Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026
  • Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026: Fabio Di Giannantonio Pole Position
  • Promo dan Diskon Menjelang Lebaran, Pusat Belanja Penuh Pengunjung
  • Film “Broken Strings” Diangkat dari Kisah Nyata, Aurelie Moeremans Bocorkan Momen Penting
  • Sumitronomics & MBG: Mesin Ekonomi Rakyat atau Bom Waktu Fiskal?
  • Minta Maaf, Rismon Sianipar Dikatakan Kehilangan Martabat: Robot Diremote dari Solo
  • Melawan Formalisme Digital: Meritokrasi vs. Arisan Jabatan
  • Bisakah Minum Obat Maag saat Perut Kosong? Ini Fakta Medisnya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»LBH Papua: Serangan Drone di KNPB adalah Teror Sistematis
Hukum

LBH Papua: Serangan Drone di KNPB adalah Teror Sistematis

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aksi Teror Drone di Kantor KNPB, LBH Papua Mengecam Keras

Pada dini hari tanggal 16 Maret 2026, sebuah kejadian yang menimbulkan kekhawatiran serius terjadi di Kantor Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berlokasi di Kambolker, Kelurahan Waena, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua mengungkapkan pengecaman keras terhadap dugaan tindakan teror menggunakan drone yang menyerang kantor tersebut.

Serangan Berulang dan Pola Sistematis

Direktur LBH Papua, Festus Ngoranmele, menyatakan bahwa kejadian ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, pada Januari 2026, terdapat dugaan upaya pembakaran di lokasi yang sama. Dugaan serangan berulang ini menunjukkan adanya pola serangan sistematis yang tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil tetapi juga merusak kebebasan berorganisasi sebagai salah satu pilar demokrasi di Tanah Papua.

Kronologi Kejadian

Pada pukul 04.16 WIT, diduga sebuah drone tanpa awak menjatuhkan benda yang diperkirakan sebagai bahan peledak di area halaman depan kantor KNPB. Ledakan terjadi sekitar 2 meter dari bangunan utama kantor, saat sebagian anggota dan pengurus KNPB sedang beristirahat di dalam dan sekitar bangunan. Peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan penghuni kantor serta masyarakat sekitar, membahayakan keselamatan jiwa dan kesehatan, serta mengganggu rasa aman dan ketertiban umum di lokasi kejadian.

Pelanggaran Hukum dan Hak Asasi Manusia

Tindakan yang diduga sebagai teror ini jelas bertentangan dengan sejumlah peraturan hukum nasional dan standar perlindungan hak asasi manusia internasional. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia: Pasal 7 (hak atas kehidupan) dan Pasal 28 (hak atas kebebasan berserikat dan berkumpul), serta International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR): Pasal 9 (hak atas kebebasan dan keamanan pribadi) dan Pasal 22 (hak atas kebebasan berserikat), telah diakui melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.

Penggunaan bahan peledak yang dijatuhkan merupakan tindakan yang direncanakan dengan cermat dan memiliki target yang jelas. Adanya dampak luas yang akan menimbulkan rasa takut dan ketidakamanan di kalangan masyarakat luas serta ancaman serius yang berpotensi menyebabkan korban jiwa dan kerusakan harta benda serta merusak stabilitas sosial.

Perbuatan ini memenuhi unsur-unsur tindakan teror sebagaimana diatur dalam UU Penanggulangan Terorisme. Kantor KNPB sebagai organisasi sipil yang bekerja dalam bidang advokasi masyarakat bukan merupakan objek militer, sehingga serangan ini dapat dikualifikasi sebagai tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang bertentangan dengan prinsip perlindungan sipil dalam hukum internasional dan nasional.

Tuntutan LBH Papua

LBH Papua menegaskan bahwa impunitas terhadap pelaku kekerasan dan tindakan teror hanya akan memperburuk situasi serta membuka ruang bagi terjadinya kekerasan yang lebih luas di masa mendatang. LBH Papua juga dengan tegas mengajukan desakan kepada:

  • Pemerintah Negara Republik Indonesia khususnya Pemerintahan Provinsi Papua dengan menjamin perlindungan yang memadai dan berkelanjutan terhadap seluruh organisasi sipil yang beroperasi di Provinsi Papua
  • Mengambil langkah-langkah preventif konkret untuk mencegah terjadinya serangan serupa di masa mendatang.
  • Memastikan bahwa setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan dalam rangka menjaga keamanan tidak melanggar hak asasi manusia.
  • Menyelenggarakan koordinasi lintas instansi untuk menangani permasalahan kekerasan dan menjamin keamanan masyarakat sipil.

  • Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Papua agar segera melakukan penyelidikan kriminal yang independen, transparan dan menyeluruh terhadap peristiwa dugaan teror bom di kantor KNPB.

  • Menjamin proses penyelidikan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik atau pihak manapun.
  • Memberikan laporan perkembangan penyelidikan secara berkala kepada masyarakat dan pihak terkait.
  • Memastikan bahwa semua bukti yang terkumpul diolah secara profesional dan sesuai dengan standar hukum yang berlaku.

  • Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM) Perwakilan Provinsi Papuan agar segera melakukan pemantauan dan penyelidikan independen terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa ini.

  • Menyampaikan hasil penyelidikan secara terbuka dan memberikan rekomendasi yang jelas serta dapat ditindaklanjuti kepada pihak berwenang.
  • Memastikan bahwa korban dan keluarga korban mendapatkan akses terhadap rehabilitasi fisik, psikologis dan kompensasi yang layak.
  • Melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap pelaksanaan rekomendasi untuk memastikan bahwa tidak terjadi impunitas terhadap pelaku.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Minta Maaf, Rismon Sianipar Dikatakan Kehilangan Martabat: Robot Diremote dari Solo

23 Maret 2026

Yusep Bos Es Krim Tewas Ditusuk Pedagang Balon di Kepahiang

23 Maret 2026

Pengamat: Ada yang Perintahkan Prajurit TNI Siram Air Keras ke Andrie Yunus?

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

HP Samsung A36 5G, A56 5G, dan A55 5G: Harga Spesial Lebaran 2026

23 Maret 2026

Hasil Kualifikasi MotoGP Brasil 2026: Fabio Di Giannantonio Pole Position

23 Maret 2026

Promo dan Diskon Menjelang Lebaran, Pusat Belanja Penuh Pengunjung

23 Maret 2026

Film “Broken Strings” Diangkat dari Kisah Nyata, Aurelie Moeremans Bocorkan Momen Penting

23 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?