Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 24 Maret 2026
Trending
  • 25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik
  • Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali
  • 5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran
  • Iran Gantung 3 Demonstran di Qom, Dunia Kecam Penindasan dan Pelanggaran HAM
  • Kemeriahan Idul Fitri
  • Kalender Liturgi Katolik: Perayaan St Turibius Mogrovejo, Senin 23 Maret 2026
  • Liga Inggris Tertarik Pemain Timnas Indonesia? 2 Nama Masuk Daftar Target John Herdman
  • Doa dan Bacaan Sholat Idul Fitri 1447 H/2026: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim Sulawesi Utara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kemeriahan Idul Fitri
Politik

Kemeriahan Idul Fitri

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Maret 2026Tidak ada komentar6 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Perayaan Idul Fitri yang jatuh pada hari Sabtu (21/3) lalu diiringi oleh berbagai cerita menarik dari berbagai daerah. Mulai dari perayaan yang digelar di Istana Kepresidenan hingga kegiatan di lokasi yang terdampak bencana alam.

Open House Presiden

Presiden Prabowo Subianto menggelar acara open house, yang memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk hadir dan merayakan bersama. Di dalam kompleks Istana, para pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan yang disajikan di stan makanan. Mereka bebas memilih dan menikmati makanan tersebut secara gratis sambil duduk di tempat yang telah disediakan.



Tidak hanya di dalam tenda, banyak warga juga memilih untuk menyantap makanan di bawah teduhnya pohon. Mereka duduk di atas bean bag yang telah disediakan, mirip seperti piknik di taman.

Banyak masyarakat yang datang dengan antusias. Salah satunya adalah Riki, yang mengaku sudah tiba di Istana sejak pukul 7 pagi. Meski baru bisa masuk pada siang hari, rasa antusiasnya tetap tinggi.

“Antre dari jam 7. Iya baru bisa masuk siang. Antre terus pak,” ujarnya saat ditemui.

Riki mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan sembako. “Ya untuk dapat sembako. Karena kan zaman sekarang susah,” katanya.

Warga Agam Melewati Sisa Banjir Bandang



Warga di Nagari Meninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, harus melewati bebatuan dan material sisa banjir bandang untuk sampai ke tujuan. Warnida merasakan hal itu saat akan bersilaturahmi ke kediaman kerabat suaminya.

Ia berjalan melewati jalan kecil yang dipenuhi tumpukan bebatuan di sisi kiri dan kanannya. Jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang bisa memangkas waktu tempuh. Sebab jembatan kecil yang berada di dekat rumahnya telah terputus, sehingga ia harus menempuh jarak yang lebih jauh bila ingin lewat jalur utama.

Meski begitu, ia tidak melanjutkan perjalanan tersebut. Sebab di tengah perjalanan ada genangan air yang cukup dalam dan panjang. Warnida yang membawa anak-anaknya memilih untuk kembali dan mencari jalur lain.

“Rencana mau ke rumah keluarga. Bagaimana pun dalam keadaan seperti ini, kami tetap melihat sanak saudara, meski suasana sedikit kurang semangat karena keadaan kayak gini. Semoga bisa seperti yang dulu lagi,” katanya.

Ruas jalan yang dilalui Warnida bersama keluarga berada tidak jauh dari aliran sungai yang dipenuhi material batuan besar akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Tak jauh dari sungai, dua perempuan muda terlihat menggendong anak balita mereka saat melintasi jembatan kayu sederhana dan menyusuri tepian sungai menuju rumah kerabat.

Salat Idul Fitri di Tengah Perang



Ribuan warga Iran mengikuti salat Idul Fitri di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, momen ibadah itu berlangsung dengan khidmat di berbagai kota, termasuk di ibu kota Iran, Teheran, meski ancaman serangan masih membayangi.

Salat Id digelar pada Sabtu (21/3), untuk menandai berakhirnya bulan Ramadan. Salat Id terpusat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei tidak hadir dalam pelaksanaan salat tersebut. Ia diketahui belum tampil di publik sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai gantinya, Kepala Peradilan Iran Gholam Hossein Mohseni Ejei hadir mengikuti salat di lokasi tersebut. Jumlah jemaah yang membludak membuat sebagian warga harus melaksanakan salat di luar area masjid. Rekaman televisi menunjukkan kerumunan besar di sekitar masjid, meski wilayah tersebut berisiko menjadi target serangan.

