Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Endrick Bercahaya di Lyon, Real Madrid Menyesal?
  • Masa sulit mulai berlalu! 3 zodiak ini alami perubahan baik sejak 26 Januari 2026
  • 915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat
  • WNI Tertipu Scam di Kamboja
  • Skor Kacamata di Tegal, Persiraja Banda Aceh Gagal Menang Usai Gol Dianulir
  • Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok
  • Ketika Banjir Sumatera Bawa Cuan Investor UNTR
  • Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Lebih dari Sekadar Belanja, Transformasi Mal sebagai Ruang Hidup Baru
Ekonomi

Lebih dari Sekadar Belanja, Transformasi Mal sebagai Ruang Hidup Baru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2025Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Lebih dari Sekadar Belanja, Transformasi Mal sebagai Ruang Hidup Baru
Ilustrasi: Lebih dari Sekadar Belanja, Transformasi Mal sebagai Ruang Hidup Baru(dok. Plaza Indonesia)

RINA Priyanti, karyawan swasta berusia 32 tahun, menghabiskan akhir pekannya di sebuah mal di pusat Jakarta. Setelah seminggu penuh bekerja di kantor yang sibuk, ia menjadikan mal sebagai tempat untuk melepas penat.

Duduk di bangku dalam area terbuka mal, ia menyeruput kopi hangat sambil menikmati pemandangan air mancur kecil yang menari di hadapannya. 

Angin sepoi-sepoi dari pendingin udara berpadu dengan aroma kopi yang mengepul, menciptakan suasana nyaman yang sulit didapat di tengah kemacetan ibu kota. 

Baca juga : Antasari Place: Ketika Hunian, Gaya Hidup, dan Investasi Menjadi Satu

Di sekelilingnya, banyak anak-anak berlarian sambil bermain, sementara pasangan muda berbincang santai di tepi sekitar meja yang Ia tempati.

“Saya sering ke mal bukan hanya untuk belanja, tapi juga untuk bersantai dan melepas penat. Desain mal yang nyaman dengan banyak area hijau membuat saya betah berlama-lama,” ungkap Rina yang telah menjadikan kunjungan ke mal sebagai bagian dari rutinitasnya.

Fenomena ini menggambarkan perubahan fungsi mal di Indonesia. Dahulu, mal identik dengan deretan toko dan pusat perbelanjaan besar yang mengundang pelanggan untuk bertransaksi. Namun, seiring waktu, konsep ini berevolusi. 

Baca juga : Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, Paradise Indonesia Catatkan Oversubscribed

Mal kini hadir sebagai destinasi gaya hidup yang menawarkan pengalaman lebih luas, mulai dari hiburan, rekreasi, hingga tempat berkumpul bersama keluarga dan teman. 

Perubahan ini tidak hanya mendorong inovasi dalam desain dan fasilitas, tetapi juga mempengaruhi strategi 

Menurut Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, Industri ritel di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. 

Baca juga : Eksplorasi 9 Kota di Summarecon Expo 2024 lewat Inovasi Teknologi 

Pemerintah, memproyeksikan sektor ritel akan tumbuh sekitar 5% pada 2025, didorong oleh kemitraan antara ritel modern dan toko tradisional. 

Meski demikian, ada tantangan yang harus dihadapi, seperti rencana kenaikan PPN menjadi 12% dan peningkatan biaya operasional.

“Jika tidak ada stimulus yang tepat, pertumbuhan sektor ritel mungkin hanya akan berada di kisaran bawah dari 5-10%,” ujar Syarifah. 

Baca juga : Dari Hiruk-Pikuk Perkotaan Menuju Kehidupan Sehat, Paradigma Tinggal di Hunian Vertikal Kini Bergeser

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang, yang harus terus beradaptasi dengan perubahan regulasi dan dinamika ekonomi.

Paradigma Baru dalam Industri Mal

Paradise Indonesia atau PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), salah satu pengembang properti terkemuka, memahami bahwa daya tarik mal tak lagi hanya pada deretan toko-toko ritel, tetapi juga pada bagaimana sebuah mal dapat menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan. 

Desain arsitektur yang memperhitungkan kenyamanan pengunjung, ruang terbuka hijau, serta fasilitas hiburan yang inovatif menjadi faktor penting dalam pembangunan mal masa kini. Namun, membangun mal yang futuristik dan efisien bukan tanpa tantangan. 

