Pengalaman Maraton Film Lebaran: Dari Drama Hingga Horor
Hari raya Lebaran tidak hanya identik dengan mudik dan kumpul keluarga, tetapi juga dengan tayangan film baru di bioskop. Tahun ini, ada enam film lokal yang siap memenuhi layar lebar, yaitu Na Willa, Pelangi di Mars, Senin Harga Naik, Tunggu Aku Sukses Nanti, Danur: The Last Chapter, dan Suzzana: Santet Dosa Di Atas Dosa. Setiap film menawarkan genre yang berbeda, mulai dari drama hingga horor.
Bagaimana jika semua film tersebut ditonton dalam satu waktu? Bukan hanya satu atau dua judul, melainkan keenamnya dalam waktu dua hari berturut-turut. Eksperimen ini dilakukan oleh IDN Times pada 20–21 Maret 2026, tepat di momen libur Lebaran. Jadwal yang padat dari pagi hingga malam membuat pengalaman menonton menjadi sangat intens.
Hari Pertama Penuh Drama
Hari pertama eksperimen jatuh pada 20 Maret 2026, yang belum resmi menjadi hari Lebaran. Suasana bioskop terasa lengang, terutama di pagi hari. Penulis memilih hari pertama sebagai fokus untuk genre drama-keluarga yang mendominasi bioskop pada Lebaran tahun ini.
Film seperti Na Willa hanya diisi oleh satu keluarga, sepasang penonton, serta beberapa penonton solo. Saat masuk ke Pelangi di Mars, suasana makin sepi. Bahkan penulis menonton sendirian. Sementara Senin Harga Naik mulai ada penonton, tapi tetap tersebar. Puncaknya ada di Tunggu Aku Sukses Nanti yang jadi film paling ramai di hari pertama. Penempatannya di akhir terasa pas karena emosinya cukup menguras. Ramainya penonton juga didasari faktor jadwal yang semakin malam dan pengunjung punya banyak waktu kosong dibandingkan pagi hari.
Seorang penonton bernama Sakinah hadir bersama adik-adiknya untuk menyaksikan film Senin Harga Naik. Ia merayakan Lebaran di tanggal Jumat, 20 Maret. Ia berbagi alasan datang ke bioskop, “Karena bosan aja sih di rumah gak ada kegiatan apa-apa. Jadi mutusin buat nonton sama adek, sama temen.”
Hari Kedua Jauh Lebih Ramai, Tapi…
Masuk 21 Maret 2026, suasana berubah total. Hari pertama Lebaran bikin bioskop jauh lebih ramai, bahkan banyak penonton datang dengan outfit khas seperti gamis. Namun, antrean yang paling mencolok justru ada di film konser NCT DREAM TOUR THE DREAM SHOW 4: FUTURE THE DREAM FINALE in CINEMAS. Fans membawa poster dan memenuhi area bioskop.
Hari kedua difokuskan ke genre horor. Danur: The Last Chapter terbilang ramai meski penonton tersebar. Di sisi lain, Suzzana: Santet Dosa Di Atas Dosa justru lebih padat di area tengah studio. Meski begitu, tingkat keramaian masih belum bisa menyaingi Tunggu Aku Sukses Nanti di hari sebelumnya.
Upaya mewawancarai penonton pun sempat terkendala, beberapa kelompok menolak karena terburu-buru dan suasana terlalu ramai, terutama akibat membludaknya penonton film konser.
Jadi, Seru Gak Maraton Film Lebaran?

Penulis sebenarnya sempat ambisius ingin menamatkan keenam film dalam satu hari. Namun, rencana itu harus pupus karena jadwal tayang yang saling bertabrakan. Alih-alih memaksakan, strategi pun diubah menjadi maraton dibagi jadi dua hari dengan pendekatan genre.
Jadi, gak harus lompat dari tangis haru ke teror horor dalam waktu berdekatan. Hari pertama diisi dengan drama yang menguras perasaan, sementara hari kedua dikhususkan untuk sensasi tegang dan seram. Lebih teratur, tapi tetap menantang untuk mengejar jadwal tayang di studio.
Untuk jawaban akan poin utama, maraton film lebaran cukup seru dilakukan. Namun, tetap ada harga yang harus dibayar. Menonton beruntun selama dua hari memberikan pengalaman unik, apalagi kalau dilakukan bareng teman atau keluarga. Namun, manajemen waktu jadi kunci, mulai dari jeda makan, ke toilet, hingga istirahat mata.
Total durasi yang dijalani pun tidak sebentar. Hari pertama dari pukul 10.30 hingga 20.00 WIB, dan hari kedua dari 12.30 hingga 18.30 WIB. Di akhir, mata terasa cukup lelah karena terlalu lama berada di ruangan ber-AC dan menatap layar terus-menerus. Tapi kalau kamu penasaran dengan semua film Lebaran sekaligus, pengalaman ini tetap layak dicoba setidaknya sekali seumur hidup.



