Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Februari 2026
Trending
  • Mengapa Saldo Bisa Ditarik ke DANA?
  • Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12: Dinamika Politik dan Ekonomi Orde Baru
  • Polisi Konfirmasi Kecelakaan Maut di Desa Saenam Tewaskan Pelajar
  • Ketua IDAI yang Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin
  • Gama 01 Juara Kapolres Ternate Cup III, Spripim Polda Malut Kalah di Adu Penalti
  • Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026: Pos Indonesia, KAI, dan ASABRI
  • Ramalan Zodiak Aries 17 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Kecerdasan
  • Ternyata Pesulap Merah Nikahi Ratu Tanpa Izin Istri Pertama, Ini Penyebab Kondisi Tika Mega
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Laba Penjualan Mobil Astra Group Turun 2 Persen, Masih Untung Triliunan Rupiah
Otomotif

Laba Penjualan Mobil Astra Group Turun 2 Persen, Masih Untung Triliunan Rupiah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Selama kinerja bisnis 2024. Laba bersih divisi otomotif Astra Group menurun 2 persen. Dari sebelumnya Rp11,417 triliun menjadi Rp11,2 triliun. Hal ini terutama dipengaruhi oleh dampak penjualan mobil yang lebih rendah di tengah pelemahan pasar otomotif nasional. Namun hasil itu diimbangi oleh peningkatan kontribusi dari perniagaan sepeda motor.

“Grup mencatatkan laba bersih yang solid pada 2024, dengan resiliensi kinerja dari portofolio terdiversifikasi. Meskipun sentimen konsumen di Indonesia melemah. Kontribusi lebih tinggi berasal dari bisnis sepeda motor, jasa keuangan serta infrastruktur dan logistik. Sebagian diimbangi oleh dampak penurunan penjualan mobil dan harga batu bara yang lebih rendah,” terang Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur Astra International.

Penjualan Mobil dan Motor Astra

Untuk sektor otomotif, Astra International mempertahankan pangsa pasar sebesar 56 persen. Meskipun penjualan mobil nasional pada 2024 melemah 14 persen menjadi 866.000 unit berdasar Gaikindo. Penjualan mobil mereka turut terkoreksi 14 persen menjadi 483.000 unit. Selama periode tersebut, 13 model baru dan 15 model penyegaran telah diluncurkan.

Lalu penjualan sepeda motor nasional meningkat 2 persen menjadi 6,3 juta unit sepanjang 2024, berdasarkan Kementerian Perindustrian. Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor mencapai 4,9 juta unit. Artinya meningkat 1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, dengan pangsa pasar relatif stabil, yaitu 78 persen. Selama kurun waktu itu 8 model baru dan 7 model revamped telah diluncurkan.

ekspor AHM

Industri Komponen & Mobil Bekas

Bisnis komponen otomotif grup dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk, mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 10 persen menjadi Rp2,0 triliun. Terjadi peningkatan pendapatan dari pasar suku cadang pengganti (replacement market) dan ekspor.

Lalu di sektor mobil bekas, penjualan 2024 tercatat sebanyak 27.300 unit. Meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Infrastruktur dan Logistik

Divisi infrastruktur dan logistik grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 37 persen menjadi Rp1,3 triliun pada 2024. Konsesi jalan tol Astra mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 5 persen. Itu dari 396 km ruas jalan tol yang telah beroperasi di sepanjang jaringan tol Trans-Jawa dan tol Lingkar Luar Jakarta. PT Serasi Autoraya juga mencatatkan peningkatan jumlah unit kontrak sebesar 7 persen menjadi 27.600 unit.

“Ke depan, kami optimistis dengan prospek pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Dengan didukung oleh neraca keuangan yang solid. Astra Group berada dalam posisi yang kuat dalam menavigasi ketidakpastian jangka pendek. Dan melakukan investasi dalam memperkuat bisnis inti kami. Serta menjajaki peluang-peluang baru guna mendorong pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” imbuh Djony. (ALX/ODI)

Baca Juga: 

Pabrik Baru Daihatsu di Karawang, Siap Rakit Kendaraan Elektrifikasi

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal MotoGP 2026 Live Trans7, Lorenzo Dukung Bagnaia Jadi Juara Tanpa Pindah ke Marquez

17 Februari 2026

Harga Daihatsu Rocky 2026: SUV Kompak Berdaya Turbo

17 Februari 2026

Mio Kembali dengan Desain Klasik, Siapa Pabrikan di Baliknya?

17 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Saldo Bisa Ditarik ke DANA?

17 Februari 2026

Kunci Jawaban Sejarah Kelas 12: Dinamika Politik dan Ekonomi Orde Baru

17 Februari 2026

Polisi Konfirmasi Kecelakaan Maut di Desa Saenam Tewaskan Pelajar

17 Februari 2026

Ketua IDAI yang Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin

17 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?