Kekuatan Baru di Tim Nasional Bulu Tangkis Malaysia
Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) memperkuat barisan kekuatan mereka dengan mendatangkan enam pelatih baru, termasuk dua pelatih dari luar negeri. Lee Chong Wei, yang menjabat sebagai Ketua Komite Performa Bulu Tangkis Malaysia, mengonfirmasi tentang kedatangan keenam pelatih tersebut ke kubu pelatnas mereka.
Pengumuman resmi mengenai penunjukan pelatih diharapkan akan dilakukan dalam waktu dekat, tergantung pada persetujuan alokasi keuangan yang saat ini sedang diselesaikan. Peraih tiga medali perak Olimpiade ini juga mengkonfirmasi bahwa di antara kandidat pelatih yang terdaftar adalah mantan pelatih Lee Zii Jia, Yeoh Kay Bin, dan mantan pemain ganda putra nasional, Mohd Zakry Abdul Latif, selain dua pelatih dari luar negeri.
“Begitu anggaran disetujui, akan mudah bagi kami untuk menunjuk pelatih. Bukan hanya Kay Bin, kami juga akan merekrut beberapa pelatih baru untuk tim nasional U-21,” kata Lee Chong Wei.
Diyakini bahwa Kay Bin diharapkan mengambil alih peran Tey Seu Bock, yang telah kembali membimbing skuad tunggal senior dari sebelumnya pelatih kepala tunggal junior, sementara Zakry akan mengambil alih tanggung jawab sebagai pelatih ganda putri.
Chong Wei menjelaskan bahwa penunjukan lima hingga enam pelatih ini mencakup level senior dan junior, sejalan dengan upaya BAM untuk mengembangkan pemain secara komprehensif. Malaysia akan memprioritaskan untuk merekrut pelatih lokal tetapi dia tidak menutup kemungkinan untuk menyaring pelatih asing dari luar negeri.
“Prioritas kami adalah pelatih lokal,” kata Chong Wei. “Jika itu tidak cukup, maka kami akan mencari pelatih dari luar negeri.”
Lee Chong Wei menekankan bahwa pengembangan pemain muda kini menjadi perhatian serius. Pada saat yang sama, Chong Wei menegaskan bahwa struktur kepelatihan pelatnas Malaysia akan tetap dipimpin oleh Kenneth Jonassen sebagai direktur kepelatihan tunggal. Kemudian Rexy Mainaky juga masih akan terus memegang posisi sebagai direktur kepelatihan ganda.
Mantan tunggal putra nomor satu dunia menekankan bahwa tidak ada pelatih yang akan dipecat, melainkan penunjukan baru hanya bertujuan untuk menambah kekuatan dan melengkapi struktur kepelatihan yang ada.
“Kami tidak memecat siapa pun. Strukturnya masih sama, kami hanya menambah pelatih.” “Selain itu, kami juga meminta kenaikan gaji pelatih agar kami dapat mempertahankan lebih banyak talenta lokal daripada bermigrasi ke luar negeri,” jelas Lee Chong Wei.
Sebelumnya, BAM sudah mendatangkan kembali Tey Seu Bock ke jajaran pelatih tunggal putra senior. Seu Bock adalah tokoh penting di balik kesuksesan Chong Wei dalam memenangkan tiga medali perak Olimpiade di Beijing 2008, London 2012, dan Rio de Janeiro 2016. Selain membantu Lee Chong Wei memenangkan berbagai gelar internasional, kombinasi antara Tey Seu Bock dan pelatih Hendrawan juga memastikan bahwa mantan nomor satu dunia itu meraih medali perak Olimpiade ketiganya di Rio 2016.
Ia bergabung dengan BAM sejak tahun 2002, memulai karirnya sebagai asisten Datuk Misbun Sidek. Kemudian ia mengambil alih peran sebagai pelatih tetap Lee Chong Wei pada awal tahun 2011 bersama Hendrawan. Kembalinya Tey Seu Bock sudah terlihat tatkala mengawal Leong Jun Hao pada Malaysia Open 2026 yang sayangnya harus terhenti di babak kedua karena kalah dari Jonatan Christie.



