Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Keberuntungan menghampiri! 6 shio ini bersinar di tahun 2026
  • Owen Rahadian Terkesan dengan Semangat Suporter Papua di Stadion Lukas Enembe
  • Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?
  • Reaksi Media Prancis Usai Kurzawa Bergabung dengan Persib
  • Endrick Bercahaya di Lyon, Real Madrid Menyesal?
  • Masa sulit mulai berlalu! 3 zodiak ini alami perubahan baik sejak 26 Januari 2026
  • 915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat
  • WNI Tertipu Scam di Kamboja
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Lemahnya Daya Beli Masyarakat Jadi Pemicu Rontoknya Industri Nasional
Ekonomi

Lemahnya Daya Beli Masyarakat Jadi Pemicu Rontoknya Industri Nasional

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Maret 2025Tidak ada komentar1 Min Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Lemahnya Daya Beli Masyarakat Jadi Pemicu Rontoknya Industri Nasional
Ilustrasi(Antara)

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengungkapkan tutupnya pabrik Sritex dan beberapa pabrik lain dalam dua bulan terakhir merupakan dampak dari kondisi daya beli yang melemah. Pelemahan daya beli sedianya sudah terjadi sejak tahun lalu dan terus terakumulasi hingga sekarang. 

“Kondisi daya beli setelah lebaran 2024 sangat parah. Saat itu deflasi Month to Month terjadi secara berturut-turut yang membuat permintaan rumah tangga sangat terbatas dan berujung pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang tidak optimal,” ucap Huda saat dihubungi, Selasa (4/3).

Selain faktor daya beli yang melemah, Huda mencatat ada faktor kebijakan pemerintah seperti Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang membuat arus impor dari luar negeri menjadi lebih deras, khususnya di sektor tekstil. 

“Barang dari Tiongkok dengan mudah masuk ke dalam negeri. Akibatnya mereka harus bersaing dengan barang impor yang harganya lebih murah, ini yang menyebabkan banyak pabrik tekstil di Indonesia gulung tikar,” ungkap Huda.

Maka dari itu, selain menaikkan daya beli dengan memberikan berbagai insentif, pemerintah diminta segera merevisi berbagai kebijakan yang merugikan industri nasional. (E-3)

 

Beli daya Industri Jadi Lemahnya Masyarakat Nasional Pemicu Rontoknya
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Keberuntungan menghampiri! 6 shio ini bersinar di tahun 2026

29 Januari 2026

Owen Rahadian Terkesan dengan Semangat Suporter Papua di Stadion Lukas Enembe

29 Januari 2026

Seberapa Penting Olahraga untuk Cegah Obesitas Anak?

29 Januari 2026

Reaksi Media Prancis Usai Kurzawa Bergabung dengan Persib

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?