Kiper Timnas U-23 Vietnam, Tran Trung Kien, menunjukkan tekad kuat untuk melanjutkan kariernya di luar negeri, khususnya Jepang. Meski terdapat rekam jejak buruk dari pemain senior yang gagal bermain di luar negeri, ia tetap optimistis dan yakin bahwa pengalaman di luar negeri akan membantu perkembangan dirinya.
Tran Trung Kien menjadi bagian penting dalam keberhasilan Timnas U-23 Vietnam meraih peringkat ketiga di Piala Asia U-23 2026. Ia selalu dipercaya tampil sebagai starter oleh pelatih Kim Sang-sik selama turnamen. Dalam lima pertandingan yang dilakoninya, hanya satu pertandingan yang ia absen, yaitu saat melawan Korea Selatan dalam laga perebutan tempat ketiga.
Sebelum berlaga di Piala Asia U-23 2026, Tran Trung Kien juga berhasil membawa Vietnam meraih medali emas di SEA Games 2025. Kini, ia fokus pada klubnya, Hoang Anh Gia Lai, dengan harapan bisa tampil lebih baik lagi bersama klub tersebut.
Sebelum SEA Games 2025, muncul kabar bahwa salah satu klub asal Jepang tertarik merekrut Tran Trung Kien. Meskipun mendengar informasi tersebut, ia belum menerima konfirmasi resmi dari klub mana pun. Namun, ia tetap berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kariernya di Jepang.
“Sebelum SEA Games 2025, saya mendengar informasi secara online tetapi tidak menerima konfirmasi resmi apa pun,” ujarnya. “Setelah Piala Asia U-23 2026, saya baru saja kembali, jadi saya belum mendengar informasi resmi lebih lanjut dari pimpinan klub.”
Meski belum ada kepastian, Tran Trung Kien tetap berharap bisa pergi ke Jepang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman. “Karena Jepang adalah negara sepak bola terkemuka di Asia,” tambahnya.
Tekad Tran Trung Kien dibayangi oleh pengalaman buruk para seniornya yang mencoba membangun karier di luar negeri. Beberapa nama seperti Nguyen Cong Phuong, Doan Van Hau, hingga Nguyen Quang Hai terbukti gagal bersaing di luar negeri. Namun, ia mengaku tidak gentar dan tetap optimistis bisa meningkatkan kemampuannya dengan bermain di luar negeri.
“Saya tahu, tapi saya bertekad bahwa pergi ke Jepang akan membantu saya meningkatkan keterampilan dan mentalitas kompetitif saya,” katanya. “Lagi pula, saya tidak perlu berkompetisi jika pergi, karena saya bisa belajar banyak hal lain.”
Tran Trung Kien menyadari bahwa dirinya mungkin tidak banyak mendapat kesempatan atau tawaran bermain di luar negeri. Oleh karena itu, ia mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dengan pergi ke luar negeri.
“Tentu saja, semua orang ingin berkompetisi di luar negeri, tetapi saya tidak yakin akan mendapatkan kesempatan itu,” ujarnya. “Jadi, ketika saya memutuskan untuk pergi, saya akan mengorbankan beberapa tahun untuk lebih banyak mengubah diri, belajar lebih banyak, dan menjadi lebih dewasa dengan berani keluar dari zona nyaman saya.”



