Kacamata cerdas yang ditenagai teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi alat baru bagi petugas lalu lintas di China. Perangkat ini dirancang untuk memeriksa kendaraan secara cepat dan efisien, tanpa perlu menghentikan pengemudi atau melakukan kontak langsung.
Teknologi Canggih dalam Bentuk Kacamata Biasa
Dari penampilan luar, kacamata ini terlihat seperti kacamata biasa. Namun, di baliknya terdapat sistem pemindaian canggih yang mampu menampilkan informasi kendaraan hanya dalam waktu satu hingga dua detik. Informasi tersebut ditampilkan melalui layar kecil yang terintegrasi di dalam lensa kacamata, sehingga petugas dapat melihat data tanpa harus berhenti atau menggunakan perangkat tambahan.
Salah satu fitur utama dari kacamata ini adalah kemampuan untuk mengenali pelat nomor kendaraan secara otomatis. Fitur ini bekerja secara offline dan diklaim memiliki tingkat akurasi di atas 99 persen. Pemindaian dilakukan oleh kamera wide-angle beresolusi 12 MP yang terpasang di kacamata. Kamera ini dipadukan dengan algoritma stabilisasi gambar prediktif yang dirancang khusus agar hasil tangkapan tetap jelas meski petugas sedang bergerak atau berjalan di tengah arus lalu lintas yang padat.
Teknologi ini juga dirancang agar tetap andal dalam berbagai kondisi pencahayaan, baik siang hari maupun malam hari. Dengan demikian, petugas tetap bisa melakukan pemantauan dan identifikasi kendaraan secara akurat tanpa terganggu oleh kondisi cahaya di lapangan.
Fungsi Lebih Luas dari Kacamata AI
Selain digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan, kacamata AI ini juga memiliki fungsi lain. Misalnya, kemampuan pengenalan wajah, penerjemahan suara secara langsung ke lebih dari 10 bahasa, serta perekaman video di lokasi kejadian untuk keperluan penegakan hukum.
Sistem kerja kacamata ini dimulai ketika perangkat berhasil mengidentifikasi kendaraan. Setelah itu, kacamata akan terhubung ke basis data lalu lintas keamanan publik secara real-time. Dari sana, petugas kepolisian dapat melihat detail lengkap tentang kendaraan, termasuk informasi registrasi, status inspeksi, hingga riwayat pelanggaran lalu lintas.
Manfaat Signifikan dalam Operasional
Berkat penggunaan kacamata pintar ini, petugas kepolisian di Changsha diklaim mampu memangkas waktu pemeriksaan secara signifikan. Sebelumnya, pengecekan satu lajur kendaraan memakan waktu sekitar 30 detik. Kini, proses tersebut hanya membutuhkan waktu satu hingga dua detik saja.
Perangkat ini juga membantu mengurangi beban kerja manual, menekan tingkat stres petugas kepolisian, dan memungkinkan penegakan hukum tanpa harus melakukan kontak langsung dengan pengendara di jalan.




