Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 30 Maret 2026
Trending
  • Cara Sederhana Perbarui iOS 26.4 untuk Nikmati 8 Emoji Baru di iPhone (100% Berhasil)
  • Dua Pria Tewas di Atap Masjid Setelah Kesetrum, Belatung Berjatuhan
  • Kades Jada Bahrin Menyerah,Tak Sunggup Tertibkan 500 Tambang Ilegal Pilih Mundur dari Jabatan
  • MU Siap Habiskan Dana Besar di Bursa Transfer, Sosok Kunci Beri Kejelasan
  • 5 Batagor Legendaris di Bandung yang Enak dan Bikin Nagih
  • Ruben Onsu Rayakan Lebaran Kedua Sejak Jadi Mualaf, Syukuri Dukungan Betrand Peto
  • Jadwal KM Sirimau: Sorong 29 Maret, Cek Maumere, Kupang, Tual Mei 2026
  • Harga Suzuki Karimun Bekas 2026 Terjangkau, Rahasia Keawetannya Terungkap!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kisah mengerikan Satpol PP tewas dibacok ODGJ di Kebumen, awal dari laporan warga
Hukum

Kisah mengerikan Satpol PP tewas dibacok ODGJ di Kebumen, awal dari laporan warga

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tragedi Maut Saat Evakuasi Orang dengan Gangguan Jiwa

Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Mochamad Faik (33 tahun) meninggal dunia dalam insiden yang terjadi saat mengevakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut berlangsung di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Senin (2/2/2026).

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, mengonfirmasi bahwa Faik tewas setelah lehernya dibacok oleh ODGJ yang sedang dievakuasi. Insiden ini terjadi saat pihak desa melakukan proses evakuasi bersama dengan bantuan dari Satpol PP, TNI-Polri, dan petugas puskesmas.

Kronologi Insiden Maut

Awalnya, warga melaporkan adanya seorang ODGJ laki-laki bernama Ruwandi yang sering meresahkan masyarakat. Ruwandi dikenal membawa senjata tajam, sehingga potensi bahayanya sangat tinggi bagi warga sekitar.

Akibatnya, pemerintah desa memutuskan untuk melakukan evakuasi. Proses ini melibatkan beberapa instansi seperti Satpol PP, TNI-Polri, dan petugas kesehatan. Namun, situasi memburuk ketika proses evakuasi berlangsung.

Saat proses evakuasi, upaya petugas untuk membujuk ODGJ agar melepaskan senjata tidak berhasil. ODGJ tersebut kemudian mengamuk dan menyerang anggota Satpol PP. Ia menggunakan sabit atau arit yang ia bawa untuk menyerang.

Akibatnya, Faik mengalami luka parah di bagian leher dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong meski sudah dirujuk ke rumah sakit.

Penanganan Terhadap Pelaku

Setelah kejadian, ODGJ yang menyerang Faik berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Prembun untuk observasi. Hal ini dilakukan karena pelaku sering menjadi pasien di puskesmas setempat.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sabit, pisau daging, dan linggis. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Penyelidikan dan Pengumpulan Bukti

Menurut AKP Dwi Atma, penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami unsur peristiwa, termasuk tindakan yang dilakukan selama proses evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku. Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan bercak darah di jalan depan rumah ODGJ.

Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Kebumen bertanggung jawab atas penanganan kasus ini. Proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan semua fakta terungkap secara lengkap.

Kesimpulan

Tragedi ini menjadi peringatan penting tentang risiko yang dihadapi petugas saat menangani ODGJ. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menangani situasi darurat yang melibatkan individu dengan kondisi kesehatan mental.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Dua Pria Tewas di Atap Masjid Setelah Kesetrum, Belatung Berjatuhan

30 Maret 2026

Sentuhan Kemanusiaan Polri: Binrohtal untuk Penguatan Mental Tahanan Simalungun

30 Maret 2026

PNS Paruh Waktu di Jateng Diduga Rudapaksa Wanita, Modus Minta Ditemani Buat Laporan SPT

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cara Sederhana Perbarui iOS 26.4 untuk Nikmati 8 Emoji Baru di iPhone (100% Berhasil)

30 Maret 2026

Dua Pria Tewas di Atap Masjid Setelah Kesetrum, Belatung Berjatuhan

30 Maret 2026

Kades Jada Bahrin Menyerah,Tak Sunggup Tertibkan 500 Tambang Ilegal Pilih Mundur dari Jabatan

30 Maret 2026

MU Siap Habiskan Dana Besar di Bursa Transfer, Sosok Kunci Beri Kejelasan

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?