nyamuk semprot model lama. Bahan bakar tidak didorong keluar, melainkan ditarik oleh kevakuman udara yang dihasilkan mesin. Inilah kunci utama yang sering terlewatkan.

Di dalam karburator terdapat mangkuk atau float chamber yang menampung bahan bakar dalam jumlah terbatas. Tinggi permukaan bensin dijaga agar tetap stabil, tidak penuh dan tidak kosong. Dari genangan inilah bahan bakar akan diambil sesuai kebutuhan mesin.

Ketika mesin hidup, piston bergerak menciptakan kevakuman yang sangat kuat. Kevakuman ini menarik udara dari luar melalui venturi karburator yang menyempit. Karena kecepatan udara meningkat drastis di area sempit tersebut, tekanan menurun dan secara otomatis menarik bahan bakar keluar dari saluran main jet dan pilot jet.

Peran Main Jet dan Pilot Jet dalam Suplai Bahan Bakar

Main jet dan pilot jet berada di dalam genangan bahan bakar, namun memiliki fungsi yang berbeda. Pilot jet bekerja dominan pada putaran bawah hingga transisi, sementara main jet berperan besar pada putaran menengah hingga atas.

Ketika udara ditarik dengan kecepatan tinggi, seluruh jalur yang terhubung ke ruang venturi ikut terpengaruh. Bukan hanya udara yang bergerak, tetapi bahan bakar dari kedua jet tersebut juga ikut tersedot naik dan bercampur dengan udara. Proses pencampuran ini tidak terjadi karena tekanan pompa, melainkan karena perbedaan tekanan yang sangat presisi. Sedikit saja ada gangguan pada aliran udara atau bahan bakar, karakter mesin langsung berubah.

Lubang Pernapasan Karburator yang Sering Diremehkan

Agar bahan bakar bisa keluar dari mangkuk karburator, ruang tersebut harus memiliki akses udara. Inilah fungsi lubang pernapasan karburator atau vent hose. Tanpa suplai udara pengganti, bensin tidak akan bisa terhisap meski kevakuman sangat kuat.

Jika lubang pernapasan ini tersumbat, tertekuk, atau tertutup air, suplai bahan bakar akan terganggu. Gejalanya sering muncul saat motor dipacu kencang. Mesin terasa mbet, brebet, bahkan mati mendadak. Namun saat gas dipelankan, mesin kembali normal.

Kondisi ini sering terjadi ketika selang pernapasan diarahkan ke bawah. Saat hujan atau melewati genangan, air cipratan bisa masuk ke selang dan menghambat aliran udara. Karena itu, selang pernapasan karburator seharusnya diarahkan ke atas atau ke area terlindung, bukan menjuntai ke bawah.

Venturi dan Proses Pencampuran Udara Bahan Bakar

Bagian paling vital dalam karburator adalah venturi. Bentuknya yang menyempit bukan tanpa alasan. Penyempitan ini meningkatkan kecepatan aliran udara, sekaligus menurunkan tekanannya.

Saat udara melewati venturi, bahan bakar yang tersedot dari main jet dan pilot jet akan teratomisasi menjadi partikel halus. Campuran udara dan bahan bakar ini kemudian mengalir menuju intake manifold sebelum masuk ke ruang bakar.

Kualitas pencampuran ini sangat menentukan performa mesin. Campuran yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak homogen akan membuat mesin brebet, basah di putaran bawah, atau justru lemah di putaran atas.

Pengaruh Panjang Intake Manifold terhadap Karakter Mesin

Panjang intake manifold memiliki pengaruh langsung terhadap durasi sampainya campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar. Semakin panjang jalurnya, semakin lama waktu tempuh campuran tersebut. Sebaliknya, jalur pendek membuat respons lebih cepat.

Karburator dirancang dengan asumsi panjang manifold tertentu. Ketika panjang ini diubah tanpa penyesuaian setting, karakter mesin akan berubah drastis. Inilah alasan mengapa penggantian manifold pendek sering membuat mesin sulit disetel jika spesifikasi lain masih standar.

Perubahan ini bukan soal benar atau salah, melainkan soal kecocokan desain. Pada tahap perawatan dan tune up standar, faktor ini tidak perlu diutak-atik. Namun saat masuk ke ranah modifikasi, perhitungan menjadi wajib.

Karburator Besar Tidak Selalu Berarti Lebih Kencang

Kesalahpahaman yang sering terjadi adalah anggapan bahwa karburator dengan venturi lebih besar otomatis meningkatkan performa. Faktanya, karburator besar hanya berguna jika kebutuhan udara dan bahan bakar mesin memang meningkat.

Pada mesin standar, karburator terlalu besar justru membuat aliran udara melambat. Kevakuman melemah, bahan bakar sulit teratomisasi sempurna, dan respons mesin menjadi tumpul. Efeknya, tenaga bawah hilang dan mesin terasa malas.

Karburator harus dipilih berdasarkan kebutuhan mesin, bukan sekadar ukuran. Prinsip inilah yang menjadi dasar dalam setiap desain pabrikan.

Kesimpulan

Mekanisme kerja karburator motor adalah perpaduan antara kevakuman, aliran udara, dan suplai bahan bakar yang harus berjalan seimbang. Gangguan sekecil apa pun, seperti selang pernapasan tersumbat atau perubahan jalur masuk udara, bisa berdampak besar pada performa mesin. Dengan memahami cara kerjanya secara menyeluruh, perawatan dan penyetelan karburator tidak lagi berbasis tebakan, melainkan berdasarkan logika teknis yang benar dan terukur.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Laptop Toshiba Terbaik 2026 untuk Mahasiswa Desain: Kreativitas Tak Terbatas, Harga Cerdas

26 Januari 2026

Tampil Mewah! Yamaha NMAX Turbo Texmax 2026, Skutik Hitam Sporty

26 Januari 2026

Yamaha Perkenalkan TMAX Edisi Spesial dengan Jajaran Maxi Elegan dari XMax hingga NMax

26 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu

29 Januari 2026

Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan

29 Januari 2026

Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026

29 Januari 2026

Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?