Kecelakaan Crane di Bangkok, Dua Orang Tewas
Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, sebuah crane atau derek konstruksi jalan raya kembali mengalami kecelakaan yang menewaskan dua orang di dekat Bangkok. Kejadian ini terjadi di provinsi Samut Sakhon, di mana sebuah derek yang digunakan untuk membangun jalan layang jatuh ke jalan di bawahnya. Menurut laporan dari Kolonel Polisi Sitthiporn Kasi, kepala kantor polisi distrik setempat, kecelakaan tersebut juga menyebabkan lima orang lainnya terluka.
Rekaman kamera dasbor mobil yang diverifikasi menunjukkan momen jatuhnya derek besar pada hari itu. Saat derek tersebut jatuh, awan debu dan puing-puing terlempar ke seluruh area, membuat beberapa kendaraan harus menepi atau mundur untuk menghindari bahaya.
Sopir ojek Booncherd La-orium mengatakan bahwa ia tidak lagi merasa aman mengemudi di pinggiran kota Bangkok. Ia menyampaikan perasaan takutnya terhadap risiko yang ada di lokasi tersebut. “Saya merinding hanya dengan memikirkan betapa berisikonya berada di sini. Itu bisa saja terjadi pada saya,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa kejadian kemarin masih membayangi pikirannya, dan pagi ini ia mendengar kembali kejadian serupa terjadi.
Keterlibatan Perusahaan Konstruksi Italian-Thai Development
Menteri Perhubungan Thailand Phiphat Ratchakitprakarn mengaitkan perusahaan konstruksi Italian-Thai Development dengan insiden ambruknya kedua crane yang menewaskan korban jiwa dalam dua hari terakhir di negara itu. Perusahaan tersebut dikontrak untuk membangun sebagian proyek kereta api cepat yang didukung Cina. Sebelumnya, derek besar lainnya jatuh pada Rabu di provinsi Nakhon Ratchasima, menyebabkan kereta penumpang di bawahnya tergelincir dan menewaskan 32 dari hampir 200 orang di dalamnya.
“Ya, itu Italian-Thai. Saya masih tidak mengerti apa yang terjadi,” kata Phiphat kepada media lokal pada Kamis. Ia menegaskan bahwa pihaknya harus mencari tahu fakta-faktanya, apakah itu kecelakaan atau sesuatu yang lain.
Perusahaan tersebut—salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Thailand—telah mengalami beberapa kecelakaan fatal di lokasi proyeknya dalam beberapa tahun terakhir.
Lokasi “Jalan Kematian”
Insiden pada Kamis terjadi di depan Hotel Paris Inn Garden. Rekaman menunjukkan awan debu dan puing-puing berserakan di lokasi setelah derek roboh. Jalan Tol Rama II, lokasi kecelakaan terbaru, menjadi lokasi beberapa proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan jalan tol. Jalan Tol Rama II, arteri utama yang menghubungkan ibu kota ke selatan Thailand, telah mengalami pembangunan selama bertahun-tahun untuk memperluas kapasitas jalan dan mengurangi kemacetan. Namun, proyek tersebut dilanda penundaan dan kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dijuluki “Jalan Kematian”.
Petugas penyelamat Sutthiwat Thanomsat mengatakan bahwa ia tiba di lokasi kejadian tak lama setelah derek roboh, dan menyaksikan akibatnya, seorang pengemudi truk pickup tewas akibat benturan. “Orang-orang yang terluka dibawa ke rumah sakit setempat,” katanya.
Insiden Serupa di Masa Lalu
Pada Rabu, derek yang terlibat sedang digunakan untuk membangun jalur layang sebagai bagian dari proyek kereta api cepat gabungan Thailand-Cina, menurut laporan. Derek tersebut jatuh ke kereta yang sedang bergerak di bawahnya, menyebabkan kereta tersebut tergelincir dan sempat terbakar.
Surachai Wongho, seorang pensiunan berusia 61 tahun yang setiap hari berkendara di Rama II, mengatakan ia dihantui oleh pikiran bahwa suatu hari nanti ia bisa terluka dalam kecelakaan. “Insiden yang sama terjadi berulang kali di Thailand. Sudah saatnya pemerintah bertindak,” katanya.
Pada Maret, sebuah balok beton yang merupakan bagian dari jalan layang yang sedang dibangun runtuh di Rama II, menewaskan beberapa orang. Sebuah insiden runtuhnya derek pada November 2024 menewaskan sedikitnya tiga pekerja, sementara media lokal melaporkan dua kecelakaan fatal lainnya pada Mei 2023 dan Januari 2024.
Kompensasi dan Tindakan Lanjutan
Insiden pada Kamis ini terjadi setelah ambruknya crane di Nakhon Ratchasima, timur laut ibu kota Bangkok, sehari sebelumnya. Salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir, sebuah derek gantry peluncuran besar, yang digunakan oleh perusahaan Italia-Thailand dalam pembangunan proyek kereta api berkecepatan tinggi, runtuh menimpa kereta penumpang di bawahnya pada Rabu pagi.
Kementerian Kesehatan negara itu mengatakan 32 orang dipastikan tewas, tiga orang hilang, dan 64 orang dirawat di rumah sakit termasuk tujuh orang dalam kondisi serius. Di Nakhon Ratchasima pada Kamis, para pekerja konstruksi berkumpul di lokasi kejadian, mengambil foto puing-puing, sementara kerabat korban mengunjungi lokasi tersebut untuk berduka dan berdoa dalam diam.
Derek itu masih tergantung di pilar-pilar beton raksasa, yang dibangun untuk menopang jalur kereta api cepat layang masa depan—sebuah usaha gabungan Thailand-Cina. Italian-Thai menyampaikan belasungkawa pada Rabu dan berjanji untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban dan menanggung biaya pengobatan bagi yang terluka.
Operator kereta api nasional mengatakan telah memerintahkan Italian-Thai untuk menghentikan konstruksi hingga investigasi selesai. Menteri Transportasi Phiphat mengatakan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk Italian-Thai dan sebuah perusahaan konsultan Cina. Operator derek tersebut adalah warga negara Thailand dan jatuh serta meninggal dalam kecelakaan hari Rabu, kata seorang pekerja Italian-Thai yang menolak menyebutkan namanya.



