Tahun 2025, Pasar Smartwatch Berinovasi dengan Fitur Kesehatan Canggih
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh inovasi bagi pasar smartwatch global. Sejumlah produsen besar seperti Xiaomi, Apple, Garmin hingga Samsung berlomba merilis jam tangan pintar dengan fitur kesehatan canggih, daya tahan baterai yang semakin kuat, serta integrasi kecerdasan buatan. Hadirnya beragam smartwatch membuat persaingan semakin padat dengan segmentasi yang menyentuh kelas premium hingga entry-level.
Xiaomi Watch 5: Teknologi EMG dan Chip Snapdragon W5
Menjelang penutup tahun, Xiaomi memperkenalkan Xiaomi Watch 5 sebagai salah satu perangkat wearable yang mengusung teknologi sensor EMG (Electromyography). Fitur ini memungkinkan analisis aktivitas otot dan mendukung kontrol gestur tanpa sentuhan layar. Jam tangan pintar ini juga dibekali material rangka baja tahan karat dan layar safir kristal yang biasa digunakan pada jam analog kelas premium.
Xiaomi Watch 5 turut dibekali teknologi ECG untuk mendeteksi sinyal listrik jantung, serta chipset Snapdragon W5 dengan sistem HyperOS sebagai inti performanya. Produk ini dirilis bersamaan dengan Xiaomi 17 Ultra dan digadang masuk kategori tingkat medis, menandai langkah ambisius Xiaomi di sektor kesehatan digital. Meski spesifikasi utama telah dipublikasikan, jadwal rilis internasional belum diumumkan secara resmi.
Apple Watch Ultra 3, Watch 11 dan SE 3: Ramaikan Pasar Premium
Apple tidak ketinggalan memperkuat pangsa pasar jam tangan pintar melalui perilisan Apple Watch Ultra 3, Watch 11, dan SE 3. Seri Ultra 3 menjadi varian unggulan dengan kemampuan koneksi satelit untuk area tanpa sinyal seluler, baterai hingga 42 jam, serta mode hemat energi mencapai 72 jam. Smartwatch ini cocok untuk pecinta petualangan maupun aktivitas outdoor berat.
Apple Watch 11 membawa peningkatan pada fitur analisis tidur dan daya tahan baterai hingga 24 jam. Sementara Watch SE 3 menawarkan opsi lebih terjangkau dengan chip S10 serta fitur always-on display yang baru hadir pada lini SE. Rangkaian peluncuran tersebut memperlihatkan strategi Apple untuk kembali memperkuat bisnis wearable yang sempat melambat.
Garmin Venu 4: Fokus pada Kesehatan dengan Analisis Tidur Mendalam
Garmin meramaikan pasar smartwatch dengan Venu 4 yang dibanderol sekitar US$550. Perangkat ini menonjolkan fitur kesehatan seperti pemantauan tidur yang lebih personal, deteksi detak jantung, hingga sensor perubahan suhu kulit. Garmin juga merilis Instinct Crossover AMOLED serta Bounce 2 yang menyasar segmen pengguna anak.
Tidak hanya menonjolkan durabilitas material, Garmin juga menambah fitur pencatatan konsumsi kafein dan alkohol untuk memantau dampaknya terhadap stres dan kualitas tidur, memperlihatkan fokus perusahaan pada gaya hidup sehat dan perubahan kebiasaan pengguna.
Samsung Galaxy Watch 8: AI Gemini dan Layar Lebih Cerah
Samsung merilis Galaxy Watch 8 yang telah dilengkapi kecerdasan buatan Gemini. AI ini dapat memberikan rekomendasi secara real-time, termasuk dalam kegiatan memasak. Meski fitur AI masih dalam tahap pengembangan, implementasi tersebut menjadi nilai tambah dalam pengalaman penggunaan smartwatch.
Dengan layar Super AMOLED berbrightness hingga 3.000 nits, Galaxy Watch 8 lebih nyaman digunakan di bawah sinar matahari. Daya tahan baterainya diklaim bertahan 30 jam, dengan pengisian penuh sekitar satu setengah jam. Harga perangkat tersedia mulai US$350 hingga US$500 untuk varian Classic, menyasar pasar menengah ke atas.
Tahun yang Kompetitif untuk Wearable 2025
Persaingan smartwatch 2025 menunjukkan bahwa teknologi kesehatan digital menjadi fokus utama produsen. Sensor medis, AI pendamping aktivitas, efisiensi baterai, hingga ketahanan fisik perangkat menjadi faktor pembeda di pasar yang semakin matang. Untuk konsumen, ini membuka pilihan lebih luas dalam menentukan perangkat yang sesuai gaya hidup, kebutuhan kesehatan, dan preferensi teknologi.