Idul Fitri di Beijing



Perayaan Idul Fitri di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Perayaan ini dihadiri oleh ratusan masyarakat dan mahasiswa Indonesia di Beijing dan sekitarnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menekankan bahwa perayaan Idul Fitri di luar negeri memiliki makna lebih dari sekadar seremoni keagamaan. Menurutnya, momen Idul Fitri menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga negara dan membina semangat kebangsaan.

“Momentum ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan membangun solidaritas di antara sesama anak bangsa, meskipun kita berada jauh dari tanah air. Meskipun di tengah cuaca dingin di awal musim semi ini, kita bisa merasakan kehangatan karena kebersamaan kita,” ujar Djauhari.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan interaksi langsung antara perwakilan pemerintah dan masyarakat Indonesia di luar negeri. KBRI, lanjutnya, terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi serta memberikan pelayanan dan perlindungan bagi WNI.

Selain menjadi ajang silaturahmi, perayaan tersebut juga menyoroti semangat kepedulian sosial yang tumbuh selama bulan Ramadan. Djauhari juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia di Beijing dalam pengumpulan zakat fitrah dan sedekah yang dikoordinasikan bersama sejumlah organisasi masyarakat, seperti Lingkar Pengajian Beijing, PCI NU Tiongkok, dan PCI Muhammadiyah. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Indonesia tetap terjaga di mana pun berada,” katanya.

Keluarga Jenguk Tahanan di Rutan KPK



Kunjungan ke Rutan KPK juga menjadi menarik. Kunjungan ini berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.

Kemarin, KPK membuka layanan penerimaan hantaran makanan bagi tahanan dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Selain itu, para tahanan juga diberikan kesempatan bertemu langsung dengan keluarga dan kerabat pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Salah satu keluarga tahanan, Riyan Ahmad Radi (26), mengaku memanfaatkan momen Lebaran untuk menjenguk ayahnya yang telah hampir setahun mendekam di rutan karena kasus korupsi meskipun dengan waktu yang terbatas.

Ia menyebut ayahnya bernama Dicky Yuana Radi. Dicky Yuana Radi merupakan mantan Direktur Utama PT Inhutani V yang didakwa menerima suap sebesar Rp 2,5 miliar terkait pengelolaan kawasan hutan di Lampung.

Taman Bendera Pusaka Sangat Diminati



Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tren kunjungan wisata warga mulai bergeser ke ruang terbuka hijau (RTH) baru. Salah satu yang kini ramai dibicarakan adalah Taman Bendera Pusaka yang baru saja ia resmikan.

Hal itu disampaikan Pramono saat ditanya mengenai kesiapan pengamanan destinasi wisata di Jakarta yang biasanya dipadati warga, terutama saat libur Lebaran.

“Ya kita sudah melakukan koordinasi dan ini kan hal yang sudah berulang. Maka aparat Satpol PP bekerja sama dengan BUMD yang mengelola, kemudian juga tempat-tempat misalnya Ragunan, Ancol, Monas, museum-museum dan sebagainya,” ujar Pramono usai halal bi halal bersama warga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3).

Ia memastikan pengelolaan tempat wisata di Jakarta sudah berjalan baik, sehingga tidak ada kekhawatiran berarti terkait lonjakan pengunjung.

“Saya yakin pasti tidak ada sesuatu yang luar biasalah, karena memang sudah dikelola dengan baik,” ungkap Pramono.

“Dan sekarang ini yang lagi heboh adalah orang datang ke taman-taman yang baru ya, termasuk Taman Bendera Pusaka rupanya sangat diminati oleh warga,” lanjutnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Profil Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi Dihujat Pembohong Gara-Gara Izin Salat Ied, Hartanya Rp13 Miliar

24 Maret 2026

Harga minyak naik, B50 harus dipercepat implementasinya

24 Maret 2026

Melawan Formalisme Digital: Meritokrasi vs. Arisan Jabatan

23 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

25 desain ruang tamu minimalis yang instagenik

24 Maret 2026

Artis Rayakan Lebaran Pertama sebagai Pasangan, Luna Maya hingga Al Ghazali

24 Maret 2026

5 Langkah Cepat Pulihkan Dompet dalam 14 Hari Pasca-Lebaran

24 Maret 2026

Iran Gantung 3 Demonstran di Qom, Dunia Kecam Penindasan dan Pelanggaran HAM

24 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?