Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • 100 Kata Motivasi Singkat untuk Semangat Belajar
  • Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa
  • Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk THR Lebaran 2026: Samsung, Infinix, Oppo, Xiaomi, Vivo
  • Penderitaan Dwintha, Cucu Mpok Nori, Terungkap Keguguran Selama Menikah
  • Anggota Komisi I DPR: Pengunduran Diri Kabais Tidak Boleh Hentikan Penegakan Hukum
  • Transfer Liga Inggris: Sindiran Liverpool Rekrut Olise Gantikan Mo Salah
  • Bingung Pilih Resistance Band? Ini Panduan Lengkapnya
  • Jadwal Kapal Bukit Siguntang 2026: Rute Makassar-Parepare-Kupang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Losing My Way at the Station While Chasing a Travel, My Journey to Purwakarta
Pariwisata

Losing My Way at the Station While Chasing a Travel, My Journey to Purwakarta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perjalanan yang Penuh Drama Menuju Purwakarta

Purwakarta adalah kota yang istimewa. Slogan ini memang benar-benar terasa oleh saya sendiri. Tiga kali berkunjung ke sana, selalu ada pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya terjadi akhir pekan kemarin, tepatnya pada hari Sabtu, 17 Januari 2026.

Warga Kota Purwakarta, khususnya komunitas kompasianer, mengadakan trip dengan tema “Menyatu dengan Alam Purwakarta”. Salah satu aktivitasnya adalah tubing. Meskipun sebelumnya saya belum pernah mencoba tubing, saya tetap mendaftar dan lolos. Sebagai persiapan, saya mulai packing perlengkapan dan memesan tiket kereta sebagai jaga-jaga.

Mengapa memesan tiket kereta? Karena cuaca sedang tidak menentu, hujan terus-menerus. Jadi, saya berencana naik motor, tapi tetap memesan tiket kereta untuk antisipasi.

Drama Perjalanan Menuju Purwakarta

Hujan memang mengguyur sejak hari Jumat. Rencana naik motor dibatalkan. Dengan percaya diri, saya berangkat menuju stasiun Manggarai. Bangun pukul 03.00 WIB, membuat minuman hangat dan camilan, lalu memesan ojek online. Tapi, karena hujan, pesanan ojol agak sulit ditemukan. Setelah hampir setengah jam, akhirnya datang juga.

Perjalanan dilanjutkan dengan melintasi jalanan becek. Akhirnya tiba di stasiun Manggarai pukul 05.00 WIB. Setelah salat Subuh, saya menuju peron 3-4 tujuan Cikarang. Petugas memberi informasi bahwa kereta tersebut tujuan akhir Cikarang. Saya masuk ke dalam kereta dan langsung melakukan swafoto serta mengirimkannya ke grup WA dan IG story.

Saya minum dan makan camilan, lalu tidur sejenak. Tidak lama, kereta bergerak. Saya membuka mata dan melihat bahwa kereta sudah berjalan. Saya kembali tidur. Tapi, tiba-tiba ada notifikasi dari teman yang mengabarkan bahwa ia sudah sampai di stasiun Cikarang dan bertanya keberadaan saya. Saat itu, saya sadar bahwa saya sedang berada di kereta yang salah.

Kereta yang saya tumpangi ternyata tujuan akhirnya ke Angke, bukan Cikarang. Saya panik dan langsung chat ke grup WA. Panitia menyarankan saya menyusul dengan ojek. Saya pun turun di stasiun Kampung Bandan dan mencari transportasi umum. Namun, situasi semakin rumit ketika tukang ojek tidak tahu lokasi travel yang dimaksud.

Drama Berlanjut

Setelah berusaha tenang, akhirnya saya tiba di tujuan. Tapi, saat ingin membayar tiket, terjadi lagi masalah. Kartu debit tidak berfungsi, uang tunai tidak ada kembalian, dan dompet digital kosong. Saya harus mencari uang recehan dari tas. Syukurnya, cukup.

Akhirnya, saya tiba di tujuan penjemputan pukul 10.00 WIB. Mobil hanya membawa dua orang, jadi saya ikut menjemput teman-teman di stasiun Purwakarta. Drama perjalanan akhirnya selesai.

Menyatu dengan Alam Purwakarta

Setelah itu, mobil meluncur ke alun-alun untuk foto bersama dengan bapak kabid pariwisata Purwakarta. Selanjutnya, kami melanjutkan petualangan ke sungai Cikondang, desa Raharja, Wanayasa.

Petualangan pertama adalah tubing. Kami diberi jaket pelampung dan helm, lalu naik pick up menuju sungai. Setelah doa bersama, kami mulai menyusuri pematang sawah dan turun ke sungai. Banyak peserta tersangkut di antara bebatuan atau terhempas dari ban. Meski seru dan lucu, saya merasa ingin mengulang pengalaman ini.

Menikmati Kabut di Gunung Burangrang

Usai tubing, kami melanjutkan perjalanan ke kampung wisata Parakanceuri, di kaki gunung Burangrang. Rencananya akan menangkap ikan, tapi hujan deras membuat kami hanya makan siang di saung. Kami berbincang dengan pendiri kampung wisata sambil menikmati kabut yang turun dari gunung.

Masyarakat kampung wisata Parakanceuri aktif dalam membangun literasi dan UMKM. Meski awalnya sulit, kini mereka mendapat apresiasi dari pemerintah.

Selanjutnya, kami menuju tempat pembuatan kopi Poesaka. Kopi yang ditanam dan diproduksi oleh masyarakat Purwakarta. Hujan masih reda, tapi kami harus segera mengakhiri petualangan. Secangkir kopi Poesaka menutup kebersamaan ini. Rasanya belum ingin usai. Semoga bisa kembali ke Purwakarta dan menikmati alam di sana lebih lama lagi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa

31 Maret 2026

Wisata Jolotundo Nganjuk: Informasi Lengkap

31 Maret 2026

Diskon Tol 30 Persen Dibuka, Puncak Arus Balik Mengancam, Hindari Kemacetan Parah

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

100 Kata Motivasi Singkat untuk Semangat Belajar

31 Maret 2026

Arus balik Lebaran padat, 89 ribu kendaraan tiba di Jawa

31 Maret 2026

Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk THR Lebaran 2026: Samsung, Infinix, Oppo, Xiaomi, Vivo

31 Maret 2026

Penderitaan Dwintha, Cucu Mpok Nori, Terungkap Keguguran Selama Menikah

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?