Kehilangan Kesempatan Tampil di All England 2026
Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa berlaga di All England 2026. Duet ganda campuran yang sedang naik daun ini tidak terdaftar oleh PP PBSI untuk mengikuti turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Dalam daftar wakil Indonesia yang ikut serta dalam All England 2026, nama Adnan/Indah tidak muncul. Di sektor ganda campuran, hanya Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang dipilih oleh PBSI.
Padahal, duet Adnan/Indah seharusnya bisa ikut serta karena memenuhi syarat. Mereka menempati peringkat ke-24 dunia dalam ranking per 20 Januari 2026, yang menjadi patokan untuk mendaftar ke turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Turnamen level Super 1000 hanya bisa diikuti oleh pemain-pemain 32 besar dunia. Tidak ada fase kualifikasi dalam All England 2026 dan ajang bergengsi lainnya.
“Awalnya sih saya juga enggak tau kalo emang enggak main di All England karena kan emang kayak sistemnya tuh sekarang tuh kayak udah ada jatah pertandingan kan. Yang ditulisannya tuh ada main di All England. Cuman ga tau kenapa tiba-tiba emang ga main aja di All England,” kata Adnan di Pelatnas PBSI, Kamis (12/2).
“Kita ga dikasih tau apa-apa. Tiba-tiba dicoret aja. Kita taunya malah diliat dari yang lain-lainnya kayak di sosmed-sosmed gitu,” timpal Indah.
Pembagian Jatah Turnamen
Indah menambahkan, mereka dengar kabar bahwa di ganda campuran terdapat pembagian jatah turnamen untuk para atlet. Yakni masing-masing dua untuk tur Eropa. Adnan/Indah mendapatkan jatah tampil di Orleans Masters 2026 dan Swiss Open 2026 bersama Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.
Sementara untuk All England 2026, jatahnya Jafar/Felisha dan Amri/Nita. Mereka juga akan turun di German Open 2026, sepekan sebelumnya.
“Nah tapi ada yang didaftarin tiga main jadi All England, Swiss, Orleans. Maksudnya ya gimana gitu loh,” kata Indah yang terheran-heran dengan pembagian turnamen.
Kekecewaan dan Fokus ke Masa Depan
Sampai saat ini, kata Adnan/Indah, belum ada penjelasan apapun dari PP PBSI. Mereka hanya dapat pesan dari pelatih untuk tidak terlalu memikirkannya dan fokus ke depannya saja.
Tapi diakui mereka, ketidakikutsertaan dalam All England 2026 membuat Adnan/Indah kecewa berat. Menurut mereka, ajang tersebut sangat bergengsi dan sayang untuk dilewatkan.
“Ya kalau saya begitu ya (kecewa). Apalagi saya, apalagi saya maksudnya siapa sih yang atlet yang enggak mau main All England? Siapa coba? Semua pasti pengen main. Dan ini nyata-nyata bisa main tapi di-cancel gitu,” kata Indah.
“Ya kecewa pasti kecewa sih. Tapi ya kita hidup harus tetap berjalan. Masa tiba-tiba ngambek enggak pasti ya yaudah kita harus buktiin, buktiin aja terus,” imbuhnya.
Target di Swiss Open dan Orleans Masters 2026
Lebih lanjut Adnan/Indah menegaskan bahwa mereka ingin membuktikan diri saat tampil di Swiss Open dan Orleans Masters 2026. Besar harapan mereka bisa juara lagi seperti di Thailand Masters 2026.
“Target pastinya juara ya. Karena kan emang kayak kita udah pernah kayak Super 300, jadi kayak mau buktiin kayak emang layak gitu loh main di atas. Di atas Super 300,” terang Adnan.
“Walaupun yang main juga berasal super 500 ya,” timpal Indah menutup pembicaraan.



