Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 7 Februari 2026
Trending
  • 10 Pelanggaran Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Agung 2026 di Buleleng Bali
  • Tahanan Banyuasin Dilaporkan ke Polisi, Ternyata Kerap Peras Hasil Panen Petani Kelapa
  • 3 Aliran Dana Gelap Hanmin Terungkap dalam Undercover Miss Hong
  • 7 Tanda Kekurangan Kompas Moral Eun Ho di Drakor No Tail To Tell
  • Kisah mengerikan Satpol PP tewas dibacok ODGJ di Kebumen, awal dari laporan warga
  • Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
  • Kriminalitas Tinggi di Jayapura, Kapolres Minta Warga Perketat Ronda dan CCTV
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Libra Hari Ini: Karier, Cinta, Keuangan, dan Kesehatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kisah mengerikan Satpol PP tewas dibacok ODGJ di Kebumen, awal dari laporan warga
Hukum

Kisah mengerikan Satpol PP tewas dibacok ODGJ di Kebumen, awal dari laporan warga

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tragedi Maut Saat Evakuasi Orang dengan Gangguan Jiwa

Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bernama Mochamad Faik (33 tahun) meninggal dunia dalam insiden yang terjadi saat mengevakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian tersebut berlangsung di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Senin (2/2/2026).

Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Dwi Atma Yofi Wirabrata, mengonfirmasi bahwa Faik tewas setelah lehernya dibacok oleh ODGJ yang sedang dievakuasi. Insiden ini terjadi saat pihak desa melakukan proses evakuasi bersama dengan bantuan dari Satpol PP, TNI-Polri, dan petugas puskesmas.

Kronologi Insiden Maut

Awalnya, warga melaporkan adanya seorang ODGJ laki-laki bernama Ruwandi yang sering meresahkan masyarakat. Ruwandi dikenal membawa senjata tajam, sehingga potensi bahayanya sangat tinggi bagi warga sekitar.

Akibatnya, pemerintah desa memutuskan untuk melakukan evakuasi. Proses ini melibatkan beberapa instansi seperti Satpol PP, TNI-Polri, dan petugas kesehatan. Namun, situasi memburuk ketika proses evakuasi berlangsung.

Saat proses evakuasi, upaya petugas untuk membujuk ODGJ agar melepaskan senjata tidak berhasil. ODGJ tersebut kemudian mengamuk dan menyerang anggota Satpol PP. Ia menggunakan sabit atau arit yang ia bawa untuk menyerang.

Akibatnya, Faik mengalami luka parah di bagian leher dan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong meski sudah dirujuk ke rumah sakit.

Penanganan Terhadap Pelaku

Setelah kejadian, ODGJ yang menyerang Faik berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Prembun untuk observasi. Hal ini dilakukan karena pelaku sering menjadi pasien di puskesmas setempat.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sabit, pisau daging, dan linggis. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Penyelidikan dan Pengumpulan Bukti

Menurut AKP Dwi Atma, penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami unsur peristiwa, termasuk tindakan yang dilakukan selama proses evakuasi serta penanganan terhadap terduga pelaku. Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan bercak darah di jalan depan rumah ODGJ.

Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Kebumen bertanggung jawab atas penanganan kasus ini. Proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan semua fakta terungkap secara lengkap.

Kesimpulan

Tragedi ini menjadi peringatan penting tentang risiko yang dihadapi petugas saat menangani ODGJ. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menangani situasi darurat yang melibatkan individu dengan kondisi kesehatan mental.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

10 Pelanggaran Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Agung 2026 di Buleleng Bali

7 Februari 2026

7 Tanda Kekurangan Kompas Moral Eun Ho di Drakor No Tail To Tell

7 Februari 2026

Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan

7 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Pelanggaran Jadi Sasaran Operasi Keselamatan Agung 2026 di Buleleng Bali

7 Februari 2026

Tahanan Banyuasin Dilaporkan ke Polisi, Ternyata Kerap Peras Hasil Panen Petani Kelapa

7 Februari 2026

3 Aliran Dana Gelap Hanmin Terungkap dalam Undercover Miss Hong

7 Februari 2026

7 Tanda Kekurangan Kompas Moral Eun Ho di Drakor No Tail To Tell

7 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?