Menurut CEO Paradise Indonesia, Anthony P. Susilo, salah satu eksekutif Paradise Indonesia, tantangan utama dalam pembangunan mal bukan hanya biaya konstruksi, tetapi juga efisiensi penggunaan energi. 

“Itulah requirement yang paling mahal—penggunaan listrik. Sebagai perusahaan, kita harus semakin canggih,” ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Paradise Indonesia menerapkan strategi pendanaan yang inovatif. Anthony menjelaskan bahwa proyek-proyek mereka dikelompokkan berdasarkan tingkat pendewasaan.

 

“Ada proyek greenfield yang dibangun dari nol dengan skema pendanaan bank yang memiliki amortisasi dan bunga tinggi. Namun, untuk proyek ekspansi seperti Pascal, risiko lebih rendah sehingga fasilitas pendanaan lebih ringan. Model terbaik bagi kami adalah skema non-amortizing loan, karena lebih sesuai dengan bisnis yang 80% pendapatannya berasal dari recurring revenue,” jelasnya.

Paradise Indonesia kini telah berhasil menggalang pendanaan Rp500 miliar dengan skema non-amortizing loan, yang hanya menyumbang sekitar 15-25% dari total utang mereka. 

Strategi ini memungkinkan fleksibilitas finansial yang lebih besar dalam pengembangan proyek baru tanpa terbebani pembayaran pokok utang yang tinggi.

Selain itu, Paradise Indonesia berkomitmen terus meningkatkan pendapatan berulang yang saat ini telah mencapai 90%. Dengan porsi pendapatan berulang yang tinggi, INPP menjadi pemimpin dalam industri sejenis.

“Paradise Indonesia akan secara terus mengembangkan properti-properti mixed used untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan Perusahaan, dengan harapan dapat mencapai target pendapatan berulang yang lebih tinggi pada tahun 2025,” ungkap Anthony lagi.

Tahun ini, Paradise Indonesia akan mengoperasikan dua proyek baru, yaitu Antasari Place di Jakarta, yang dijadwalkan untuk serah terima pada semester pertama 2025, serta perluasan 23 Paskal Shopping Center di Bandung, yang direncanakan mulai beroperasi pada awal semester kedua 2025. 

Selain itu, Hotel Hyatt Place di Makassar yang diluncurkan pada kuartal pertama tahun lalu, diproyeksikan akan memberikan kontribusi penuh pada tahun ini.

Untuk mendukung ekspansi proyeknya, Paradise Indonesia telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk pengembangan 23 Semarang, Antasari Place Tahap 2, serta proyek-proyek di Balikpapan dan Makassar.

Transformasi Mal Menjadi Ruang Rekreasi

Paradise Indonesia menangkap tren ini dengan mengembangkan mal yang mengintegrasikan elemen rekreatif, seperti taman indoor, area komunitas, serta fasilitas hiburan yang lebih interaktif. 

Studi menunjukkan bahwa mal dengan fasilitas rekreasi dapat membantu mengurangi stres pengunjung dan menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan.

“Kami ingin memastikan proyek kami berjalan tepat waktu dan memiliki pipeline proyek 4+2, yang menjamin pertumbuhan hingga lima tahun ke depan,” ujar Anthony. 

Selain itu, Paradise Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan likuiditas saham mereka, yang kini telah mencapai free float publik sebesar 8%, meningkat dari sebelumnya hanya 2%.

Dengan komitmen untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih dari sekadar transaksi, serta strategi bisnis yang solid, Paradise Indonesia membuktikan bahwa masa depan industri mal di Indonesia masih sangat menjanjikan. 

Tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang rekreasi yang memberikan nilai lebih bagi pengunjungnya.

Mal kini tidak lagi hanya tentang berbelanja, tetapi juga tentang menikmati waktu dan mencari keseimbangan hidup di tengah kesibukan kota. (Gan/P-4)

baru Belanja dari hidup lebih Mal ruang sebagai Sekadar Transformasi
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Meikarta jadi rusun subsidi, dekatkan hunian ke pusat ekonomi

27 Januari 2026

Risiko fiskal mengancam pasar SBN, yield melonjak

27 Januari 2026

Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer 25 Januari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

27 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Endrick Bercahaya di Lyon, Real Madrid Menyesal?

28 Januari 2026

Masa sulit mulai berlalu! 3 zodiak ini alami perubahan baik sejak 26 Januari 2026

28 Januari 2026

915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat

28 Januari 2026

WNI Tertipu Scam di Kamboja

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?