SAMPANG, Indonesiadiscover.com
– Kasus pengusiran Nenek Erlina yang disebut melibatkan oknum anggota Ormas Madura Asli (Madas) dinilai sangat merugikan masyarakat Madura.
Sebelumnya, oknum anggota Madas, Mohammad Yasin ditetapkan sebagai tersangka kasus pengusiran paksa terhadap Erlina Wijayanti (80) dari rumahnya di Jalan Kuwukan, Kecamatan Sambi Kerep, Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Madas Balongpanggang, Gresik, Mat Yasin mengaku bahwa perbuatan oknum tersebut merugikan masyarakat Madura. Sebab, Madas dikenal beranggotakan orang Madura.
“Tindakan itu tidak mencerminkan orang Madura dan sangat merugikan kami yang berasal dari Madura,” katanya saat pulang ke kampung halaman di Kabupaten Sampang, Madura, Sabtu (3/1/2026).
Dia menyampaikan bahwa orang Madura mengedepankan etika. Sehingga, pengusiran terhadap nenek Erlina yang dilakukan oleh oknum Madas dinilai sangat merugikan orang Madura.
“Perlu dipertegas lagi kalau oknum Muhammad Yasin itu bukan tindakan orang Madura, dan kebetulan bukan asli Madura,” ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut mencoreng nama Madas. Meski pada kejadian itu, tidak mengatasnamakan Madas.
“Madas disebut-sebut terlibat dan itu tidak benar. Karena oknum itu bertindak sendiri bukan sebagai anggota Madas,” katanya.
Menurut dia, Madas dibentuk untuk kegiatan sosial sehingga anggotanya tidak pantas melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Mat Yasin mengatakan, pimpinan Madas harus tegas. Anggota yang diduga terlibat, meski bertindak bukan atas nama Madas jangan dibela.
“Pengurus DPP Madas sekalipun jangan membela anggota yang salah. Apalagi merugikan organisasi Madas,” ujarnya.
4 Tersangka Termasuk Oknum Madas
Sebagaimana diberitakan, Polda Jatim sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus pengusiran dan pembongkaran paksa rumah Nenek Elina.
Tersangka pertama atas nama Samuel yang mengklaim sudah membeli tanah rumah nenek Erlina, tersangka kedua Muhammad Yasin yang diduga anggota ormas Madas di Jawa Timur, termasuk inisial SY yang diduga juga terlibat.
Sementara tersangka keempat berinisial WE yang diduga menyuruh SY atau Klowor untuk menjaga rumah nenek Erlina.
Keempat tersangka tersebut diduga terlibat aktif melakukan kekerasan terhadap nenek Erlina dan diancam Pasal 170 KUHP.
Peran Ormas dalam Masyarakat
Ormas seperti Madas sering kali menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Madura. Mereka tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga sebagai wadah bagi para pemuda dan tokoh masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa tidak semua anggota ormas memiliki kesadaran yang sama tentang tanggung jawab dan etika.
Beberapa poin penting terkait peran ormas:
Ormas biasanya memiliki struktur organisasi yang jelas, dengan berbagai tingkatan kepengurusan.
Tujuan utama ormas adalah untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antar warga.
* Namun, jika ada anggota yang bertindak tidak sesuai dengan prinsip organisasi, maka hal ini bisa merusak reputasi seluruh ormas.
Tanggung Jawab dan Etika
Dalam masyarakat Madura, etika dan keharmonisan antar sesama adalah hal yang sangat dihargai. Tindakan pengusiran yang dilakukan oleh seseorang, apalagi jika terkait dengan ormas, dapat memberikan dampak negatif yang luas.
Beberapa aspek penting dalam etika masyarakat Madura:
Kejujuran dan keadilan dalam setiap tindakan.
Menghormati orang tua dan lansia.
* Menjaga hubungan baik dengan tetangga dan komunitas.
Tindakan yang Harus Diambil
Dari kasus ini, terdapat beberapa langkah yang perlu diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa:
Pemimpin ormas harus lebih teliti dalam memilih anggota dan memastikan mereka mematuhi aturan organisasi.
Masyarakat perlu lebih waspada terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai lokal.
* Pihak berwajib harus menegakkan hukum secara adil dan transparan, tanpa memandang status atau latar belakang seseorang.
Kesimpulan
Kasus pengusiran Nenek Erlina menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Madura dan ormas-ormas yang ada. Tidak semua anggota ormas memiliki niat yang baik, dan tindakan individu bisa merusak reputasi seluruh organisasi. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur dan menjauhi tindakan yang merugikan.



