Kehadiran Warna Biru dalam Pemakaman Vidi Aldiano
Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga dan kerabat, ada satu hal yang menarik perhatian para pelayat, yaitu warna pakaian yang dikenakan oleh keluarga dan sahabat dekat Vidi Aldiano. Warna biru menjadi dominasi dalam tampilan mereka, yang tidak hanya menjadi simbol penghormatan terakhir, tetapi juga memiliki makna khusus terkait dengan kehidupan penyanyi muda tersebut.
Warna biru dipilih oleh para sahabat sebagai bentuk penghormatan untuk Vidi, sekaligus mencerminkan arti penting yang terkait dengan sang penyanyi selama hidupnya. Bagi Vidi Aldiano, warna ini dianggap sebagai simbol keberhasilan dan keberuntungan. Hal ini diungkapkan oleh salah satu sahabatnya, Ranggaz Laksmana, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Menurut Ranggaz, banyak orang yang hadir dalam pemakaman Vidi mengenakan pakaian berwarna biru karena itu merupakan simbol keberhasilan dan keberuntungan bagi Vidi. Ia menulis:
“Hari ini semua orang yang sayang sama kamu pake baju biru, kamu pernah bilang, sesuai feng shui, itu warna keberhasilan dan keberuntungan kamu.”
Selain itu, Ranggaz juga menyampaikan bahwa kehadiran banyak orang di pemakaman menjadi bukti bahwa Vidi adalah sosok yang sangat dicintai oleh banyak orang. Ia menambahkan:
“Hari ini kamu berhasil Vid, berhasil dalam hidup, berhasil mengumpulkan sebegitu banyak orang untuk hadir buat kamu, tapi yang beruntung kita-kita, beruntung bisa kenal sama orang seperti kamu, beruntung ada kesempatan disayang sama kamu.”
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Prosesi pemakaman Vidi Aldiano berlangsung dengan khidmat meski diguyur hujan. Keluarga, kerabat, serta sejumlah rekan artis turut hadir mengantarkan jenazah penyanyi tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya. Di antara para pelayat, istri Vidi, Sheila Dara, menjadi sorotan. Meskipun tampak tegar, ia terlihat membutuhkan bantuan dari seorang kerabat saat berjalan menuju makam.
Sheila tampil dalam balutan selendang biru yang ditutupkan di kepalanya. Wajahnya juga tertutup masker, menunjukkan rasa sedih yang mendalam. Jasad Vidi kemudian diletakkan di sisi makam sebelum dimasukkan perlahan ke liang lahat.
Hujan yang mengguyur cukup deras memberikan tantangan tersendiri bagi para pelayat. Banyak dari mereka membawa payung, sementara tanah merah di sekitar makam terlihat becek akibat curah hujan yang tinggi. Namun, suasana tetap khidmat saat doa-doa dan lantunan Alfatihah dilantunkan.
Kabar dari Keluarga
Kabar tentang pemakaman Vidi Aldiano sempat disampaikan oleh ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa Vidi meninggal tepat pada tanggal 17 Ramadan. Berikut kutipan dari unggahannya:
“Innalilahi wa innailaihi rojiun. Telah Berpulang Menuju Cahaya Ilahi, Anak saya : Oxavia Aldiano bin Harry Aprianto Kissowo. Sore tadi pukul 16.33, 17 Ramadhan 1447 H. Rumah duka Alm. Vidi Aldiano. Jl. Kecapi 57 Cilandak Barat, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.”
Sebelum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, jenazah Vidi Aldiano disalatkan terlebih dahulu di masjid dekat rumah duka. Jenazah kemudian diberangkatkan dari masjid ke TPU Tanah Kusir sekitar pukul 09.00 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung pada Minggu pagi, 8 Maret 2022, dengan rincian waktu sebagai berikut:
- Pukul 07.00: Berangkat dari rumah duka ke masjid dekat rumah duka untuk solat jenazah.
- Pukul 08.00: Solat jenazah dilakukan.
- Pukul 09.00: Berangkat dari masjid ke pemakaman Tanah Kusir belakang makam Bung Hatta.
Perjalanan Vidi Aldiano
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal yang diidapnya sejak 2019. Sebagai pelantun lagu Status Palsu, ia dikenal tidak hanya sebagai penyanyi yang hebat, tetapi juga sebagai sosok yang sangat dicintai oleh banyak orang. Kehadirannya dalam dunia musik Tanah Air meninggalkan jejak yang tak tergantikan.



