Pengenalan HP OmniBook: Laptop Kecerdasan Buatan yang Mengubah Dunia
HP kembali mencuri perhatian dunia teknologi dengan meluncurkan lini laptop terbaru bernama OmniBook. Nama ini bukan sekadar branding baru, melainkan sebuah pernyataan bahwa laptop telah memasuki era kecerdasan buatan (AI) yang lebih matang. OmniBook dirancang untuk menjadi perangkat yang bukan hanya cepat dan kuat, tetapi juga cerdas, adaptif, dan mampu mendukung produktivitas serta kreativitas di berbagai bidang.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren PC AI semakin menguat, terutama setelah Microsoft memperkenalkan kategori Copilot+ PC. HP merespons tren ini dengan menghadirkan OmniBook sebagai simbol transformasi. Laptop ini bukan sekadar alat kerja, melainkan mitra cerdas yang memahami konteks, membantu pengambilan keputusan, dan mendukung eksplorasi kreatif penggunanya.
Filosofi dan Evolusi OmniBook
HP melihat bahwa kebutuhan pengguna modern tidak lagi sebatas performa tinggi atau desain tipis. Kini, orang menginginkan laptop yang mampu bekerja secara intuitif, hemat energi, dan mendukung aplikasi berbasis AI secara lokal. OmniBook lahir dari filosofi tersebut: sebuah perangkat yang menggabungkan kecepatan, efisiensi, dan kecerdasan dalam satu paket.
Dengan prosesor generasi terbaru dari Intel, AMD, maupun Snapdragon, OmniBook menghadirkan kemampuan Neural Processing Unit (NPU) yang memungkinkan laptop menjalankan aplikasi AI tanpa bergantung penuh pada cloud. Hal ini berarti pengguna bisa melakukan editing video berbasis AI, desain grafis generatif, hingga analisis data kompleks dengan lebih cepat dan aman.
Varian HP OmniBook
HP merilis beberapa varian OmniBook untuk menjangkau segmen berbeda.
Pertama, OmniBook Ultra 14. Laptop ini hadir dengan prosesor Snapdragon X2 Elite atau Intel Core Ultra terbaru. Fokus utamanya adalah performa AI dan grafis berat. Dengan NPU yang mampu mencapai hingga 85 TOPS, Ultra 14 menjadi pilihan ideal bagi profesional yang membutuhkan kekuatan komputasi tinggi. Masa pakai baterainya juga cukup panjang, sehingga mendukung mobilitas tanpa harus sering mencari colokan listrik.
Kedua, OmniBook X yang tersedia dalam versi Flip 14 inci dan 16 inci. Varian ini lebih fleksibel, ditujukan bagi kreator konten dan profesional mobile. Prosesor yang digunakan adalah Intel Core Ultra dengan NPU hingga 47 TOPS atau AMD Ryzen AI 300 Series dengan NPU hingga 50 TOPS. Layar OLED beresolusi 3K dengan refresh rate variabel 48–120 Hz menjadikan pengalaman visual lebih halus dan tajam. OmniBook X juga mendukung stylus opsional, sehingga cocok untuk ilustrator, desainer, atau siapa pun yang membutuhkan interaksi langsung dengan layar.
Ketiga, OmniBook 5 Series. Varian ini lebih terjangkau namun tetap premium. Desainnya berupa laptop 2-in-1 dengan layar OLED 2K hingga 16 inci. Daya tahan baterainya luar biasa, mampu mencapai hingga 34 jam. Fleksibilitas flip membuatnya ideal untuk kerja maupun hiburan. OmniBook 5 ditujukan bagi pengguna sehari-hari yang menginginkan laptop premium dengan harga kompetitif, tanpa harus mengorbankan performa.
Keunggulan OmniBook
Ada beberapa hal yang membuat OmniBook menonjol dibanding laptop lain di kelasnya.
Pertama, performa AI tingkat lanjut. Dengan NPU yang mampu mencapai 85 TOPS, OmniBook dapat menjalankan aplikasi berbasis AI secara lokal. Ini berarti pengguna bisa melakukan tugas berat seperti rendering video, desain grafis generatif, atau analisis data tanpa harus menunggu proses cloud.
Kedua, daya tahan baterai superior. OmniBook 5 mampu bertahan hingga 34 jam, menjadikannya salah satu laptop dengan baterai terpanjang di kelas premium. Hal ini sangat relevan bagi pengguna di Indonesia yang sering bekerja mobile, berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa akses listrik yang mudah.
Ketiga, desain premium dan portabilitas. HP merancang OmniBook dengan bobot ringan, material kokoh, dan layar OLED berkualitas tinggi. Kombinasi ini membuatnya nyaman dibawa bepergian, sekaligus memberikan pengalaman visual yang memanjakan mata.
Keempat, fitur keamanan dan produktivitas. OmniBook terintegrasi dengan Microsoft Copilot, sistem keamanan biometrik, serta manajemen perangkat yang lebih erat. Hal ini memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan efisiensi kerja.
Kekurangan dan Tantangan
Meski memiliki banyak keunggulan, OmniBook bukan tanpa kekurangan.
Harga yang relatif tinggi menjadi tantangan utama. Dengan teknologi mutakhir, OmniBook diposisikan sebagai laptop premium, sehingga tidak semua kalangan bisa menjangkaunya. Selain itu, fitur AI yang optimal membutuhkan kebiasaan pengguna untuk beradaptasi dengan aplikasi berbasis Copilot atau software kreatif tertentu.
Di sisi lain, kompetisi di pasar laptop AI semakin ketat. Lenovo, ASUS, dan MSI juga meluncurkan laptop AI di ajang CES 2026, sehingga HP harus terus berinovasi agar tidak tertinggal.
Relevansi di Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, terutama profesional muda, kreator konten, dan pekerja hybrid, HP OmniBook menawarkan kombinasi yang sangat relevan: mobilitas, daya tahan baterai, dan performa AI. Dengan semakin banyaknya pekerjaan jarak jauh dan digitalisasi UMKM, laptop ini bisa menjadi investasi jangka panjang.
Bayangkan seorang desainer grafis yang harus berpindah dari kafe ke ruang kerja bersama, atau seorang jurnalis yang harus menulis laporan di lapangan. OmniBook memberikan kebebasan untuk bekerja tanpa khawatir kehabisan baterai, sekaligus mendukung aplikasi kreatif berbasis AI yang mempercepat proses kerja.
HP OmniBook bukan sekadar laptop baru, melainkan simbol transformasi PC menuju era AI. Dengan varian Ultra 14, X Flip, dan 5 Series, HP menghadirkan pilihan sesuai kebutuhan: dari profesional kreatif, pekerja mobile, hingga pengguna sehari-hari yang menginginkan fleksibilitas.
Meski harganya premium, nilai yang ditawarkan sepadan dengan performa, daya tahan, dan kecerdasan yang dimiliki. OmniBook menegaskan bahwa masa depan laptop adalah perangkat yang bukan hanya cepat dan kuat, tetapi juga cerdas dan adaptif.
Dengan OmniBook, HP mengajak kita memasuki era baru di mana laptop bukan lagi sekadar mesin, melainkan mitra cerdas yang siap mendukung setiap langkah perjalanan produktivitas dan kreativitas.



