Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 1 April 2026
Trending
  • Pulau Sunyi di Belitung Jadi Jalur Narkoba, 46 Kg Sabu Ditemukan dalam Sebulan
  • Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan Incar Bintang Club Brugge Nicolo Tresoldi
  • Link Pendaftaran Beasiswa UB 2026 untuk Warga IKN, Syarat Lengkap
  • Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang
  • Pendaftaran Bintara Polri 2026 Dibuka Sampai 30 Maret, Ini Cara dan Persyaratannya
  • Daftar Harga HP Samsung Rp3 Jutaan Terbaru 2026
  • Zodiak Senin 30 Maret 2026: Gemini Balas Budi, Scorpio Untung Besar
  • 6 Pola Hias Geometris untuk Interior Mewah dan Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang
Hukum

Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Kematian Sopiah: Penemuan Jasad dalam Kondisi Hamil Tua di Jurang Liku 9

Kasus kematian Sopiah (22), seorang gadis yang ditemukan tewas dalam kondisi hamil tua di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, menjadi perhatian masyarakat. Sopiah, warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi kejadian pada Selasa (10/3/2026). Sebelumnya, ia dilaporkan hilang selama lima hari.

Keluarga korban, termasuk ayahnya Sahimin (65) dan ibunya Rusila (61), sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka meminta agar dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sopiah. Rusila menyampaikan kesedihannya dengan suara bergetar, menanyakan apakah karena keluarganya miskin hingga mayat putrinya dibuang di tengah tumpukan sampah. Ia juga memohon kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap pelaku di balik kematian anaknya.

Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Kepahiang masih melakukan penyelidikan intensif. Mereka menunggu hasil autopsi jenazah untuk memastikan penyebab kematian korban. Kasus ini semakin menarik perhatian masyarakat, mengingat kondisi korban yang sedang hamil serta ditemukannya jasad di lokasi yang tidak layak, menambah duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Rekaman CCTV dan Pemeriksaan Saksi

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kepahiang untuk mendapatkan rekaman CCTV. “CCTV kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv,” kata Bintang. Namun, detail isi rekaman tersebut belum dapat diungkapkan.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah memeriksa sekitar delapan orang saksi yang berasal dari berbagai daerah. Delapan saksi ini ada warga dari Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau. Namun, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan.

Tes DNA dan Pencocokan Ayah Anak

Untuk membantu penyelidikan, pihak kepolisian juga telah melakukan pengambilan DNA korban beserta sang anak untuk dilakukan pencocokan terhadap ayah dari anak korban. “Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan di cocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah,” jelas Bintang.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan tes DNA terhadap 2 pria sebagai bagian dari penyelidikan. Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan.

Rekaman CCTV Terakhir

Sebelumnya, video rekaman CCTV terakhir Sopiah dibagikan oleh akun Facebook Atin pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa orang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang diduga merupakan tempat pencabutan bulu ayam. Di bagian tengah, dua orang terlihat duduk di lantai sambil mengolah atau membersihkan ayam. Di sisi kanan tampak seorang berdiri di dekat tumpukan besar potongan ayam atau sisa hasil pemotongan.

Unggahan video tersebut langsung mendapat perhatian luas dari warganet, dengan ratusan komentar dan ribuan tanggapan. Salah satu akun, Muza Yanti, menulis, “Nyawa sehat bugar pacak jdi korban pembunuhan kejam nian wong mono adek sopiah.” Sementara itu, akun lain, Ciciel, mempertanyakan kondisi korban saat itu.

Awal Hilangnya Sopiah

Ayah korban, Sahamin, mengungkapkan bahwa sebelum hilang, Sopiah sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke Kota Lubuk Linggau guna menjalani suntik pada kakinya yang sakit. Namun sejak Kamis (5/3/2026), Sopiah tidak pernah kembali ke rumah. Kecurigaan muncul saat hari kedua Sopiah tidak kunjung pulang. Menurut ayahnya, perjalanan untuk berobat seharusnya tidak memakan waktu hingga berhari-hari. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk dilakukan pencarian.

Lima hari kemudian, Sopiah ditemukan dalam kondisi tewas di jurang kawasan Liku 9 pada Selasa (10/3/2026).

Dugaan Kekerasan dari Hasil Awal Autopsi

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi pada Rabu (11/3/2026). Sepupu korban, Remo, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan berdasarkan analisa awal tim medis. Ia menyebut terdapat retakan pada bagian kepala korban dengan ukuran sekitar 5 sentimeter yang diduga akibat benturan benda tumpul. Kekerasan tersebut ditemukan di beberapa bagian kepala, termasuk belakang, kiri dan kanan atas, serta di area pelipis.

Bahas Gaun Pengantin

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah berbagai informasi bermunculan di media sosial. Salah satunya, unggahan yang menyebut Sopiah sempat membahas gaun pengantin beberapa bulan sebelum kejadian. Dalam unggahan akun Facebook Erick Ibrahim pada 13 Maret 2026, disebutkan bahwa korban pernah menanyakan soal baju pengantin kepada penyedia jasa pelaminan. Unggahan tersebut kembali memicu reaksi publik yang mempertanyakan siapa sosok pria yang disebut dalam cerita tersebut.

Hingga kini, kasus kematian Sopiah masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

KPPU Denda 97 Startup Pinjaman Online Rp755 Miliar, AFPI Akan Ajukan Banding

1 April 2026

Isak Tangis di Rumah Korban Kecelakaan, Cinta Arika dan Rizki Berakhir Tragis Sebelum Pelaminan

1 April 2026

Polisi Bongkar Tantangan Lawan Pungli Pantai Padang, Korban Pilih Viral Daripada Laporkan

1 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pulau Sunyi di Belitung Jadi Jalur Narkoba, 46 Kg Sabu Ditemukan dalam Sebulan

1 April 2026

Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan Incar Bintang Club Brugge Nicolo Tresoldi

1 April 2026

Link Pendaftaran Beasiswa UB 2026 untuk Warga IKN, Syarat Lengkap

1 April 2026

Keluarga Sopiah Pecah Tangis, Minta Polisi Selidiki Kematian Ibu Hamil di Liku 9 Kepahiang

1 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?